Makin twisted aja pemikiran ulama2 ini. Sering sekali hal2 yang bersifat kebangsaan dan nasionalisme dibenturkan dengan hal2 berbau agama
Makin twisted aja pemikiran ulama2 ini. Sering sekali hal2 yang bersifat kebangsaan dan nasionalisme dibenturkan dengan hal2 berbau agama
Last edited by sandroid; 12-06-2011 at 02:38 AM.
... saya sih cuma menjawab lontaran kerisauan Kakang Tumenggung Ronggolawe tentang nasionalisme, dan tidak tertarik untuk bicara mengenai Islam yang diterjemahkan sebagai konsep hukum. Jadinya saya biarkan pertanyaan soal syariah dijawab oleh mereka yang tertarik...
Tapi postingan di atas menurut saya jauh dari tidak penting (btw, lebay itu artinya apa sih? - ini beneran nanya).
Kita melihat di sini suatu sikap yang memandang ulama sebagai pihak yang dungu, ketinggalan jaman, dan tidak memiliki kapasitas analisis yang sesuai dengan tantangan jaman sekarang... bukan tanpa alasan kalau sikap itu ada... apalagi kalau menjadi sikap itu dipegang oleh banyak orang...
okeh... OOT selesai, silakan dilanjut diskusinya... saya mau balik ke pojokan minum teh tarik sambil memandangi bendera di kantor polisi di seberang komplek
NB.
Pak Dhe Panembahan Ismoyo,
Dalam pengertian ahkam yang baku, yang disebut itu bukannya Makruh? Mubah bukannya simply boleh alias netral?Originally Posted by Mbah Pasingsingan
"Mille millions de mille milliards de mille sabords!"