Dalam ketatanegaraan aturan perundang-undangan itu harus
eksplisit isinya, ngga boleh multitafsir, bro. Masa soal berdiri
tegak, khidmat dan wajah harus ngapain ada keterangan,
alias eksplisit, namun soal mengangkat tangan tidak ada?
Dalam ketatanegaraan aturan perundang-undangan itu harus
eksplisit isinya, ngga boleh multitafsir, bro. Masa soal berdiri
tegak, khidmat dan wajah harus ngapain ada keterangan,
alias eksplisit, namun soal mengangkat tangan tidak ada?