10 Kesalahan orang tua yg tidak disadari

1. Saya tidak salah, orang lain yang salah
  • Setiap ia mengalami suatu peristiwa dan terjadi suatu kekeliruan, maka yang keliru atau salah adalah orang lain, benda lain & situasi tertentu, dan dirinya selalu benar. Yang pantas untuk diberi peringatan sanksi, atau hukuman adalah orang lain yang


Akibatnya ketika dewasa

  1. Sulit mengakui kesalahan diri sendiri ( sulit untuk intropeksi diri )
  2. Selalu menyalahkan pihak lain atau situasi tertentu
  3. Susah diberi masukan

Saya terbiasa buat minta maaf kalau memang saya salah, tapi memang adalah satu dua kelewat dan si sulung langsung protes. Biasanya kalau saya kelewat keras sama si sulung, setengah jam kemudian saya minta maaf sama si sulung sambil menerangkan kenapa Bundanya keras tadi. Sometimes berhasil kadang juga enggak. Itu juga sekarang Naomi sudah mulai ngeles kalau ketauan salah.

2. “Mengajari Anak untuk Membalas

  • Ketika anak memukul atau dipukul, sebagian orang tua biasanya tidak sabar melihat anaknya disakiti dan memprovokasi anak kita unutuk membalasnya.
  • Secara tidak langsung mengajari anak balas dendam.

Akibatnya ketika dewasa

  • Sering membalas, melawan balik atau membalikkan apa yang orang lain sampaikan kepadanya
Sering sih kelepasan kalo si sulung ngadu dia dijahati temannya, "Bales dong, jangan cuma ngadu sama Bunda!" Yang ini masih belum nemu triknya.

Dulu2 ngajarin Naomi buat ngalah kalo ada temen yang jahat sama dia, atau memilih menyingkir. Tapi ketika liat situasi di lapangan, gwe kog jadi liat Naomi jadi gampang ditindas teman2nya ya? Jadi ya itu, kadang kalau udah geregetan ya nyuruh Naomi membalas atau minimal dia harus bisa memproteksi dirinya juga menunjukkan ke temannya bahwa dia gak gampang ditindas.


3. Televisi sebagai agen Pendidikan Anak
Banyak orang tua yang tidak mau pusing dan tidak mau repot untuk mendidik karakter anak sejak dini dan suk-kontrakan tanggung jawab mendidik ini kepada televisi, pembantu di rumah atau guru disekolah. Anak dibiarkan berjam-jam menonton TV supaya orang tua bisa melakukan aktivitas lain.

Akibatnya ketika dewasa:

  • Banyak pola pikir salah yang menetapkan dalam pikirannya
  • Kekerasan
  • Materialisme
  • Balas dendam
  • Sifat kurang kreatif dan produktif
  • Romantisme yang salah
Sekarang udah mulai meredam tipi meski itu tontonan buat anak2, alesannya sih jelas...kebanyakan PR, les dan ngaji. Otomatis kegiatan tipinya berkurang plus emang udah mulai dibiasain sibuk dengan mainannya. Cuman untuk hari2 tertentu boleh nonton tipi 2 jaman deh. Dulu repot di utinya yang penggemar sinetron. Sekarang agak berkurang karena tipi selalu posisi mati, tidak stand by.

4. Mudah Terpancing Emosi

  • Ketika keinginan anak tidak terpenuhi, si anak sering kali rewel atau merengek, menangis, berguling dsb, dengan tujuan memancing emosi orang tua yang pada akhirnya ortu marah atau malah mengalah.
  • Jika terpancing, anak akan merasa menang, dan merasa bisa mengendalikan orang tuanya.


Akibatnya ketika dewasa:

  • Mudah manipulasi orang lain dengan pura2 sakit, minta dikasihani
  • Suka menuntut keinginannya dipenuhi * bila tidak : malas – marah - balas dendam
Makanya kalau saya punya trik, CUEKIN dan MUKA TEMBOK biar kata anak2 jerit2, nangis2, merengek, sampe guling2an kalau permintaannya gak diturutin. Kalau berani ngotot, time out di kamar sampe emaknya bilang, "Udah ngamuknya?"


5. “Berbohong Kecil – Tidak tepati janji

  • Tanpa sadar kita sebagai orang tua setiap hari sering membohongi anak untuk menghindari keinginannya.
  • Apakah kita menjelaskannya dengan kalimat yang jujur? Atau kita lebih memilih berbohong dengan mengalihkan perhatian si kecil ke tempat lain, setelah itu kita buru-buru pergi?


Akibatnya ketika dewasa:

  • Mudah janji pada orang lain, tetapi tidak menepati ( integritas )
  • Suka berbohong

6. “Banyak Mengancam”


  • “Adik, jangan naik ke atas meja! nanti jatuh dan nggak ada yang mau menolong!”
  • ”Ini salah.....itu tidak benar...., nanti dihukum Bu Guru loh”
  • “….nanti Mama/Papa marah!”


Akibatnya ketika dewasa:

  • Tidak percaya diri – takut salah
  • Kurang kreatif
Yang ini seringnya si kelompok embah2 itu. Karena saya, belajar gak bohong sama anak2. Kalau kepepet janji, ya mau gak mau dilaksanakan begitu dia melaksanakan apa yang kita minta. Atau pake ilmu ngeles yang masih bisa dimaafkan.

"Ayo dong tidur siang, nanti bangun dapet hadiah deh dari Bunda."

Nah begitu mereka sudah selesai tidur siang dan nagih hadiahnya, kasih kecupan komplit. "Nah, itu hadiah dari Bunda."

7. Memberi julukan yang buruk

  • Kebiasaan memberikan julukan yang buruk pada anak bisa mengakibatkan rasa rendah diri, tidak percaya diri/mimder, kebencian juga perlawanan.


Akibatnya ketika dewasa:

  • Minder
Ini kebiasaan orang kuno. Katanya ngasih julukan yang buruk biar anaknya gak sombong ntar gedenya. gwe pernah agak diskusi panas sama mertua gara2 Naomi dipanggil, "Cah elek." Padahal gwe mati2an bilang dia anak baik, anak cantik, anak pintar, anak sholehah...lhaaaaaaaaa neneknya manggil dia "cah elek." Makanya anak2 jaman dulu minder2 kali ya, ortunya biasa manggil2 gitu sih

8. Mengejek / Menggoda ( yang tidak disukai anak )

Orang tua yang biasa menggoda anaknya, seringkali secara tidak sadar telah membuat anak menjadi kesal. Hal ini akan membangun ketidaksukaan anak pada kita dan yang sering terjadi anak tidak menghargai kita lagi.


Akibatnya ketika dewasa:

  • Kurang hargai orang tua
  • Minder
errr...sometimes emang suka goda menggoda sama anak2 sih, Naomi paling mangkel dipanggil "Kakak Mimi". Dia bakal ngamuk kalau lagi dibecandain model gitu. Wah mesti dikurangi, makasih tipsnya.

9. Menghukum Anak Saat Kita Marah

Jangan pernah memberikan sanksi atau hukuman apa pun pada anak ketika emosi kita sedang memuncak, karena seringkali yang keluar dari mulut kita, akan cenderung menyakiti dan menghakimi dan tidak menjadikan anak lebih baik.

Akibatnya ketika dewasa:

  • Kepahitan / terluka
  • Tidak mudah mengampuni orang lain
  • Emosional ( pemarah , mudah tersinggung )
  • Sulit bekerja sama dalam team
Saya memilih buat ngungsi dari anak2 kalau lagi marah, karena pada dasarnya saya temperamental. Udah kasih warning ke anak2, "Bunda mau tidur sendiri dulu. Ada setan di badan Bunda, mau diusir dulu." Anak2 sih ngerti trus gak berani deket2 sampe bundanya yang nyamperin

10. Menekankan pada Hal2 yang Salah
Banyak orang tua yang sering bicara / berkomentar ketika anak2nya tidak akur, suka bertengkar, malas, nakal, ulangan jelek, dsb. Namun pada saat mereka bermain dengan akur, nilai bagus, rajin belajar, kita seringkali menganggapnya tidak perlu memberi komentar.

Akibatnya ketika dewasa:

  • Selalu melihat kekurangan orang, tidak bisa melihat kelebihan orang
  • Suka kritik
  • Tidak pernah puas
Yang ini memang reward and punishment berlaku


Terima kasih Bunda RAP, tipsnya