Sampang (beritajatim.com) - Kecewa dan emosi sang guru di pecat. Puluhan siswa SMPN 1 Kedungdung Kabupaten Sampang, nangis histeris dan melakukan aksi unjuk rasa.
Tidak hanya itu pada saat guru yang mengajar bahasa Indonesia bernama Novita Supriyanti guru tidak tetap (GTT) ini meningalkan sekolah puluhan siswi histeris dan mengecam Lilik Endariyai kepala sekolah SMPN 1 Kedungdung tidak mempunyai perasaan, bahkan lantaran tak menghendaki gurunya di pecat beberapa siswa laki-laki melempari kaca jendela sekolah hingga pecah.
"Bu kepala sekolah gila, guru baik dan cantik kok di pacat, ada apa ini, apa jangan-jangan mau di ajak korupsi ndak mau lalu di pecat," ucap Andrean kelas 8 B, Jum'at (28/9/2012).
Hal senada juga di katakan oleh Feri siswa SMPN 1 Kedungdung, dia menuding pemecatan ini tidak wajar, sebab guru yang bersangkutan dikenal baik dan rajin mengajar. "Yang saya tahu, bu Novi ini baik dan selalu mengajar kami hanya berharap agar surat pemecatan itu di cabut dan bu Novi bisa mengajar kembali," kata Feri.
Sementara, saat beranjak meningalkan sekolah, Novita supriyanti saat di temui wartawan mengatakan, " jujur saja saya shok mas, sebelumnya tidak ada pemberitahuan, dan tiba-tiba saya di sodori kertas berisi pemecatan, " Ujar Novi menjelaskan.
Lebih lanjut Novi mengatakan, selama lima tahun atau terhitung semenjak mengajar pada tahun 2007 lalu, dirinya mengaku tidak mempunyai masalah dengan dewan guru, bahkan selama dua bulan terakhir dirinya tidak di bayar.
"Saya nggak tau mas masalahnya apa, tapi dalam surat tersebut dijelaskan karena saya banyak absen dan evaluasi katanya, ini jelas-jelas merupakan penindasan, saya tidak terima pemecatan sepihak ini, sudah tidak di bayar malah di pecat, "tandasnya.
Pemecatan Novita Supriyanti tertuang dalam surat nomor:556/205/434.101.200.16/2012 perihal pemberitahuan dan ucapan terimakasih didalamnya berisi pemberitahuan, kepada saudara atas nama sekolah kami menyampaikan ucapan terimakasih atas bantuan dan kerjasamanya selama saudara mengajar di SMP Negeri 1 kedungdung dengan demikian terhitung sejak tanggal dikeluarkannya surat ini, saudara tidak memiliki kewajiban lagi mengajar dan menggunakan fasilitas yang ada di SMP Negeri 1 Kedungdung.
Di tempat terpisah Lilik Endariyai kepala sekolah SMPN 1 Kedungdung membantah bila pemecatan tersebut di luar mekanisme yang ada, sebab setelah di lakukan evaluasi yang bersangkutan memang sering absen. "Yang bersangkutan memang sering absen, selain itu kami sudah sering malakukan penegoran, kalau saya biarkan nanti saya yang salah," terang singkat Kepala Sekolah SMPN 1 Kedungdung.
Pantauan di lokasi, adanya pemecatan guru ini, proses belajar mengajar di SMPN 1 Kedungdung, sempat terhambat, namun setelah Novi supriyanti meningalkan sekolah, siswa kembali ke dalam kelas dan aktifitas belajar mengajar kembali normal.