Biar ada warisan yang bakal dikenang tuh![]()
Biar ada warisan yang bakal dikenang tuh![]()
setahuku sudah pernah ada telaah akademis nya, dan banyak juga yang mendukung.
kayanya jelas deh yang dibahas mengatasi macet di jakarta, yang tiba2 nyangsang bahas macet di ibukota siapa? dirimu sendiri yang nulis.
memindahkan ibukota, salah satu sumber kemacetan bakal dipindah, ga cuma itu memang, pabrik harusnya juga mulai dipindah jangan di jakarta aja.
cuman kebanyakan masalah di daerah adalah soal keamanan, kepastian investasi.
karena yang udah settle itu di jawa (jakarta dan sekitarnya) maka berbondong bondong ke sini semua.
kalau ibukota pindah, ada pemerataan, daerah sekelilingnya juga jadi lebih kondusif dan maju.
diharapkan dari sisi kesejahteraan juga meningkat.
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
macet ini erat hubungannya dengan tidak meratanya kesejahteraan.
pernah pas suami ke sumatra kaget. barang mahal. bahkan barang pertanian padahal itu kampung.. jauhhhh lebih murah kampung di jawa. bayangannya biaya hidup lebih rendah ternyata ngga?
gmn mau murah, keamanannya ga ada. jam 6 malam sudah sepi. banyak penjahat malam2. gimana ekonomi mau maju. punya kolam ikan di maling, punya kebon dijarah, listrik byar pet secara parah. lebih dari di jawa.
transportasi mahal, jalan jelek, jalur kereta kacrut.
biaya hidup murah di jawa, kesempatan kejadian banyak di jawa, lebih aman di jawa. maka pada ke jawa semua. terutama jakarta .
jadi ga usah heran jakarta makin macet.
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
kalo banjir gimana ya ? airnya disedot pake pompa ?
kalo pompanya mati karena jarang di service ?![]()
kan ntar ada BKT. semua airnya dialirkan ke tanggul raksasa![]()
love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours
hitung2an kayak gini nieh yg perlu
jadi wajar orang lebih sering naek motor
gimana utk mobil pribadi ndalf? kira2 brp pengeluarannya sehari?
nambah jalan bukan solusi, tingkap pertumbuhan volume jalan ama pertumbuhan jumlah mobil/motor ga sebanding
yg paling bagus bikin pengguna kendaraan pribadi itu tidak nyaman menggunakan atau mengeluarkan mobil/motor pribadinya (mahalin parkir, bikin zona bebas kendaraan pribadi (sepanjang masa, bukan hanya car free day) dll)
disaat bersamaan anggkutan umum dibuat nyaman dan banyak, dibuat armada yg bisa ngangkut penumpang masal, perluas trayek angkutannya, jumlah lampu merah dikurangi dengan cara banyakin fly offer, pengaturan lampu lalu lintas dari jarak jauh dengan memanfaatkan kamera
atau mungkin yg paling ekstrim, batasin produksi mobil dan motor
sebenarnya banyak teori, tp semuanya kembali ke kebijakan lagi...
Macet itu sebenernya biasa, dimana2 pasti macet kalo ada kecelakaan atau rush hour. Yg musti dibenerin itu kesemrawutannya. Apalagi penduduk jakarta 12 juta siang hari.
Ga bikin subway sekalian yah?
---------- Post Merged at 11:58 PM ----------
Ga bikin subway sekalian yah?
MRT koridor utara kan subway. cuma bagian selatan dari lebak bulus sampe
sisingamangaraja tracknya dibuat diatas permukaan tanah.
mungkin bisa nyontek cara orang2 Eropa ---------> http://economictimes.indiatimes.com/...ow/9020970.cms
kira2 terjemahannya gini :
Eropa bergerak menciptakan lingkungan kota yang tidak ramah mobil.
:
Pembangunan kota mengarah ke Kota hijau dengan udara sehat yang didukung transportasi umum yang baik.
Ketika kota kota di AS terus melakukan upaya terpadu untuk meningkatkan arus lalu lintas dan menawarkan aplikasi untuk membantu pengemudi mencari parkir, kota-kota Eropa banyak yang melakukan sebaliknya: menciptakan lingkungan yang secara terbuka memusuhi mobil. Metodenya bervariasi, tetapi misinya jelas - untuk membuat penggunaan mobil menjadi mahal dan menyengsarakan pengemudi, sehingga masyarakat menerima mode transportasi yang lebih ramah lingkungan. Kota dari Wina ke Munich dan Kopenhagen telah menutup petak besar jalan-jalan untuk lalu lintas mobil. Barcelona dan Paris mengikis jalur mobil untuk memberi ruang jalur sepeda. Pengendara mobil di London dan Stockholm membayar biaya kemacetan besar hanya untuk memasuki jantung kota. Dan selama dua tahun terakhir, puluhan kota di Jerman telah bergabung dengan jaringan nasional "zona lingkungan" dimana hanya mobil dengan emisi karbon dioksida rendah yang bisa masuk pusat kota. Pusat perbelanjaan baru dan bangunan apartemen sangat membatasi jumlah tempat parkir. Parkir ditepi jalan sudah menghilang. Dalam beberapa tahun terakhir, bahkan ibukota mobil bekas seperti Munich telah berkembang menjadi "surga pejalan. Di Amerika Serikat, ada kecenderungan untuk mengakomodasi kepentingan pengendara mobil. Di Eropa telah terjadi pergeseran lebih untuk membuat kota lebih layak huni bagi masyarakat, untuk mendapatkan kota relatif bebas dari mobil.
Badan Perencanaan Departemen Lalu Lintas kota di sini di Zurich telah berusaha untuk “menyiksa” driver. Lampu merah dipasang semakin berdekatan di jalan-jalan dalam kota, menyebabkan penundaan dan kecemasan bagi penumpang. Pedestrian underpass lebih banyak dibangun, lalu lintas tidak boleh melintasi persimpangan utama sehingga harus memutar jauh.
Jaringan trem semakin meluas di kota itu dapat mengubah lampu lalu lintas yang menguntungkan mereka. Ketika mereka mendekati persimpangan, mobil dipaksa untuk berhenti, memberi kesempatan trem jalan duluan. Sekitar Lovenplatz, salah satu kawasan tersibuk di Zurich misalnya, mobil kini dilarang di banyak blok. Jika diizinkan, kecepatan mereka terbatas pada kecepatan siput sehingga penyeberangan dan tanda-tanda melintasi dapat dihilangkan sepenuhnya, memberikan orang berjalan kaki berhak untuk menyeberang mana saja mereka suka kapan saja. Dijalan jalan itu mobil harus berbagi ruang dengan massa pejalan kaki dan pengendara sepeda. Inilah gerakan pedestrianisasi, bukan memberi kemudahan bagi driver.
Sementara beberapa kota di AS, khususnya San Francisco, telah melakukan upaya serupa, memperluas jalur sepeda dan pedestrianisasi dikawasan Market Street. Tetapi sebagian besar kawasan di Amerika Serikat belum begitu, karena sangat sulit untuk membuat orang untuk membayangkan hidup tanpa mobil.
Kota-kota Eropa umumnya memiliki insentif kuat untuk bertindak, karena umumnya dibangun sebelum munculnya mobil, jalanan sempit dan kurang pengalaman dalam menangani lalu lintas berat. Transportasi umum umumnya lebih baik di Eropa daripada di Amerika Serikat. Terlebih lagi, Negara Negara Uni Eropa negara mungkin tidak dapat memenuhi komitmen dalam Protokol Kyoto untuk mengurangi emisi karbon dioksida mereka kecuali mereka mengekang mengemudi. Amerika Serikat tidak pernah meratifikasi perjanjian itu. Secara global, emisi dari transportasi terus naik tanpa henti, dengan setengah dari mereka yang berasal dari mobil pribadi. Namun dorongan penting di balik reformasi lalu lintas di Eropa akan akrab bagi walikota dari Los Angeles belajar ke Wina: untuk membuat kota lebih menarik, dengan udara yang lebih bersih dan lalu lintas kurang .
love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours
Bedanya amerika dengan eropa, eropa itu kotanya kecil2 dan sempit. Amerika itu lebar dan luas2.
maka mobil besar laku di amerika, mobil kecil laku di eropa.
orang amerika juga kurang suka berdiri dekat2 dengan orang lain, karena terbiasa berada di ruang yg lebar.
indonesia sebetulnya punya wilayah yg luas, tapi semua pada ngumpul di jakarta...
Jakarta tidak butuh gubernur untuk mengatasi kemacetan.
Jakarta hanya butuh LEBARAN untuk mengatasi kemacetan.
mengatasi kemecatan jakarta gampanglah, tinggal sediakan aja 10.000 bus transjakarta, aku jamin, lancar jakarta ini...
Kita tidak pernah bisa melihat masa depan, tetapi kita bisa menatanya dengan baik sesuai keinginan kita hari ini ( Fitri Purnama Sari )
Transmigrasi itu efektif gak sih? Dalam pikiran gw, mending dilakukan transmigrasi aja... Warga2 DKI sebagian dipindahin ke kota2 yg masih sepi penduduk. Bagi yg mau, dapat tunjangan misal sekian juta untuk membuka lapangan pekerjaan di sana. Lalu pemerintah juga fokusin pada pembangunan2 di kota2 kecil tersebut
transmigrasi kayaknya lebih mungkin kalau dari jawa ke luar jawa, orang akan tertarik karena dijanjikan akan diberi lahan senilai beberapa juta.
kalo orang jakarta dijanjikan beberapa juta untuk pindah, rasanya sulit karena income penduduk di jakarta rata2nya mungkin sudah diatas 3jt per keluarga.
(ayahnya kerja jadi buruh dengan gaji 1,5jt,
lalu istrinya buka warung atau sebaliknya si ayah ngojek dan istrinya jadi buruh, atau keduanya buruh)
kalau orang jawa yg hidupnya didesa cuma jadi buruh tani tanpa memiliki lahan sendiri, mungkin tertarik dijanjikan tanah di kalimantan atau sulawesi.
Emang sih... di Jkt bisa pendapatan berjuta2. Gw pernah ngobrol sama OB, dia cerita punya 3 rumah... 1 rumah untuk 1 anaknya. Padahal dia 'cuma' OB, istrinya buka warung. Tapi bisa semakmur itu ya
.
Gw pernah baca spanduk 'dengan pembangunan jalan layang, macet akan terurai', apa itu efektif yah?
Btw, tadi jam 7 pagi aja di Tanjung Duren gw kejebak macet... padahal jam 7 pagi lo. Terus tadi siang di tol gw kejebak macet ampe hampir 2 jam. Akankah macet jadi perhatian utama pemerintah DKI?
^
harus lah...
itu kan dari si kumis yang katanya ahli macet, tapi ujung ujungnya tambah parah.
percuma aja jalan layang? wong mobil ama motor aja tambah banyak?
tanjung duren lagi... jangan ditanya deh. daerah Jakarta Barat itu emang udah parah (sama kayak daerah laen sih)
biasa gw juga kalo naek bus Jakarta Grogol, udah tinggal duduk tidur aja, kaga mau liat macet dll. yg penting nyampe...![]()