pardon my vocabulary
mungkin ada yang bisa membantuku nge-rephrase maksudku![]()
pardon my vocabulary
mungkin ada yang bisa membantuku nge-rephrase maksudku![]()
Lagi menunggu Fere, ahli Pertegakan untuk menginvestigasi antena mana yang tegak![]()
~Radio Kopimaya~
Dlm sistem demokrasi, kekuasaan negara ada di tangan rakyat, di tangan orang banyak, di tangan publik, bukan di tangan raja.
Dlm sistem republik, urusan negara adalah urusan rakyat, urusan orang banyak, urusan publik (public matter), bukan urusan kalangan keluarga raja.Republik dari kata Res = masalah/persoalan/keperdulian (matter), publica = publik. Permasalahan publik jadi hukum. Artinya bukan publik atau rakyat yg berkuasa, akan tetapi hukum yg mengatur persoalan dan keperdulian utk masyarakat. Artinya di sini yg nomor satu itu hukum. Biar pun mayoritas mengatakan bersalah, kalau menurut hukum yg berlaku tidak bersalah, maka keputusan tidak bersalah.
Yg gw kagak mudheng, kenapa lo menekankan republik sbg menunjung tinggi konstitusi, sedangkan demokrasi malah kagak?
Konstitusi ada dimana-mana, ya di negara republik/demokrasi maupun di negara monarki. Misalnya konstitusi Arab Saudi adalah Quran dan Hadis. Memang Quran dan Hadis tidak berubah2, dari dulu itu2 aja teks-nya, tetapi tafsirannya bisa berubah2. Kan sama saja dgn UU yg bisa berubah2. Di Arab Saudi, ulama pilihan raja-lah yg mengubah2 tafsir Quran dan Hadis. Di Republik Indonesia, DPR-lah yg mengubah2 UU sbg tafsiran thd konstitusi.
![]()
Yup.. karena memang kekuasaan ditangan mayoritas!
Yup.. tapi bukan hanya mayoritas saja.Dlm sistem republik, urusan negara adalah urusan rakyat, urusan orang banyak, urusan publik (public matter), bukan urusan kalangan keluarga raja.
Karena republik membatasi gerak gerik mayoritas. Sedangkan demokrasi memenangkan golongan mayoritas.Yg gw kagak mudheng, kenapa lo menekankan republik sbg menunjung tinggi konstitusi, sedangkan demokrasi malah kagak?
Kalo di negara2 kerajaan ada konstitusinya di mana raja dibawah konstitusi, ya namanya negara republik lah. Kalo monarki murni itu keputusan raja adalah konstitusinya negara tsb.Konstitusi ada dimana-mana, ya di negara republik/demokrasi maupun di negara monarki. Misalnya konstitusi Arab Saudi adalah Quran dan Hadis. Memang Quran dan Hadis tidak berubah2, dari dulu itu2 aja teks-nya, tetapi tafsirannya bisa berubah2. Kan sama saja dgn UU yg bisa berubah2. Di Arab Saudi, ulama pilihan raja-lah yg mengubah2 tafsir Quran dan Hadis. Di Republik Indonesia, DPR-lah yg mengubah2 UU sbg tafsiran thd konstitusi.
![]()
Kecuali prakteknya.. bilangnya ada konstitusi tapi konstitusi tsb tidak dihiraukan.
Bagaimana konsep republik dan demokrasi aja luh gak jelas, kok bilang kayak di atas?
Yg memenangkan mayoritas adalah voting. Kok demokrasi jadi sama dengan voting?
Republik berarti urusan negara adalah urusan orang banyak. Kalo luh terjemahkan orang banyak sbg mayoritas, maka republik pun berarti urusan negara adalah urusan mayoritas. Lha jadi sama aja dgn pemahaman luh ttg demokrasi.
Hadoooh... Gw jadi pengen bikin topik "Kenapa orang Islam gak bisa berfikir rasional?"