Yup.. karena memang kekuasaan ditangan mayoritas!
Yup.. tapi bukan hanya mayoritas saja.Dlm sistem republik, urusan negara adalah urusan rakyat, urusan orang banyak, urusan publik (public matter), bukan urusan kalangan keluarga raja.
Karena republik membatasi gerak gerik mayoritas. Sedangkan demokrasi memenangkan golongan mayoritas.Yg gw kagak mudheng, kenapa lo menekankan republik sbg menunjung tinggi konstitusi, sedangkan demokrasi malah kagak?
Kalo di negara2 kerajaan ada konstitusinya di mana raja dibawah konstitusi, ya namanya negara republik lah. Kalo monarki murni itu keputusan raja adalah konstitusinya negara tsb.Konstitusi ada dimana-mana, ya di negara republik/demokrasi maupun di negara monarki. Misalnya konstitusi Arab Saudi adalah Quran dan Hadis. Memang Quran dan Hadis tidak berubah2, dari dulu itu2 aja teks-nya, tetapi tafsirannya bisa berubah2. Kan sama saja dgn UU yg bisa berubah2. Di Arab Saudi, ulama pilihan raja-lah yg mengubah2 tafsir Quran dan Hadis. Di Republik Indonesia, DPR-lah yg mengubah2 UU sbg tafsiran thd konstitusi.
![]()
Kecuali prakteknya.. bilangnya ada konstitusi tapi konstitusi tsb tidak dihiraukan.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)




Reply With Quote
