Waktu China membantai mahasiswa di Tiananmen, AS dan barat bereaksi keras sampai hubungan China-Barat sempat menegang.
Tapi harus diakui AS tidak berani menyerang China, apalagi ada Rusia dibelakangnya.
Waktu China membantai mahasiswa di Tiananmen, AS dan barat bereaksi keras sampai hubungan China-Barat sempat menegang.
Tapi harus diakui AS tidak berani menyerang China, apalagi ada Rusia dibelakangnya.
Maksud hati hendak menjalankan Resolusi PBB Pasal VII untuk
melindungi warga sipil, namun aksi ini toh juga mengorbankan
rakyat sipil.
AS dan sekutunya, menumpang PBB, memang baik banget soal
kemanusiaan sepanjang itu berada di kawasan kaya minyak
Bahkan kalangan militer AS sendiri mengingatkan akan bahaya
intervensi atas sebuah negara berdaulat yang tidak sedang berperang
melawan AS. Mempersenjatai pemberontak kelak akan menjadi
senjata makan tuan bagi AS karena bakal menyokong gerakan
ala Osama Bin Laden.
Libya toh sudah melakukan gencatan senjata sejak serangan atas
nama kemanusiaan itu dilakukan. Lihat saja, apa AS dan sekutunya
pun akan berhenti atau kemudian mengobok-obok Libya sebagaimana
halnya Irak, lalu bagi-bagi konsesi minyak.
--Kutukan Minyak--
Last edited by keremus; 21-03-2011 at 08:40 PM.
´There are two ways to conquer and enslave a nation. One is by the sword. The other is by debt´
-John Adams-