Gw sih gak yakin kalau kopi schet murah itu pakai perasa kopi
kalau tidak pakai perasa nggak mungkin rasanya bisa seragam , coba aja beli kopi bubuk kemasan di surabaya , terus jakarta,terus medan bandingkan rasanya apakah rasanya berbeda ? simpel saja untuk menginvestigasi kalau kopi di olah dengan perasa atau tidak., secara logika rasa kopi akan sangat di tentukan di mana tanaman tersebut di tanam , faktor jenis tanah dan level ketinggian tanah akan mempengaruh i citrarasa dari kopi itu sendiri bagi para penggila kopi begitu merasakan kopi akan terasa bau tanah di mana kopi tersebut di tanam , nah kitapun tahu kalau pertanian kopi di indonesia masih merupakan tanaman rakyat dengan luas lahan terbatas , so ... jadi bagaimana rumusnya biar dapat rasa yg sama ?, lebih sadis lagi kopi robusta bisa beraroma arabika ..hahaha walaupun utk beberapa orang yg sensitif dengan kopi akan merasakan seperti ada aroma sabun detergen atau minyak nyong-nyong di dalam kopi hahahahaha.....

Lagipula harga 1 schet kopi kapal api susu itu kira2 Rp 800/sachet isi 31 gram, rasanya harga segitu sudah wajar untuk kopi robusta, mereka juga menggunakan aluminium foil sebagai sachet untuk mencegah hilangnya aroma kopi.
dengan harga segitu saya bisa beli kopi arabica grade 1 atau tinggal nambah dikit dapat kopi luak ...hahahhahahaha......
aroma kopi akan jadi lain setelah 3 hari melewati masa giling bagi lidah yg sensitif akan berasa apek , maka yg paling baik adalah dengan menyimpang dalam bentuk biji sangrai (roasted coffee bean) yg bisa bertahan sekitar 3 bulan atau kalau mau jangka panjang dengan menyimpan green bean ( biji kering ) di fermentasikan makin lama makin baik , kalau sampai 5 tahun bisa berasa seperti kopi luak.
orang indonesia sudah puas dengan kopi tubruk yg murah sekarang diajari untuk membeli kopi seharga 40rb/gelas.
sebenarnya kopi kelas pinggiran pun masih terlalu mahal , mereka di bodoh in dengan campuran jagung yg ampun-ampunan takarannya hahahahahaha kopi bubuk jagung mah hanya 120rb dah dapat satu kwintal , itu sudah bisa buat ngopi satu kelurah an ...hahahahahaha

konsumen yg beli kopi instan itu bukan konsumen kelas berat macam youngblue, tapi konsumen kek gw yg taunya kopi cuman rasa pait jadi ya gw ngerti derita TS, pasti bisa memahami beda kopi jelek dan bagus dibandingkan org awam.
itulah yg perlu di sayangkan kenapa cuma segelintir orang yg bisa membedakan rasa kopi , itu karena tidak terbiasa membandingkan beberapa rasa dan aroma kopi ... itupun di permaklumkan karena masyarakat sulit menemukan kopi berkualitas di pasar sekitar kita , mau ndak mau yg bisa di dapat hanya kopi bubuk dalam kemasan, makanya dari sekarang belajar untuk mencoba beberapa kopi yg berkualitas dari negeri ini, biar bisa membedakan , begitu mulai terlatih maka akan terbuka wawasan akan kopi yg bermutu...kekekekeke

orang indo itu setau g penggemar kopi tubruk (buat yg maniak kopi asli)
bukan jadi2an seperti penggemar starbuck atau warkop berkelas lainnya
harganya ga masuk akal
itulah iranisnya masyarakat ini , di level warkop mereka di jejali dengan kopi rasa jagung yg di lakukan para opertunitis yg memanfaatkan perbedaan harga kopi dan jagung.
di level penggemar coffee di jejali dengan perasa dan aroma bahkan campuran syrup..ckckckckckc ,

aku tahunya kopi enak tuh dari daerah kampungku, jadi kopi instan tuh ya emang berasa standar aja.
kalau ke medan mampir chan nati tak bikinkan secangkir kopi special asli proses sendiri dari sangrai hingga giling.