Jadi inget dulu ada yang ngomong:
"kamu itu sudah beragama tapi belum berTuhan".![]()
Gitu ya...
Jadi agama bukan jenis pembelajaran seumur hidup menurut sampeyan. Apa yang membuat seseorang tau dia sudah tamat beragama?
Atau males sholat aja
Ini ngomongin Islam bukan? Setau saya sholat itu rukun Islam kedua. Jadi bukan bagian dari pelajaran tapi bagian dari fondasi. Fondasi nggak ada mestinya bukan rumahnya selesai dibangun tapi malah roboh.
Hus, yang bilang itu levelnya S1 siapa? mungkin aja kan itu SMK ato malah SD![]()
There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.
Everyone wants happiness, no one wants pain.
But you can't make a rainbow without a little rain.
sudah kenal tuhan
sudah lepas dari "tempurung" agama
itu salah dua aja, ntar kalo keinget gue tambahin
sholat itu pelajaran om
kalo sholat gak dipelajari hasilnya bukan sholat tapi cuma senam arab
contohnya seperti sholat tapi korupsi jalan terus, sholat tapi maksiat lanjut
atau yg paling umum, sholat tapi ketika sholat mikirin kerja, mikirin utang atau mikirin kode buntut, mikirin anak, sekolah de el el
---------- Post Merged at 02:00 PM ----------
Dalam bahasanya sujiwotejo, beragama tapi gak bertuhan itu seperti orang menikah tapi cuma di grepe-grepe aja. Cuma bermain di seputaran kulit aja, nggak pernah menyentuh dalemannya apalagi sampai menyetubuhinya.
![]()
Jadi sudah bisa saya simpulkan ya kalo menurut anda orang yang tamat beragama tidak lagi beragama. Ini kedengarannya serupa dengan agnostik, bertuhan tanpa agama cmiiw.
Terus menurut om sedge kan kita jangan mencap orang tidak sholat semena-mena.
Bisa saya simpulkan lagi bahwa menurut om sedge orang yang sudah tamat pelajaran agama tidak perlu sholat, correct?
There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.
Everyone wants happiness, no one wants pain.
But you can't make a rainbow without a little rain.
serupa tapi tak sama.
orang yg bertuhan setelah melalui kurikulum agama biasanya punya pengikut, dan bisa memberi pencerahan.
kalau agnostik, bagi saya, lebih kepada gaya hidup, buat kebaikan dirinya sendiri dan kapasitasnya dalam memberi pencerahan sangat terbatas.
iya, jangan menilai relijius dari jidatnya.
not exactly
setelah selesai beragama terus gak perlu sholat itu jangan di generalisir. Kepada siapa aturan itu berlaku.
Kalau orang yg sudah selesai beragamanya sekelas nabi, tentu masih perlu sholat. Buat apa ? Buat memberi tauladan pengikutnya.
Walaupun sudah dijamin surga dan terbebas dari dosa, tetap aja sholat. Seorang pemimpin yg masih mau makan singkong dan duduk lesehan di tepi jalan tentu akan membuat pengikutnya menghargai menjunjung dan mengikuti ajarannya.
Nah, selain sekelas nabi ada juga yg sekelas waliyulloh, para syaikh syaih grandmaster sufi. Mereka mendapat ajaran tasawuf dari Nabi Muhammad tentunya mengikuti apa yang sudah nabi contohkan. Sudah tamat beragama tapi masih sholat.
Kalau diluar itu ada yg sudah tidak sholat. Tentunya dengan tetap menjaga keseimbangan syariah yg berlaku. Agar supaya tidak menimbulkan kegalauan dan terguncang serta meweknya mereka-mereka yg belum siap mental dengan paradigma yg sudah terlanjur berlaku.
Saya ada pengalaman, seorang buddhist yg sudah selesai beragamanya.
Suatu ketika kita janjian di vihara buddhagaya watugong, lalu saya diajaknya keliling. Tour guide spiritual.
Ketika masuk pagodanya avalokiteshvara, dimana ada patungnya kwan im gede banget, belio cuek2 aja.
Ketika lewat patungnya Guan Yu juga kalem2 aja. Padahal ketika lewat, orang-orang pada sembahyang di depan patung.
Sampe suatu titik, tournya sampe ke ruang sembahyang yg cuma ada patung buddha (siddharta gautama). Belio langsung ambil dupa lalu sembahyang.
Lalu saya tanya, di sini sembahyang disana koq nggak ?
Jawabnya, karena Sang sidhharta adalah buddha, dia yg sudah tercerahkan. Kalo yg tadi masih boddhisatva.
Saya jawab, ooo mereka yg di pagoda cuma senior sampeyan ya?
Dia ngakak dengan perumpamaan saya, sambil ngangguk2
Kalo orang buddha yg syariat melihat kelakuan belio ini kira-kira di anggap kafir atau nyeleneh saya ndak tau.
^
Udah baca kok kemaren,
sengaja gak komen,
---------- Post Merged at 12:54 PM ----------
Sekedar nyeletuk..
Jadi buat yang ude selese beragama, masih bayar zakat nggak om..?
Masih puasa Ramadhan nggak..? Trus masih bersandar pada hukum
Halal/Haram di makanan/minuman dan di hal2 lain nggak om..?
Secara tersirat sudah saya jawab juga di atas..
Tinggal kontrol f aja, terus replace kata-kata sholat, diganti dengan zakat, puasa, haji dan syahadat.
Hukum halal/ haram itu cuma sebagian kecil dari bagian hukum Tuhan.
Nah, Beliau-beliau ini bersandar kepada hukum Tuhan. Tentu saja masih bersandar pada hukum halal/ haram, tapi hukum halal/ haram atas perintah Tuhan. Bukan atas dasar yg tertulis di buku (tekstual). Di kitab suci udah diceritakan, ada di surah al kahfi.
Oh.. ic
Jadi cuman menjalankan apa2 yang diperintahkan
Tuhan secara langsung kepada mereka ya om..?