Quote Originally Posted by keremus View Post
Menurut saya, secara umum, Buddha dan Hindu tak kelihatan eksklusif,
seperti halnya Islam, Kristen dan Yudaism. Atau mungkin karena saya tidak
begitu mendalami keduanya.
Buddha hindhu pun kalo udah mengelompok, ya exclusip lah. Akhirnya bentuk sekte2. Coba muslim2 ato kristen2 yg tidak mengelompok dgn kelompok apa pun (inklusip), apa masih merasa eksklusip?

Tesis Purba kan sekadar menggarisbawahi bahwa monoteisme eksklusif
memiliki potensi lebih besar untuk berkonflik ketimbang yang bukan.

Namanya potensi, praksis pada akhirnya tergantung pada individu/umat.
Loh apa itu berarti pada jaman dimana mayoritas polytheis lalu ga ada konflik? Aman sentosa? Apa politeis eksklusip ga ada?
Semua yg (ud merasa) eksklusip ya jelas menimbulkan perbedaan hak, dimana yg eksklusif (merasa) lebih tinggi.