Quote Originally Posted by pasingsingan View Post
Doktrin eksklusif
Monoteisme memandang rendah keyakinan yng ada diluarnya (sindrom superioritas?)
(self proclaim of truth?), gw rasa hal spt itu bkn monopoli kalangan monoteis aja deh pur?
misal, Hindu & Buddha (dapatkah dijadikan sampling non-monoteis?,CMIW) ini juga melakukan
self proclaim, dan dlm batas2 tertentu juga melakukan eksklusivitas. Pada dasarnya semua
ideologi memliki ciri doktrin/ajaran bersifat umum dan khusus (baca universal & special)
Kayaknya ente sedang memperhatikan individunya. Memang bisa saja individu yg mengaku monoteis, tetapi bersikap inklusif. Itu ane lihat sbg anomali karena jumlahnya dikit. Misalnya Gus Dur. Dia muslim alias monoteis, tetapi sikapnya inklusif. Yg jadi fokus ane adalah konsekuensi logis dari suatu ajaran, dlm hal ini, monoteisme. Ajaran ini punya konsekuensi logis berupa eksklusivisme.

Ekspansionisme
Klo sudah membentuk kelompok/komunitas, kemudian merasa kuat, tentu ada potensi alias
"kecenderungan" melakukan abuse of power thd kelompok lain dlm hal saling memperluas
pengaruhnya, entah itu dng motif ideologi atau ekonomi. Itulah watak asli homo sapien pur
Gak selalu begitu, sing. Ahmadiyah jelas komunitas kecil dan lemah, tetapi mereka ekspansif. Mereka mempunyai doktrin utk menyebarkan kebenaran. Nah ini yg meletupkan potensi menjadi konflik terbuka. Yahudi kuat dan besar, tetapi secara ideologis tidak ekspansif.

Klo diletakkan pada bingkai yng lebih luas (baca konflik peradaban)
akar konflik tdk semata-semata masalah ideologi, justru masalah ekonomi yng dominan
ingat sejarah peradaban, teori kepentingan (baca kolonialisme) misalnya.
Memang akar konflik tidak melulu ideologis. Tetapi ideologi2 tertentu memiliki potensi besar utk menghasilkan konflik. Ane melihat monoteisme punya potensi besar menghasilkan konflik ideologis.

Sektarian
Ini juga diidap oleh semua ideologi/keyakinan
jadi bukan monopoli ideologi yng diberi cap sbg "agama"
paham atheis & agnostic misalnya, faktanya tidak hanya satu macam
spectrum jg (baca corak pemahaman), dng sendirinya itu juga
menegaskan adanya pengelompokan (sekte).

..... tambah lagi kopinya pur
Sektarian memang bisa terjadi di induk ideologi apa saja. Ini karena cara pandang. Tetapi sekte yg monoteistis cenderung eksklusif dibandingkan sekte yg politeistis.

...sruput dulu kopinya sing...