Results 1 to 20 of 52

Thread: Monoteisme dan Sikap Eksklusif

Hybrid View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1
    Sebentar... aku mau ketawa dulu...
    Hahahahahahahahahahahahahahaha...

    Selamat datang di Kopimaya, May Spears..

    Saya kira tadi May marah-marah karena pesannya singkat banget, cuma bilang "not interested talking about it.. bye". Ternyata abis itu diedit lagi dan jadi panjang..

    Quote Originally Posted by Spears Banget
    trus nih gw ambil dr Wiki (jadi baca ttg agama Budha deh, pdhal males bgt..utkmu agamamu, untukku agamaku)
    Sekali lagi, selamat datang di Kopimaya, May Spears..

    Itu memang tradisi anak-anak Kopimaya mantan AK-er dari sejak di lapak lama. Kalau mengeluarkan pernyataan, wajib mengeluarkan bukti rujukan. Jadi kadang ada yang tadinya asal bicara ('setahu gue', 'pokoknya kata murabbi gue', 'kata ustadz gue') akhirnya harus dipaksa mencari sumbernya sendiri.

    Tidak ada niat siapapun di sini untuk mengubah agama lawan bicara, menjelekkan lawan bicara, atau mengubah jalan pikiran lawan bicara. Hanya merangsang sifat kritis.

    Kadang kalau diskusi sudah mencapai titik jenuh, tidak ada salahnya untuk meninggalkan diskusi tersebut kok.

  2. #2
    pelanggan setia spears's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    6,733
    Quote Originally Posted by an-narkaulipsiy View Post
    Sebentar... aku mau ketawa dulu...
    Hahahahahahahahahahahahahahaha...

    Selamat datang di Kopimaya, May Spears..

    Saya kira tadi May marah-marah karena pesannya singkat banget, cuma bilang "not interested talking about it.. bye". Ternyata abis itu diedit lagi dan jadi panjang..



    Sekali lagi, selamat datang di Kopimaya, May Spears..

    Itu memang tradisi anak-anak Kopimaya mantan AK-er dari sejak di lapak lama. Kalau mengeluarkan pernyataan, wajib mengeluarkan bukti rujukan. Jadi kadang ada yang tadinya asal bicara ('setahu gue', 'pokoknya kata murabbi gue', 'kata ustadz gue') akhirnya harus dipaksa mencari sumbernya sendiri.

    Tidak ada niat siapapun di sini untuk mengubah agama lawan bicara, menjelekkan lawan bicara, atau mengubah jalan pikiran lawan bicara. Hanya merangsang sifat kritis.

    Kadang kalau diskusi sudah mencapai titik jenuh, tidak ada salahnya untuk meninggalkan diskusi tersebut kok.

    iya td not interested krn gw males berpanjang2 debat soal agama. ga bakal selesai smpe kiamat.
    trus gw edit, krn gw pengen menunjukkan aja, klo mau nyari2 kesalahan agama orang gampang kok, tinggal google.....byar! berjuta2 situs menyediakan banyak celah. jadi gak usah sombong dulu.
    dan itu juga berlaku sama. kalo mau nyari kebenaran agama org juga gampang, google aja juga lagi. berjuta2 situs juga menyediakan jawabannya.

    so, intinya buat gw semua agama eksklusif. period
    Last edited by spears; 09-04-2011 at 11:13 AM.

    love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours

  3. #3
    Quote Originally Posted by spears banget View Post
    iya td not interested krn gw males berpanjang2 debat soal agama. ga bakal selesai smpe kiamat.
    Kalau cuma mencari tahu siapa yang benar dan siapa yang salah, memang gak bakal selesai sampai kiamat.

    Quote Originally Posted by spears banget View Post
    trus gw edit, krn gw pengen menunjukkan aja, klo mau nyari2 kesalahan agama orang gampang kok, tinggal google.....byar! berjuta2 situs menyediakan banyak celah. jadi gak usah sombong dulu.
    dan itu juga berlaku sama. kalo mau nyari kebenaran agama org juga gampang, google aja juga lagi. berjuta2 situs juga menyediakan jawabannya.
    Lebih gampang kalau berbicara tanpa google, tanpa buka buku, tanpa belajar. Sekedar bicara seperti yang ada di Senayan.
    Toh, Google juga gak langsung memberi jawaban. Harus milih-milih dulu mana yang enak buat jadi landasan. Usahamu untuk mencari rujukan mempertahankan pendapatmu itulah yang seharusnya dilakukan setiap orang untuk berdiskusi.

    Quote Originally Posted by spears banget View Post
    so, intinya buat gw semua agama eksklusif. period
    Gak memaksakan pendapat kok. Aku gak bilang Buddha itu eksklusif dan juga tidak bilang Buddha itu inklusif.

    Emang seperti ini kultur tempat lama kami. Kalau berpendapat 'A', siap-siap ditanya lebih jauh dan akhirnya terpaksa cari-cari rujukan. Coba aja lihat di Forum Kesehatan. Kadang-kadang kalau ada kopiers yang gak sreg pada satu pernyataan, kadang-kadang ditanya lagi, kan?

    Kadang-kadang aku berpikir, kehadiran anak-anak KG berpengaruh untuk melepas kekakuan kami, bikin lebih rileks.


    Ayo.. minum kopi dulu.
    Kita menepi aja. Lihat Purba ama nDableg bersitegang.
    Last edited by an-narkaulipsiy; 09-04-2011 at 11:45 AM.

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •