Page 3 of 3 FirstFirst 123
Results 41 to 52 of 52

Thread: Monoteisme dan Sikap Eksklusif

  1. #41
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Ente paham gak yg ane maksud dgn eksklusif?

    Se ide gak berarti eksklusif. Misalnya para dokter berkelompok, gak berarti kelompok insinyur salah, meski ide dokter gak sama dgn ide insinyur.

    Beda dgn ente berkelompok sbg muslim, maka yg nonmuslim pasti salah. Menurut ente yg muslim, Kristen pasti salah. Itu namanya eksklusif.

    Se IDE hoy! bukan se-ilmu. Se ide maksudnya satu ideologi, satu pandangan, satu paham.. punya tujuan yg sama. Dokter ma insinyur kalo punya cita2 sama ya bisa satu kelompok lah.

    Gini neh.. Misalnya insinyur2 di perusahaan A dgn insinyur2 di perusahaan B. Mereka mengelompok kan? Kalo ga satu ide ga mungkin mereka betah bekerja di perusahaan2 masing2 sbg satu team. Dan kelompok dari perusahaan A dan B saling mengklaim bahwa kualitas produknya lah yg terbaik dan jelas produk perusahaan lain kalah. Itu pun eksklusip. Ga perlu agama monotheisme. Selama mereka mengelompok maka ada kecenderungan bersikap eksklusip.

    Tapi coba orang2 beragama yg tidak masuk dalam kelompok, apa masih bersikap eksklusip? Apa masih rawan konflik? Boleh jadi ajaran agama adalah ajaran eksklusip, tapi ga berarti manusia2 nya harus bersikap eksklusip. Ajaran komunisme ataupun kapitalisme pun eksklusip. Namanya ajaran.. paham.. Ga perlu monotheisme kan?
    Last edited by ndableg; 09-04-2011 at 04:56 AM.

  2. #42
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by ndableg View Post
    Se IDE hoy! bukan se-ilmu. Se ide maksudnya satu ideologi, satu pandangan, satu paham.. punya tujuan yg sama. Dokter ma insinyur kalo punya cita2 sama ya bisa satu kelompok lah.
    Oh ILMU bukan IDE? Oke deh...


    Gini neh.. Misalnya insinyur2 di perusahaan A dgn insinyur2 di perusahaan B. Mereka mengelompok kan? Kalo ga satu ide ga mungkin mereka betah bekerja di perusahaan2 masing2 sbg satu team. Dan kelompok dari perusahaan A dan B saling mengklaim bahwa kualitas produknya lah yg terbaik dan jelas produk perusahaan lain kalah. Itu pun eksklusip. Ga perlu agama monotheisme. Selama mereka mengelompok maka ada kecenderungan bersikap eksklusip.
    Jadi klaim produk mereka yg paling bagus atas dasar apa, IDE atau KELOMPOK?

    Tapi coba orang2 beragama yg tidak masuk dalam kelompok, apa masih bersikap eksklusip? Apa masih rawan konflik?
    Bisa saja tanpa perlu kelompok tetapi tetap eksklusif, tergantung dia punya keyakinan seperti apa. Kalo dia menyakini hanya dirinya yg benar, orang lain salah, itu sudah eksklusif, tanpa perlu berkelompok.

    Boleh jadi ajaran agama adalah ajaran eksklusip, tapi ga berarti manusia2 nya harus bersikap eksklusip.
    Bisa saja, tetapi itu berarti mereka gak konsisten dgn ajaran yg diyakininya.

    Ajaran komunisme ataupun kapitalisme pun eksklusip. Namanya ajaran.. paham.. Ga perlu monotheisme kan?
    Gak melulu monoteisme yg eksklusif. Tetapi monoteisme otomatis eksklusif. Kalo digambarkan ada lingkaran besar namanya eksklusivisme. Kemudian ada lingkaran kecil namanya monoteisme. Nama lingkaran monotesime sepenuhnya berada di dalam lingkaran eksklusivisme. Bukan kucing saja yg mamalia. Tetapi kucing otomatis mamalia. Paham kagak?


  3. #43
    Quote Originally Posted by spears banget View Post
    yah mana gw tau cuman penganut Budha atau bukan yg bs melakukan Dharma. gw bukan org Budha dan kaga percaya reinkarnasi. nirwana itu tandanya mereka udah ga harus mengalami putaran reinkarnasi kan?
    Pakai analogi dunia nyata deh.. biar kau mengerti topiknya.
    Kalau persyaratan S1 adalah harus telah lulus ujian masuk, maka S1 tidak eksklusif walaupun hanya yang lulus ujian masuk yang diterima.

    Tetapi persyaratan bahwa yang boleh ikut ujian masuk adalah hanya yang berasal dari sekolah formal SMU atau SMK, maka itu persyaratan eksklusif karena harus masuk ke sebuah kelompok dulu.

    Makanya, kalau kau menganggap bahwa persyaratan berbuat Dharma adalah bukti bahwa Buddha itu agama eksklusif, maka aku tidak setuju kecuali kau bisa membuktikan hanya orang yang formal beragama Buddha melakukan Dharma.

    Paham pertanyaan saya, May Spear?

    Quote Originally Posted by spears banget View Post
    walopun gw gak percaya ama inkarnasi, ular putih, sun go kong...gw gak akan bikin thread betapa anehnya kepercayaan tsb.
    Inkarnasi dan Reinkarnasi itu berbeda. Tidak semua yang percaya inkarnasi itu percaya reinkarnasi.

    Selain itu, memangnya ada umat Buddha yang percaya ular putih dan sun go kong? Mereka itu cerita rakyat. Perjalanan ke Barat (Xiyouji / Jepang: Saykouji) yang ada Sun Go Kong adalah versi fiksi dari perjalanan biksu Xuanzang. Ular putih juga cerita rakyat.

  4. #44
    Quote Originally Posted by keremus View Post
    kalau menurut saya, aslinya Islam itu insklusif.
    Tapi umat Islam kebanyakan berperilaku dan memahami agamanya
    secara eksklusif.
    Quote Originally Posted by danalingga View Post
    Tapi bukankah dalam Islam ada dikatakan hanya agama Islamlah yang benar dimata Allah? Itu rasanya jelas ciri eksklusif.
    Yang Muslim mesti ngakui bahwa ada beberapa ayat yang sekilas tampak bertentangan. Nah, kemudian cara 'rekonsiliasi'-nya berbeda-beda tergantung pandangan masing-masing penafsir. Caranya Hilali-Khan paling ekstrim, yang ayat2 tersebut langsung dianggap 'dibatalkan (nasakh)'. Kalau cara rekonsiliasinya Asum (melirik) pasti mirip cara-caranya ustadz-ustadz di Tarbiyah yang cenderung mempersempit ayat-ayat yang terkesan plural.

    Tapi ada juga tipe-tipe yang rekonsiliasinya 'ala M.A.S Abdel Haleem atau 'ala M. Asad yang cenderung pluralis saat menafsirkan ayat eksklusif tersebut. Catatan bahwa pluralis di sini bukan berarti mereka mengatakan ajaran agama lain itu benar atau sama.

  5. #45
    pelanggan setia spears's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    6,733
    Quote Originally Posted by an-narkaulipsiy View Post
    Pakai analogi dunia nyata deh.. biar kau mengerti topiknya.
    Kalau persyaratan S1 adalah harus telah lulus ujian masuk, maka S1 tidak eksklusif walaupun hanya yang lulus ujian masuk yang diterima.

    Tetapi persyaratan bahwa yang boleh ikut ujian masuk adalah hanya yang berasal dari sekolah formal SMU atau SMK, maka itu persyaratan eksklusif karena harus masuk ke sebuah kelompok dulu.

    Makanya, kalau kau menganggap bahwa persyaratan berbuat Dharma adalah bukti bahwa Buddha itu agama eksklusif, maka aku tidak setuju kecuali kau bisa membuktikan hanya orang yang formal beragama Buddha melakukan Dharma.

    Paham pertanyaan saya, May Spear?



    Inkarnasi dan Reinkarnasi itu berbeda. Tidak semua yang percaya inkarnasi itu percaya reinkarnasi.

    Selain itu, memangnya ada umat Buddha yang percaya ular putih dan sun go kong? Mereka itu cerita rakyat. Perjalanan ke Barat (Xiyouji / Jepang: Saykouji) yang ada Sun Go Kong adalah versi fiksi dari perjalanan biksu Xuanzang. Ular putih juga cerita rakyat.
    wakakakakakkakakakakka... ular putih pai sucen
    not interest to talk abt it.


    lha, emang cuman Budha kan yg bs melakukan Dharma?
    bayangin dunk klo yg reinkarnasi nya jadi Sapi, atau jadi ubur2, atau puun beringin?
    gimana mereka mau melakukan Dharma?
    apakah dengan menjadi sapi yg baik hati dan tidak sombong?rajin menolong teman2nya?wuakakakkaa
    atau mungkin kau mau berbaik hati mengajarkan Dhamma kpd kaum sapi dan Puun Beringin?hahahaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

    trus nih gw ambil dr Wiki (jadi baca ttg agama Budha deh, pdhal males bgt..utkmu agamamu, untukku agamaku)

    Ajaran tentang Delapan Jalan Kelepasan

    Agar terlepas dari penderitaan mereka mereka harus melalui 8 jalan kebenaran yang dibagi menjadi 3 tahap bagian, yaitu:

    Sradha / iman

    1.Percaya yang benar (Samma ditthi). Sraddha atau iman yang terdiri dari “percaya yang benar” ini memberikan pendahuluan yang terdiri dari: Percaya dan menyerahkan diri kepada Buddha sebagai guru yang berwenang mengajarkan kebenaran, percaya menyerahkan diri kepada dharma atau ajaran buddha, sebagai yang membawanya kepada kelepasan, dan percaya setelah menyerahkan diri kepada jemaat sebagai jalan yang dilaluinya. Sila yaitu usaha untuk mencapai moral yang tinggi
    http://id.wikipedia.org/wiki/Agama_Buddha

    coba! sama ajeeee eksklusifnya.
    disitu (liat yg gw bold) dikatakan utk lepas dr penderitaan, salah satu poinnya, percaya dan menyerahkan diri kepada Budha sbg guru yg berwenang mengajarkan kebenaran.
    apa ini namanya bukan eksklusif?? helllooooo.
    so, if i refuse utk menyerahkan diri kepada Budha, artinya ga bs lepas dr penderitaan doooooooooooong. cwapede.

    udahlah. eksklusif kok.
    blm lg di Budha ada Threvada, Mahayana dll dsb. alirannya eksklusif tho?

    belom lg disini :

    kebanyakan kata : "hanya" , "hanya menerima", "hanya" , "hanya menerima"

    itu eksklusif kan???

    TER NYA TA...
    Last edited by spears; 09-04-2011 at 10:58 AM.

    love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours

  6. #46
    Quote Originally Posted by an-narkaulipsiy View Post
    Yang Muslim mesti ngakui bahwa ada beberapa ayat yang sekilas tampak bertentangan. Nah, kemudian cara 'rekonsiliasi'-nya berbeda-beda tergantung pandangan masing-masing penafsir. Caranya Hilali-Khan paling ekstrim, yang ayat2 tersebut langsung dianggap 'dibatalkan (nasakh)'. Kalau cara rekonsiliasinya Asum (melirik) pasti mirip cara-caranya ustadz-ustadz di Tarbiyah yang cenderung mempersempit ayat-ayat yang terkesan plural.

    Tapi ada juga tipe-tipe yang rekonsiliasinya 'ala M.A.S Abdel Haleem atau 'ala M. Asad yang cenderung pluralis saat menafsirkan ayat eksklusif tersebut. Catatan bahwa pluralis di sini bukan berarti mereka mengatakan ajaran agama lain itu benar atau sama.
    Nah ini menarik. Ternyata satu ayat yang sepertinya ekskusif itu bisa mempunyai bermacam pendekatan.

    Terus terang pendekatan semacam postingan saya mengenai KeTuhanan Yesus itu bisa juga diterapkan dalam ayat tersebut sehinggan menjadi Inklusif. Tapi ya resikonya, dicap telah menodai agama oleh kebanyakan pastinya, karena semua orang bisa jadi Islam tanpa memeluk agama Islam.

  7. #47
    Sebentar... aku mau ketawa dulu...
    Hahahahahahahahahahahahahahaha...

    Selamat datang di Kopimaya, May Spears..

    Saya kira tadi May marah-marah karena pesannya singkat banget, cuma bilang "not interested talking about it.. bye". Ternyata abis itu diedit lagi dan jadi panjang..

    Quote Originally Posted by Spears Banget
    trus nih gw ambil dr Wiki (jadi baca ttg agama Budha deh, pdhal males bgt..utkmu agamamu, untukku agamaku)
    Sekali lagi, selamat datang di Kopimaya, May Spears..

    Itu memang tradisi anak-anak Kopimaya mantan AK-er dari sejak di lapak lama. Kalau mengeluarkan pernyataan, wajib mengeluarkan bukti rujukan. Jadi kadang ada yang tadinya asal bicara ('setahu gue', 'pokoknya kata murabbi gue', 'kata ustadz gue') akhirnya harus dipaksa mencari sumbernya sendiri.

    Tidak ada niat siapapun di sini untuk mengubah agama lawan bicara, menjelekkan lawan bicara, atau mengubah jalan pikiran lawan bicara. Hanya merangsang sifat kritis.

    Kadang kalau diskusi sudah mencapai titik jenuh, tidak ada salahnya untuk meninggalkan diskusi tersebut kok.

  8. #48
    pelanggan setia spears's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    6,733
    Quote Originally Posted by an-narkaulipsiy View Post
    Sebentar... aku mau ketawa dulu...
    Hahahahahahahahahahahahahahaha...

    Selamat datang di Kopimaya, May Spears..

    Saya kira tadi May marah-marah karena pesannya singkat banget, cuma bilang "not interested talking about it.. bye". Ternyata abis itu diedit lagi dan jadi panjang..



    Sekali lagi, selamat datang di Kopimaya, May Spears..

    Itu memang tradisi anak-anak Kopimaya mantan AK-er dari sejak di lapak lama. Kalau mengeluarkan pernyataan, wajib mengeluarkan bukti rujukan. Jadi kadang ada yang tadinya asal bicara ('setahu gue', 'pokoknya kata murabbi gue', 'kata ustadz gue') akhirnya harus dipaksa mencari sumbernya sendiri.

    Tidak ada niat siapapun di sini untuk mengubah agama lawan bicara, menjelekkan lawan bicara, atau mengubah jalan pikiran lawan bicara. Hanya merangsang sifat kritis.

    Kadang kalau diskusi sudah mencapai titik jenuh, tidak ada salahnya untuk meninggalkan diskusi tersebut kok.

    iya td not interested krn gw males berpanjang2 debat soal agama. ga bakal selesai smpe kiamat.
    trus gw edit, krn gw pengen menunjukkan aja, klo mau nyari2 kesalahan agama orang gampang kok, tinggal google.....byar! berjuta2 situs menyediakan banyak celah. jadi gak usah sombong dulu.
    dan itu juga berlaku sama. kalo mau nyari kebenaran agama org juga gampang, google aja juga lagi. berjuta2 situs juga menyediakan jawabannya.

    so, intinya buat gw semua agama eksklusif. period
    Last edited by spears; 09-04-2011 at 11:13 AM.

    love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours

  9. #49
    Quote Originally Posted by spears banget View Post
    iya td not interested krn gw males berpanjang2 debat soal agama. ga bakal selesai smpe kiamat.
    Kalau cuma mencari tahu siapa yang benar dan siapa yang salah, memang gak bakal selesai sampai kiamat.

    Quote Originally Posted by spears banget View Post
    trus gw edit, krn gw pengen menunjukkan aja, klo mau nyari2 kesalahan agama orang gampang kok, tinggal google.....byar! berjuta2 situs menyediakan banyak celah. jadi gak usah sombong dulu.
    dan itu juga berlaku sama. kalo mau nyari kebenaran agama org juga gampang, google aja juga lagi. berjuta2 situs juga menyediakan jawabannya.
    Lebih gampang kalau berbicara tanpa google, tanpa buka buku, tanpa belajar. Sekedar bicara seperti yang ada di Senayan.
    Toh, Google juga gak langsung memberi jawaban. Harus milih-milih dulu mana yang enak buat jadi landasan. Usahamu untuk mencari rujukan mempertahankan pendapatmu itulah yang seharusnya dilakukan setiap orang untuk berdiskusi.

    Quote Originally Posted by spears banget View Post
    so, intinya buat gw semua agama eksklusif. period
    Gak memaksakan pendapat kok. Aku gak bilang Buddha itu eksklusif dan juga tidak bilang Buddha itu inklusif.

    Emang seperti ini kultur tempat lama kami. Kalau berpendapat 'A', siap-siap ditanya lebih jauh dan akhirnya terpaksa cari-cari rujukan. Coba aja lihat di Forum Kesehatan. Kadang-kadang kalau ada kopiers yang gak sreg pada satu pernyataan, kadang-kadang ditanya lagi, kan?

    Kadang-kadang aku berpikir, kehadiran anak-anak KG berpengaruh untuk melepas kekakuan kami, bikin lebih rileks.


    Ayo.. minum kopi dulu.
    Kita menepi aja. Lihat Purba ama nDableg bersitegang.
    Last edited by an-narkaulipsiy; 09-04-2011 at 11:45 AM.

  10. #50
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Jadi klaim produk mereka yg paling bagus atas dasar apa, IDE atau KELOMPOK?
    IDE dalam KELOMPOK nya. Bukan IDE dalam KELOMPOK lain, walaupun di kelompok lain ada sesama insinyur ataupun manager.

    Bisa saja tanpa perlu kelompok tetapi tetap eksklusif, tergantung dia punya keyakinan seperti apa. Kalo dia menyakini hanya dirinya yg benar, orang lain salah, itu sudah eksklusif, tanpa perlu berkelompok.
    Ok bisa saja eksklusif sendirian tanpa berkelompok.. akhirnya stress nembak2 orang di sekolahan dah.. Itu tandanya kasus spesial pur.

    Tapi normalnya, ga ada orang bersikap eksklusip sendirian. Otomatis dia cari yg sama2 kelompok dan sepaham. Bikin kelompok2 pengajian, neo nazi, supporter ajax, partai komunis dll.

    Kalo enggak ya bersikap inklusip.

    Bisa saja, tetapi itu berarti mereka gak konsisten dgn ajaran yg diyakininya.
    Berarti ente akui bisa inklusip.
    Lalu apa benar ga konsisten dgn ajaran yg diyakininya? Anda memandang monotheisme secara picik. Anda menganggap orang beragama A pasti masuk dalam kelompok AB, AD, ato AC yg ketika dalam berkelompok memiliki aturan sendiri dalam kelompoknya. Anda menganggap semua orang berkeyakinan ahmadiyah hanya berinteraksi dgn ahmadiyah.

    Apa kalo ada orang sunni bersahabat dgn ahmadiyah itu berarti orang sunni dan ahmadiyah tsb tidak konsekuen menjalankan ajaran agamanya? Lalu apa artinya agamaku agamaku, agama mu agama mu? ajaran monotheis luas coy, ga sebates satu dua ayat.

    Gak melulu monoteisme yg eksklusif. Tetapi monoteisme otomatis eksklusif. Kalo digambarkan ada lingkaran besar namanya eksklusivisme. Kemudian ada lingkaran kecil namanya monoteisme. Nama lingkaran monotesime sepenuhnya berada di dalam lingkaran eksklusivisme. Bukan kucing saja yg mamalia. Tetapi kucing otomatis mamalia. Paham kagak?
    Ok.. so what? Ideologi mana yg ga eksklusip?
    Ambil contoh buddha, yg katanya ga eksklusip. Buddha mengajarkan kebaikan, apa lalu mentolerir koruptor? paham nazi yg anti orang asing? paham hedonisme? Ajaran buddha jelas eksklusip buat orang Buddha.. Ga mungkin ada pemerkosa lalu dianggap.. oh dia seorang buddha yg baik. Nope, ada kriterianya bagaimana ente bisa dianggap buddhist yg baik.

    Saya hanya menyanggah pernyataan ente bahwa orang berpaham monotheisme selalu bersikap eksklusip dan cenderung menyebabkan konflik. Saya katakan semua paham bisa menyebabkan orang bertingkah eksklusip selama orang2 tsb mengelompok dgn membawa ide2 tsb. Dan kecenderungan eksklusifisme bukan menyebabkan konflik, melainkan PERSAINGAN. Konflik memang bisa terjadi dimana persaingan antar kelompok dgn paham tertentu bersaing secara tidak sehat.

    paham kagak?

  11. #51
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by ndableg
    Saya hanya menyanggah pernyataan ente bahwa orang berpaham monotheisme selalu bersikap eksklusip dan cenderung menyebabkan konflik. Saya katakan semua paham bisa menyebabkan orang bertingkah eksklusip selama orang2 tsb mengelompok dgn membawa ide2 tsb. Dan kecenderungan eksklusifisme bukan menyebabkan konflik, melainkan PERSAINGAN. Konflik memang bisa terjadi dimana persaingan antar kelompok dgn paham tertentu bersaing secara tidak sehat.
    Ane mulai lagi dari awal. Eksklusif adalah menolak ajaran lain dapat membawa pada keselamatan. Ane kasih ilustrasi eksklusif misalnya ajaran yang mengatakan hanya percaya Yesus maka akan selamat atau hanya mengucapkan syahadat maka akan selamat, dst. Sedangkan ilustrasi inklusif misalnya ajaran yg mengatakan keselamatan dapat diperoleh melalui banyak jalan, bisa lewat Yesus atau lewat syahadat. Kalo ane gak salah, Katolik Roma pernah mengeluarkan fatwa bahwa keselamatan pun dapat diperoleh di luar Yesus. Nah itu inklusif. Ilustrasi2 ini memperlihatkan bahwa eksklusif/inklusif tidak ada hubungannya dengan kelompok, melainkan dengan ajaran/ide. Jadi kalo ente mau menyanggah pendapat ane, pahami dulu apa yg ane maksud dgn eksklusif/inklusif.

    Kemudian masalah konflik. Konflik bisa terjadi kalo ada persinggungan/kontak. Doktrin utk menyebarkan ajaran pada orang lain menyebabkan adanya kontak antar orang2 tidak seiman. Misalnya si A menganut ajaran hanya lewat Yesus maka akan selamat dan si B menganut ajaran hanya lewat syahadat maka akan selamat, tetapi si A dan si B tidak ada kontak, maka tidak ada konflik. Lain halnya jika si A menyebarkan ajarannya itu pada si B (terjadi kontak), maka si B akan melihat aksi si A tsb sebagai langkah permurtadan atau penyesatan, selanjutnya si B defensif, dst. Itulah konflik antara si A dan si B. Jika si A tidak mendakwahi si B, maka tidak akan terjadi konflik, tetapi tetap menyimpan potensi konflik karena ajaran yg eksklusif tadi. Juga kalo ente mau menyanggah pendapat ane ttg konflik, mulailah dari penjelasan ane ini.

    Kemudian masalah monoteisme: Tidak ada tuhan selain Dia. Kenyataan di lapangan ada banyak tuhan yg diyakini, mis. Yesus, Allah, Yhwh, dsb. Monoteisme hanya meyakini satu tuhan dan menegasikan yg lain. Monoteisme Yesus menegasikan Allah dan Yhwh, monoteisme Allah menegasikan Yesus dan Yhwh, dst. Itulah eksklusif. Jadi eksklusif merupakan konsekuensi logis dari monoteisme. Sebatas eksklusif tidak menimbulkan konflik, hanya potensi konflik. Jika terjadi kontak, barulah timbul konflik.


  12. #52
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Ya oke lah pak.. terima kasih atas sambutannya.. sekarang kopinya silakan disambi dulu..

Page 3 of 3 FirstFirst 123

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •