Oh ILMU bukan IDE? Oke deh...
Jadi klaim produk mereka yg paling bagus atas dasar apa, IDE atau KELOMPOK?Gini neh.. Misalnya insinyur2 di perusahaan A dgn insinyur2 di perusahaan B. Mereka mengelompok kan? Kalo ga satu ide ga mungkin mereka betah bekerja di perusahaan2 masing2 sbg satu team. Dan kelompok dari perusahaan A dan B saling mengklaim bahwa kualitas produknya lah yg terbaik dan jelas produk perusahaan lain kalah. Itu pun eksklusip. Ga perlu agama monotheisme. Selama mereka mengelompok maka ada kecenderungan bersikap eksklusip.
Bisa saja tanpa perlu kelompok tetapi tetap eksklusif, tergantung dia punya keyakinan seperti apa. Kalo dia menyakini hanya dirinya yg benar, orang lain salah, itu sudah eksklusif, tanpa perlu berkelompok.Tapi coba orang2 beragama yg tidak masuk dalam kelompok, apa masih bersikap eksklusip? Apa masih rawan konflik?
Bisa saja, tetapi itu berarti mereka gak konsisten dgn ajaran yg diyakininya.Boleh jadi ajaran agama adalah ajaran eksklusip, tapi ga berarti manusia2 nya harus bersikap eksklusip.
Gak melulu monoteisme yg eksklusif. Tetapi monoteisme otomatis eksklusif. Kalo digambarkan ada lingkaran besar namanya eksklusivisme. Kemudian ada lingkaran kecil namanya monoteisme. Nama lingkaran monotesime sepenuhnya berada di dalam lingkaran eksklusivisme. Bukan kucing saja yg mamalia. Tetapi kucing otomatis mamalia. Paham kagak?Ajaran komunisme ataupun kapitalisme pun eksklusip. Namanya ajaran.. paham.. Ga perlu monotheisme kan?
![]()
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)





Reply With Quote
