Dlm rumusan pesangon, baek status outsourcing (PWT) maupun permanen (PWTT)Originally Posted by PMSVH
masa kerja sama2 diperhitungkan (diberi penghargaan).
bedanya hanya di cara pemberiannya :
* pekerja outsourcing pesangon diberikan saat kontrak berakhir,
bila disambung lagi, maka diakhir kontrak berikutnya akan diberikan lagi
begitu seterusnya, hingga pesangon diterima secara ber-ulang2/parsial.
* pekerja permanen terima sekaligus diujung masa tugas (saat pension)
yng pada dasarnya putus kontrak juga.
Formula pesangon:
masa kontrak > 3 bln s/d 12 bln = 1UP x (1 + 15%)
masa kontrak > 12 bln s/d 24 bln = 2UP x (1 + 15%)
masa kontrak > 24 bln s/d 36 bln = 3UP x (1 + 15%)
note:
UP = upah pokok
15% = kompensasi biaya perumahan dan perawatan kesehatan
PWT = pekerja waktu tertentu
PWTT = pekerja waktu tak tentu
rate lembur perjam = 1/173 x upah pokokOriginally Posted by itreza
formulasi perhitungan jam lembur:
regular day’s = 1 jam pertama x 1,5. Jam ke-2 s/d ke-7 x 2, jam ke-8 > x 3
holiday = jam ke-1 s/d ke-7 x 2, jam ke-8 > x 3
note:
regular days = hari kerja wajib/normal
holiday = hari libur resmi yng ditetapkan oleh perush
CMIIW, silakan cross chek dng UU ketenaga kerjaan![]()
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)



Reply With Quote