Results 1 to 7 of 7

Thread: Menggugat RAS Manusia

  1. #1
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288

    Menggugat RAS Manusia

    Sampai tahun lalu saya masih percaya bahwa manusia terdiri dari beberapa ras.

    Tapi beberapa ilmuwan menggugat hal ini.
    Mari kita bahas...

    Sebelum tahun 1800an, orang masih bingung menentukan mana yg termasuk manusia, mana yg termasuk hewan.

    Itu juga sebabnya Pemerintah Belanda membuat pemisahan antara Kulit Putih, Timur Jauh dan Bumi Putera, saat itu mereka belum memiliki konsep persamaan manusia.

    Namun kemudian ditahun 1859 Charles Darwin membuat sebuah kemajuan dengan sebuah penggolongan Taksonomi yg lebih jelas dan namun masih tetap membuat peringkat2 antar golongan manusia.
    Saat itu Darwin dan pengikutnya masih menggolongkan orang Negro dan Aborigin sebagai "loncatan" dari nenek moyang manusia ke manusia modern.

    Ernst Haeckel, seorang biologis yg sejaman dengan Darwin mengatakan:

    At the lowest stage of human mental development are the Australians, some tribes of the Polynesians, and the Bushmen, Hottentots, and some of the Negro tribes. Nothing, however, is perhaps more remarkable in this respect, than that some of the wildest tribes in southern Asia and eastern Africa have no trace whatever of the first foundations of all human civilization, of family life, and marriage. They live together in herds, like apes.
    Saat itu orang Pygmy dari afrika masih ditaruh dan dipertontonkan dikebun binatang Bronx, kandangnya ada disamping kandang Orang Utan.

    Darwin menggolongkan manusia ke beberapa tingkatan, orang aborigin sebagai tingkatan eevolusi terendah adalah yg paling dekat dengan nenek moyang bangsa kera, orang kulit putih dianggap sebagai tingkat evolusi tertinggi.



    Darwin memang tidak mendorong tindakan rasisme, namun pandangannya langsung diadopsi oleh politikus2 untuk menjustifikasi tindakan dominasi rasial (misalnya perbudakan atau pembantaian etnis).


    PERTANYAANNYA : Benarkah ada lapisan2 atau tingkatan2 evolusi dalam ras manusia ?
    Benarkah orang Negro merupakan ras manusia yg tingkat evolusinya dibawah tingkat evolusi kulit putih ?

    Sejalan dengan waktu dan penelitian Science, kini telah dibuktikan bahwa orang Negro tidak lebih rendah dari orang kulit putih.
    Perbedaan antara orang Negro dengan orang Kulit Putih hampir tak terdeteksi secara Biologis.

    Penelitian fisiologis membuktikan bahwa fisik Negro dengan White adalah identik, perbedaan warna kulit yg mencolok sebenarnya hanya perbedaan jumlah kadar melanin.
    Kedua kelompok ini sama2 memiliki Melanin yg identik dengan kadar yg berbeda.

    Secara genetis, perbedaan antara kedua kelompok ini hampir tak terdeksi.
    Karena perbedaan genetik antara 2 orang Kulit putih adalah sekitar 0.2% sedangkan perbedaan antara kelompok Negro dan kelompok putih juga sekitar 0.2%

    Kalaupun benar2 dicari perbedaan genetik antara keduanya maka hasil perbedaan genetik antar kedua kelompok hanya sekitar 0.012% jauh lebih kecil dibandingkan variasi genetik antara 2 orang berkulit sama.

    Ini sebabnya beberapa ilmuwan mulai menggugat Istilah RAS MANUSIA, karena secara biologi semua manusia memiliki kode DNA yg sama.

    Misalnya ada seorang Negro membutuhkan transplatasi anggota tubuh, maka setelah dicarikan donor yg paling mirip dengan DNA nya akan ditemukan kalau bukan dari keluarganya sendiri maka sangat mungkin dari kulit putih atau kuning atau yg lainnya.


    Pembentukan warna kulit

    Warna Kulit yg berbeda antar golongan manusia sebenarnya merupakan hal yg identik secara biologis, zat pewarna kulit manusia disebut Melanin.
    Tiap manusia memiliki 2 macam Melanin yaitu Eumelanin (warna hitam-coklat) dan Pheomelanin (warna merah-kuning).
    Tiap orang memiliki melanin yg sama namun dalam kadar yg berbeda2, Melanin diproduksi oleh Melanocyt yg berada dibawah lapisan epidermis kulit.
    Ada 4 hingga 6 Gen yg menentukan produksi melanin ini sehingga manusia memiliki warna kulit yg bervariasi.

    Secara sederhana, anggaplah hanya ada 2 gen yg menentukan warna kulit yaitu Gen A dan Gen B yg membuat warna kulit sangat gelap, lalu ada gen a dan gen b yaitu gen yg sama namun memiliki versi berbeda yaitu yg membuat kulit berwarna terang.

    Maka apabila seorang pria dengan genetik AB dalam spermanya kawin dengan wanita dengan genetik AB pada ovumnya maka akan lahir seorang anak berkulit gelap dengan gen AABB.
    Bila ab kawin dengan ab maka akan lahir anak dengan gen aabb yaitu berkulit sangat putih.

    bila pria AB kawin dengan wanita ab akan lahir anak dengan kulit coklat, warna kulit yg sangat dominan di populasi dunia.
    warna kulit ini bisa melahirkan warna kulit yg sangat bervariasi mulai dari yg sangat putih hingga yg sangat hitam.

    Melanin juga menentukan warna mata dan rambut.
    mata yg sangat rendah melanin akan berwarna biru, sebaliknya berwarna coklat gelap, rambut dengan melanin rendah akan berwarna pirang sebaliknya hitam.


    Awal mula kelompok2 manusia

    Bagi yg percaya manusia berasal dari nenek moyang sebangsa kera, pembahasannya akan berbeda.
    Namun inilah penjelasan asal mula kelompok manusia yg percaya manusia berasal dari satu orang saja.

    Manusia dimanapun mereka berada memiliki persamaan DNA hingga para scientis modern mulai meninggalkan istilah RAS karena bagi para ilmuwan, manusia tidak memiliki banyak ras, hanya ada 1 ras yaitu 1 species manusia.

    Ras merupakan istilah sosial, bukan istilah biologi.

    Manusia berasal dari nenek moyang yg sama sehingga mewarisi genetika yg sama.

    Lalu mengapa bisa terjadi kelompok2 manusia dibelahan dunia yg berbeda dengan ciri2 fisik yg berbeda2 ?

    Secara teori, orang yg memiliki melanin lebih banyak akan cenderung tinggal diwilayah Tropis, sebaliknya mereka yg memiliki melanin lebih sedikit akan lebih cocok tinggal diwilayah dingin dengan sedikit sinar matahari.

    Orang yg berkulit terang memiliki kerugian saat tinggal diwilayah bermatahari cerah.

    Penelitian menunjukkan bahwa Radiasi UV menghancurkan vitamin B Folate yg dibutuhkan dalam proses pembelahan cell ditahap janin, maka wanita berkulit terang yg tinggal diwilayah tropis lebih sering mengalami keguguran atau melahirkan janin cacad daripada wanita berkulit gelap yg kulitnya terlindung oleh melanin.

    Sebaliknya
    Melanin menghalangi terbentuknya Vitamin D yg penting bagi penyerapan kalsium bagi kesehatan tulang. Maka orang berkulit gelap membutuhkan lebih banyak paparan sinar matahari daripada mereka yg berkulit terang.
    Hal ini menyebabkan banyak orang kulit hitam mengalami Rickets Disease saat mereka tinggal diwilayah yg kurang terpapar matahari.

    Sebenarnya ada juga suku berkulit gelap yg tinggal diwilayah utara yg dingin yaitu suku Inuit, untuk bisa bertahan mereka banyak mengkonsumsi ikan yg kaya akan vitamin D.

    Ini sebabnya setelah ribuan tahun akhirnya manusia mulai terbagi2, mereka yg berkulit gelap cenderung hidup berkelompok diwilayah tropis, berbeanding terbalik dengan yg berkulit terang.
    Hal ini semata2 akibat fenomena Survival of the Fittest.

    Bukan karena tahapan evolusi dari nenek moyang sebangsa kera.


    Bila manusia berasal dari sepasang saja, bagaimana bisa terbentuk bangsa2 dengan ciri2 fisik yg berbeda ?

    Mari kita anggap umat manusia awalnya berasal dari 1 wilayah yg sama, nenek moyang pertama yg misalnya bernama Adam dan Hawa memiliki perpustakaan kode variasi genetis yg lengkap, tentunya mereka berdua berkulit COKLAT (AaBb) dan bisa menghasilkan keturunan mulai dari yg berkulit sangat putih (aabb) hingga berkulit sangat gelap (AABB).

    Keturunan mereka lalu menyebar ke berbagai wilayah yg terpisah oleh laut, jurang, hutan, padang dll
    Tiap2 kelompok kecil merupakan keluarga2.

    Ada kelompok2 yg terdiri dari 20 keluarga atau lebih dan ada kelompok yg terdiri dari hanya 1 keluarga.

    Saat tinggal diwilayah yg jauh dan terpencil, bagaimana cara mereka berkembang biak ?
    Mereka menikah antar saudara kandung atau saudara dekat.

    Bila sepasang suami istri pergi berkelana ditempat yg jauh dan mengawinkan anak2nya satu sama lain, maka akan terjadi kekurangan variasi genetik.
    Misalnya suami istri itu sama2 berkulit gelap (AA dan BB) maka anak2 mereka semua hanya memiliki kode gen AABB, tidak akan muncul aabb atau AaBb.

    Dari sinilah timbulnya berbagai kelompok manusia yg ada hingga sekarang.

    Kesimpulan

    Manusia berasal dari sepasang nenek moyang yg sama, bukan berasal dari berbagai nenek moyang yg berbeda.
    Sebutan RAS sebenarnya hanya istilah kosong yg tak berarti karena secara biologis hanya ada 1 ras yaitu Human Race.

    R.L. Hotz, a scientist at the Advancement of Science Convention in Atlanta stated :

    “Race is a social construct derived mainly from perceptions conditioned by events of recorded history, and it has no basic biological reality.”

  2. #2
    pelanggan setia Alethia's Avatar
    Join Date
    Jan 2012
    Posts
    4,095
    Ras itu penggolongan untuk memudahkan identifikasi, yang salah adalah rasis.
    Jangan kamu bilang dirimu kaya, bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
    -Rendra

  3. #3
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by Alethia View Post
    Ras itu penggolongan untuk memudahkan identifikasi, yang salah adalah rasis.
    Dan sebenarnya tidak ada dasar genetika yg jelas untuk membedakan ras yg satu dengan yg lain.
    Itu sebabnya Identifikasi semacam ini hanya berlaku secara sosial, bukan secara biologi.

  4. #4
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Dan sebenarnya tidak ada dasar genetika yg jelas untuk membedakan ras yg satu dengan yg lain.
    Itu sebabnya Identifikasi semacam ini hanya berlaku secara sosial, bukan secara biologi.
    Tidak ada dasar genetika gimana? Sudah jelas perbedaan warna kulit karena faktor gen. Yg tidak baik mungkin ketika memperlakukan orang berdasarkan ras tersebut (perilaku rasis). Misalnya pengobatan rumah sakit didahulukan kulit putih, kemudian kulit coklat, dan terakhir kulit hitam. Jadi masalahnya bukan di ras, tapi perbedaan perlakuan karena ras, agama, etnis, dst, padahal semuanya sama-sama warga negara, atau sama-sama manusia.


  5. #5
    pelanggan tetap Neptunus's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Posts
    1,814
    nice article bung Aslan. Nunggu opini yg lain dulu

  6. #6
    pelanggan setia Alethia's Avatar
    Join Date
    Jan 2012
    Posts
    4,095
    One of the Eijkman Institute's most compelling contributions came after the bombing of the Australian Embassy in Jakarta in 2004. The scale of the explosion meant that only charred human fragments remained for identification, and it was because Sudoyo's group were able to run mitochondrial DNA from the remains through a database they had on the genetic diversity of people in Indonesia and neighbouring countries that the police force could identify the bomber in just 2 weeks. “The government was surprised and impressed by how quickly we did this”, she says. Indeed, the government was impressed enough that it increased the institute's funding, and agreed to the development of a forensic DNA facility that is now working on such issues as child trafficking and tracking endangered wildlife species.

    silakan diulik ulik
    saud : http://www.thelancet.com/journals/la...437-8/fulltext
    Jangan kamu bilang dirimu kaya, bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
    -Rendra

  7. #7
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Tidak ada dasar genetika gimana? Sudah jelas perbedaan warna kulit karena faktor gen. Yg tidak baik mungkin ketika memperlakukan orang berdasarkan ras tersebut (perilaku rasis). Misalnya pengobatan rumah sakit didahulukan kulit putih, kemudian kulit coklat, dan terakhir kulit hitam. Jadi masalahnya bukan di ras, tapi perbedaan perlakuan karena ras, agama, etnis, dst, padahal semuanya sama-sama warga negara, atau sama-sama manusia.

    maksudnya, memang secara genetika bisa diketahui warna kulit seseorang.
    tapi DNA yg membentuk kulit dan melanocyt itu sama untuk semua manusia.

    nah DNA yg membentuk perbedaan warna kulit dan ciri2 rasial ini hanya 0.012% jauh lebih kecil daripada perbedaan DNA antar manusia secara umum yaitu 0.2%

    artinya berbagai perbedaan yg tampak dimata manusia itu sebenarnya hanya variasi antar individu, tidak ada batasan yg jelas bagi istilah RAS.

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •