Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 20 of 39

Thread: Selamatan/Kenduri untuk Almarhum

  1. #1

    Selamatan/Kenduri untuk Almarhum

    Ini biasa dilakukan oleh keluarga yng berduka cita
    usai jenazah dikebumikan, biasa ada ritual ikutan spt ini:
    - 3 harinya
    - 7 harinya
    - 40 harinya
    - 100 harinya
    - Tahunannya
    - 1000 harinya

    Hari2 tsb diperingati dng mengadakan kumpul2 baca doa
    kemudian ada hidangan makan bersama (baca kenduri)
    undangan terdiri dari kerabat, tetangga plus komunitas tertentu

    Hal yng ingin dibahas:
    Apakah kebiasaan spt ini hanya dilakukan oleh umat islam saja?
    jika hanya oleh umat islam saja, apakah hanya penganut tradisi/ajaran tertentu?
    Apakah hanya terjadi didaerah jawa saja?, lebih jauh lagi, apakah ada dasar ajarannya
    dlm islam?
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

  2. #2
    itu ndak ada tuntunan dalam islam wak pesing , itu namanya bid'ah ..... ,lah jare-jare ne orang mati udah putus amal ibadahnya , cuma anak sholeh sama amal jari ah ya , lah kok ini di selamat in.... piye to iki?????

  3. #3
    Barista fullmoonflower's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    antara maya dan nyata
    Posts
    739
    mbah Pasing.. itu sebenarnya dari agama hindu India..

    keluarga teman saya yang aseli India-he waktu opa-nya teman saya meninggal juga pake acara itu sampe 1000 hari...
    saya selalu diundang di acara mereka, karena sudah dianggap keluarga sendiri..

    kata adik opa-nya, orang Jawa mengadopsi tatacara ini.. mungkin karena dulu Majapahit kan kerjaan Hindu..
    orang Islam Jawa nggak bisa lepas dari tradisi itu karena orang Islam Jawa dulu berasal dari orang-orang Hindu Majapahit..

    sepertinya tradisi itu memang hanya ada di Jawa atau orang-orang Islam yang keturunan Jawa saja..
    di Banjarmasin setahu saya tidak ada tuh..

    CAPPUCCINO AND TIRAMISU LOVER

  4. #4
    maksudnya telah terjadi akulturisasi yak bupul?
    ataw dng kata laen, dlm kehidupan keber-agamaan dijawa (baca islam)
    ada ritual yng tercaumpur dng adat/ritual produk keyakinan lain

    anehnya, ritual semacam itu yng membelenggu kalangan kebanyakan dijawa
    hingga hal tsb seolah menjadi keharusan adat yng sulit untuk ditinggalkan.
    bahkan ada pemuka2 agama yng mengatakan bhw itulah bentuk kompromi
    ajaran islam thd adat/tradisi setempat. Padahal implikasinya tidak sesederhana itu
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

  5. #5
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    ini memang alkulturasi, bukan kendurian saja, ada acara pamag poso (yang silahkan kalau di Arab mau diubek2 gak bakalan ada) dll

    Kategorinya memang bisa bid'ah atau melebih-lebihkan...tetapi menurut suami saya (saya sih bukan tipe penganut alkulturasi itu) hal2 itu sah2 saja, selama niatnya untuk menyenangkan atau menghibur orang2 yang ditinggalkan, bantu kirim doa...dan sekali lagi tidak untuk memberatkan keluarga yang ditinggalkan. Sayangnya saat ini, keluarga sering mengadakan peringatan itu sampai harus berhutang dulu (tradisi di Blora bahkan musti sembelih kambing buat kenduri 1000 hari)...ini yang mestinya ditinjau ulang untuk diperjelas bahwa acara itu tidak wajib dan bisa ditinggalkan

  6. #6
    nah ntu dia bun
    krn sudah diapahami sbg keharusan, dng perasaan kwatir dikucilkan atau dicemo'oh
    bila tidak menyelenggaran spt kebanyakan orang lakukan, maka disitulah persoalannya.

    mengada-adakan hal yng tdk perlu, pastilah itu gak bener menurut ukuran manapun
    apalagi sampe cari utangan segala ...... ampun dah
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

  7. #7
    pelanggan setia gembel's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    perbatasan
    Posts
    2,068
    Apakah kebiasaan spt ini hanya dilakukan oleh umat islam saja?
    klo di kalangan orang jawa (islam) tradisi tersebut masih kental. Disekitar rumahjuga masih banyak yang melakukan, kecuali pengikut Muhamadiyah
    belajar nge-blog di ferylife.blogspot.com

  8. #8
    Kepercayaan animisme ini meyakini bahwa roh sanak keluarga yang baru meninggal ma-sih berada di rumah hingga 7 ( tujuh ). 40 ( empat puluh ) atau 100 ( seratus ) ha-ri. Sehingga mereka perlu menggelar selamatan pada hari ke-3, ke-7, ke-40, ke-100 dan ke-1000 dalam rangka mengantar rohnya kembali ke alamnya atau de-ngan alasan-alasan sejenis lainnya.

    Pada saat ini, ritual animisme ini disebut de-ngan istilah “tahlilan” atau “yasinan” karena dimasukkannya pembacaan tahlil dan surat yasin di dalamnya. Yang kita permasalahkan bukan semata bid’ahnya pembacaan tahlil dan surat yasin dalam acara tersebut, tapi keyakinan roh masih ada dalam rumah itu masih banyak dikalangan muslimin, ada pula yang menyatakan tahlilan itu sebatas mendoakan.

    namun yang lebih me-ngerikan adalah penyimpangan pelakunya dari ajaran Islam yang tidak mengenal pemujaan roh, kepada ajaran animisme yang kental dengan pemujaan kepada roh. Inilah kesyirikan yang tidak pernah disadari oleh para pelakunya.

  9. #9
    Barista fullmoonflower's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    antara maya dan nyata
    Posts
    739
    Quote Originally Posted by sahabat View Post
    Kepercayaan animisme ini meyakini bahwa roh sanak keluarga yang baru meninggal ma-sih berada di rumah hingga 7 ( tujuh ). 40 ( empat puluh ) atau 100 ( seratus ) ha-ri. Sehingga mereka perlu menggelar selamatan pada hari ke-3, ke-7, ke-40, ke-100 dan ke-1000 dalam rangka mengantar rohnya kembali ke alamnya atau de-ngan alasan-alasan sejenis lainnya.
    sahabat pasti tidak membaca postingan yang diatas-atas...
    sepertinya di posting #3 sudah saya sebutkan...

    bukan animisme... tapi memang Ritual Agama Hindu India yang masih dipakai hingga jaman sekarang akibat akulturasi, dimana ketika Masyarakat Jawa sudah memeluk agama Islam, tapi masih belum bisa meninggalkan tradisinya ketika mereka masih beragama Hindu (jaman Majapahit)

    CAPPUCCINO AND TIRAMISU LOVER

  10. #10
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    kalau saya liatnya kog gak lagi ke arah kepercayaan tentang bahwa rohnya masih ada di rumah atau enggak di lingkungan saya...tapi jadi prestise tersendiri kalau bisa enggelar acara tahlilan atau yasinan untuk peringatan kematian itu secara besar2an...padahal yang meninggal sudah tidak tahu lagi urusan dunia

    Gengsi ketika tidak menyelenggarakan seperti kata um pasing

  11. #11
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,168
    Quote Originally Posted by pasingsingan View Post
    Ini biasa dilakukan oleh keluarga yng berduka cita
    usai jenazah dikebumikan, biasa ada ritual ikutan spt ini:
    - 3 harinya
    - 7 harinya
    - 40 harinya
    - 100 harinya
    - Tahunannya
    - 1000 harinya

    Hari2 tsb diperingati dng mengadakan kumpul2 baca doa
    kemudian ada hidangan makan bersama (baca kenduri)
    undangan terdiri dari kerabat, tetangga plus komunitas tertentu

    Hal yng ingin dibahas:
    Apakah kebiasaan spt ini hanya dilakukan oleh umat islam saja?
    jika hanya oleh umat islam saja, apakah hanya penganut tradisi/ajaran tertentu?
    Apakah hanya terjadi didaerah jawa saja?, lebih jauh lagi, apakah ada dasar ajarannya
    dlm islam?
    keknya lebih ke kebudayaan jawa yak?
    soalnya pada saat bikin kijing/ nisan yang bagus di pemakaman,
    biasanya dilakukan pada saat peringatan 1000 hari.
    *cmiiw.

  12. #12
    Barista fullmoonflower's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    antara maya dan nyata
    Posts
    739
    halah...

    itu ritual agama Hindu India...
    coba deh sesekali datang ke Kuil India... tanya ke pendetanya...

    saya sendiri semula melihatnya sebagai tradisi Jawa... tapi asal muasalnya dari mana? ya kita tinggal ingat saja kalau Majapahit, Kutai Lama, Sriwijaya, Singosari, dll, sebelum Islam masuk, semua adalah Kerajaan Hindu.. tentu saja pengaruh Hindu sangat kental..

    pemegang saham terbesar di perusahaan saya adalah sahabat saya, Orang India Aseli.. dan dari acara-acara keluarganya, serta pendeta di kuilnya, saya baru memahami bahwa ternyata perayaan itu memang ritual agama mereka..

    CAPPUCCINO AND TIRAMISU LOVER

  13. #13
    Barista fullmoonflower's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    antara maya dan nyata
    Posts
    739
    Kijing atau Nisan Berukir adalah adopsi dari budaya India..
    coba saja browsing makam-makam di India...

    kalau nisan di negara-negara barat lebih sederhana, kadang-kadang hanya palang kayu dengan papan nama, sehingga menyerupai salib..
    kalau agak mewah, dengan cor beton, tapi biasanya tidak berukir...

    di Arab.. hanya cor beton di sisi-sisi, dengan sebuah batu diletakkan di sisi kepala, bertuliskan nama...

    CAPPUCCINO AND TIRAMISU LOVER

  14. #14
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,168
    ooo baru tahu saya. thx infonya mbak.
    ok ok artinya bisa dibilang itu kebudayaan jawa yang mengadopsi dari kebudayaan India yak

    Kalau di Kristen, peringatan kek gituan tidak diperkenankan.
    paling bidston, semacam doa bersama pada saat malamnya si almarhum dimakamkan.
    atau kebijaksanaan dari masing2 keluarga kadang ada bidston untuk peringatan 1 tahun atau 3 tahun meninggalnya almarhum
    agak susahsusah gampang kalau diterapin di masyarakat.
    contohnya nih ada tetangga di rumah kota asal yang barusan meninggal,
    eh dia ngotot pengen diperingatin telung dinan dst sampe dengan nyewu


    tambahan istilah asli dalam bahasa seharihari di Jawa :
    telung dinan (3 hari)
    pitung dinan (7 hari)
    nyatus dino (100 hari)
    pendak pisan (tahun ke-1)
    pendak pindo, (tahun ke-2)
    nyewu (tahun ke-3)

  15. #15
    Barista fullmoonflower's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    antara maya dan nyata
    Posts
    739
    orang Islam yang Muhammadiyah tidak menyelenggarakan acara-acara begituan, karena memang tidak ada aturannya di Qur'an maupun Hadits..

    Buya Hamka di sebuah bukunya (saya lupa judulnya) juga menyebutkan bahwa acara tersebut adalah RITUAL AGAMA HINDU dari India, jadi bukan kebudayaan..

    di dalam Kitab agama mereka diyakini bahwa pada setiap hari-hari tersebut, roh orang yang meninggal datang menengok keluarganya, sehingga untuk menyambut kedatangan roh yang meninggal tersebut, keluarganya menyediakan makanan kesukaan orang yang meninggal, segala manisan, makanan yang lezat, minuman manis, buah-buahan..

    pada setelah hari ke-1000, roh itu tidak akan datang lagi, akan pergi selama-lamanya karena setelah ini dia akan menjalani kehidupan barunya dengan reinkarnasi..
    untuk itu keluarganya menyediakan "rumah" untuknya, sebagai tempat untuk menunggu masa reinkarnasinya tiba.. rumah itu dilambangkan dengan cungkup dan kijing (nisan)..

    saya seorang vegetarian, makanya oleh keluarga sahabat saya ini, saya dianggap sebagai Orang Suci.. (hihihi.. )
    itu karena sangat kentalnya animisme dan dinamisme dalam ajaran agama mereka..
    bagi orang Hindu India, orang yang vegetarian (sehingga bersih dari unsur binatang dan kebinatangan di dalam dirinya), dan rajin beribadah, apapun agamanya, mereka akan bilang itu "Orang Suci" ..

    CAPPUCCINO AND TIRAMISU LOVER

  16. #16
    hmm
    brati dugaan saya ada benernya yak ca?
    ternyata tradisi semacam itu tidak hanya menjangkiti
    kalangan pemeluk islam dijawa saja, ada juga pemeluk
    ajaran selain islam (baca khatolik ataw kristen?, CMIW)
    turut melaksanakan budaya tsb (terlepas apapun motifnya)




    menjangkiti?
    emangnya penyakit?
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

  17. #17
    Barista fullmoonflower's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    antara maya dan nyata
    Posts
    739
    ya pengaruh Hindu masih kental, mbah Pasing..
    meskipun agama baru (Islam, Katolik, Kristen) masuk, tapi ke-Hindu-an masih sangat kuat, akibat pengaruh kerajaan yang cukup kuat pada rakyat..

    Buya Hamka di sebuah bukunya (saya lupa judulnya) juga menyebutkan bahwa acara tersebut adalah RITUAL AGAMA HINDU dari India, jadi bukan kebudayaan..

    di dalam Kitab agama mereka diyakini bahwa pada setiap hari-hari tersebut, roh orang yang meninggal datang menengok keluarganya, sehingga untuk menyambut kedatangan roh yang meninggal tersebut, keluarganya menyediakan makanan kesukaan orang yang meninggal, segala manisan, makanan yang lezat, minuman manis, buah-buahan..

    pada setelah hari ke-1000, roh itu tidak akan datang lagi, akan pergi selama-lamanya karena setelah ini dia akan menjalani kehidupan barunya dengan reinkarnasi..
    untuk itu keluarganya menyediakan "rumah" untuknya, sebagai tempat untuk menunggu masa reinkarnasinya tiba.. rumah itu dilambangkan dengan cungkup dan kijing (nisan)..
    Last edited by fullmoonflower; 20-03-2011 at 02:41 PM.

    CAPPUCCINO AND TIRAMISU LOVER

  18. #18
    orang katholik masih melaksanakan itu

  19. #19
    pelanggan setia Agitho_Ryuki's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    mBantul, Ngayogyokarto, Hadiningrat
    Posts
    2,517
    lalu, apakah lantas itu bisa disebut suatu kesalahan??
    Barangsawijine purwo marang kawitan, Bandar sejatining wujud. Yuk lakone.. BUTHO CAKIL sido NGEMUTTT PEN.....THUNG!!

  20. #20
    Quote Originally Posted by Agitho_Ryuki View Post
    lalu, apakah lantas itu bisa disebut suatu kesalahan??
    Balik lagi donk kalo gini. Salah kalo terpaksa atau dipaksakan. Gitu kata mbah pasing.

Page 1 of 2 12 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •