Kerana member KM byk yg sudah tuwir tak ada salahnya saya bertanya
Akhir-akhir ini kita semua tahu ada trit2 macam 'apakah anda spesial?', dan di sisi religius Tuhan menciptkan manusia dgn sempurna.
Bukankah itu berarti kesempurnaan adalah sebuah hal biasa yg jg berarti ketidaksempurnaan?
Kata mama semua orang spesial, terlahir sbg seorang superstar. Saya percaya itu. Saya membayangkan seorang ibu atau seorang ayah adalah superstar bagi anaknya, bagi kekasihnya atau bahkan org yg kita tak mengenalnya. Suri tauladan.
Jadi, apakah perlu adanya self-labeling? saya yakin saat pencarian jati diri kita msh mencari2 baju dan label yg cocok.
meski di akhir kita malah menanggalkan semuanya, telanjang dan menatap cermin sambil bilang 'Aku adalah aku'
kita semua spesial, terutama bagi diri sendiri, dan sebuah label yg dibuat manusia tidaklah cukup untuk membuat, membuktikan, dan menunjukkan betapa spesialnya diri kita.
monggo, pendapat dan pengalamannya mencari jati diri, tua, muda, silahkan![]()
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)


Reply With Quote






cermin?mungkin utk melihat apakah aku begini ataukah aku begitu? lalu jika aku begini lalu aku mencoba begitu apakah aku merasa nyaman?lalu aku berbalik utk melihat punggungku, oh! ternyata ada luka disitu. lalu aku mencoba berbagai macam salep atau pakaian utk melenyapkan luka tsb.stlh nyoba terus tp gagal jadilah aku nerimo bahwa aku emg punya luka, dan aku sdh tak ambil pusing dgn luka itu.sama spt wanita yg menyadari dirinya menua.



