Page 1 of 3 123 LastLast
Results 1 to 20 of 46

Thread: Obsessive Compulsive Disorder (OCD)

  1. #1
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679

    Obsessive Compulsive Disorder (OCD)

    salah satu bentuk kelainan kecemasan klinis yang ditandai dengan adalanya perilaku obsesif (harus - tidak ada toleransi), yang berkaitan dengan perilaku kompulsif (melakukan sesuatu dengan berulang-ulang). Perilaku kompulsif ini bertujuan untuk menenangkan perilaku obsesifnya.

    segala jenis anxiety disolder (gangguan kecemasan - termasuk di dalamnya: OCD) berkaitan dengan kegagalan attachment (ikatan emosional yang kuat antara bayi dan orang yang mengasuhnya). Attachment ini sangat dibutuhkan bayi si masa-masa awal kehidupannya. Bila memiliki attachmeny dasar yang kokoh, maka bayi akan merasa percaya diri karena merasa ada orang lain yang akan melindunginya.

    Dalam kehidupan sehari-hari banyak perilaku yang tampak seperti penderita OCD, misalnya ada orang yang harus berkali-kali mengecek apakah sudah mengunci pintu dengan benar, atau ada orang yang berkali-kali merapikan diri karena tidak ingin terlihat berantakan. Namun sampai batas-batas tertentu, kondisi tersebut sebenarnya lebih tepat disebut sebagai perfeksionisme (orang yang menuntut segala sesuatunya berjalan dengan sempurna).

    Perfeksionisme dari sudut pandang psikologi, adalah suatu keyakinan pada diri individu bahwa kesempurnaan dapat dan harus dicapai. Sedangkan dalam bentuk patologis (cenderung penyakit), perfeksionisme adalah suatu keyakinan pada diri seseorang bahwa segala sesuatu yang kurang sempurna tidak dapat diterima / tidak dapat ditoleransi.

    Kecenderungan perfeksionisme berbeda dengan perilaku OCD, meski keduanya sama-sama mengandung unsur kompulsif. Seseorang yang menderita OCD memiliki beberapa kecenderungan (obsesinya disebabkan oleh kesemasan yang sulit diterima dengan akal sehat). Terdapat banyak pikiran, dorongan, dan bayangan yang tidak berkaitan dengan masalah nyata. Bagi penderita OCD, semua itu berusaha ditekan atau dihilangkan dengan pikiran atau perilaku lain yang bersifat kompulsif.

    Penderita OCD merasa sangat terganggu dengan perilaku kompulsifnya, namun tidak berdaya untuk menghindarinya. Beberapa tipe OCD:

    Checkers
    merupakan orang yang teropsesi untuk selalu memeriksa. Penyebabnya adalah kecemasan uyangn irasional. Misalnya, bila ia tidak mengecek berulang kali dia merasa bahaya mengintai setiap saat dan bisa mencelakasi diri dan sekelilingnya. Jika hal buruk tersebut terjadi, maka ia menganggap dialah orang pertama yang harus disalahkan.

    Washers and cleaners
    Merupakan orang yang memiliki ketakutan irasional terkontaminasi kuman, sehingga secara kompulsif akan berusaha menghindarkan diri dari kontaminasi tersebut, misalnya selalu membersihkan diri. Walaupun sudah berkali-kali mencuci, ia tidak kunjung merasa aman. Pada beberapa kasus, tipe ini terjadi akibat trauma diperkosa (atau diperlakukan tidak senonoh secara seksual), sehingga ia merasa dirinya terus menerus kotor.

    Orderers
    Merupakan orang yang fokusnya mengatur segala sesuatu agar tepat pada tempatnya. Mereka akan menjadi sangat tertekan apabila benda-benda tersebut dipindahkan, dipegang, atau ditata dengan orang lain.

    Obsessionals
    Merupakan orang yang memiliki perasaan obsesif dan intruktif, bahkan terkadang menakutkan jika dirinya akan mengakibatkan kemalangan atau kecelakaan.

    Hoarders
    Merupakan orang yang senang mengumpulkan barang-barang yang tidak berharga


    Penyebabnya adalah:

    Genetik - (Keturunan). Mereka yang mempunyai anggota keluarga yang mempunyai sejarah penyakit ini kemungkinan beresiko mengalami OCD (Obsesif Compulsive Disorder).

    Organik – Masalah organik seperti terjadi masalah neurologi dibagian - bagian tertentu otak juga merupakan satu faktor bagi OCD. Kelainan saraf seperti yang disebabkan oleh meningitis dan ensefalitis juga adalah salah satu penyebab OCD.

    Kepribadian - Mereka yang mempunyai kepribadian obsesif lebih cenderung mendapat gangguan OCD. Ciri-ciri mereka yang memiliki kepribadian ini ialah seperti keterlaluan mementingkan aspek kebersihan, seseorang yang terlalu patuh pada peraturan, cerewet, sulit bekerja sama dan tidak mudah mengalah.

    Pengalaman masa lalu - Pengalaman masa lalu/lampau juga mudah mencorakkan cara seseorang menangani masalah di antaranya dengan menunjukkan gejala OCD.

    Gangguan obsesif-kompulsif erat kaitan dengan depresi atau riwayat kecemasan sebelumnya. Beberapa gejala penderita obsesif-kompulsif seringkali juga menunjukkan

    Konflik - Mereka yang mengalami gangguan ini biasanya menghadapi konflik jiwa yang berasal dari masalah hidup. Contohnya hubungan antara suami-istri, di tempat kerja, keyakinan diri.


    INDIVIDU YANG BERISIKO

    Individu yang mengalami permasalahan dalam keluarga dari broken home, kesalahan atau kehilangan masa kanak-kanaknya. (teori ini masih dianggap lemah namun masih dapat diperhitungkan)

    Faktor neurobilogi dapat berupa kerusakan pada lobus frontalis, ganglia basalis dan singulum.

    Individu yang memilki intensitas stress yang tinggi

    Riwayat gangguan kecemasan

    Depresi

    Individu yang mengalami gangguan seksual


    CIRI-CIRI OBSESIF KOMPULSIF

    -Perilaku dan pikiran yang muncul tersebut disadari sepenuhnya oleh individu atau didasarkan pada impuls dalam dirinya sendiri. Individu juga menyadari bahwa perilakunya itu tidak rasional, namun tetap dilakukan untuk mengurangi kecemasan.

    -Beberapa perilaku yang muncul disadari oleh individu dan berusaha melawan kebiasaan dan pikiran-pikiran rasa cemas tersebut sekuat tenaga, namun tidak berhasil.

    -Pikiran dan tindakan tersebut tidak memberikan perasaan lega, rasa puas atau kesenangan, melainkan disebabkan oleh rasa khawatir secara berlebihan dan mengurangi stres yang dirasakannya.

    -Obsesi (pikiran) dan kompulsi (perilaku) sifatnya berulang-ulang secara terus-menerus dalam beberapa kali setiap harinya.

    -Obsesi dan kompulsi menyebabkan terjadinya tekanan dalam diri penderita dan menghabiskan waktu (lebih dari satu jam sehari) atau secara signifikan mengganggu fungsi normal seseorang, atau kegiatan sosial atau suatu hubungan dengan orang lain.

    -Penderita merasa terdorong untuk melakukan ritual, yaitu tindakan berulang seperti mencuci tangan & melakukan pengecekan dengan maksud tertentu.


    BERBAGAI PERILAKU GANGGUAN YAN SERING TERJADI :

    -Membersihkan atau mencuci tangan

    -Memeriksa atau mengecek

    -Menyusun

    -Mengkoleksi atau menimbun barang

    -Menghitung atau mengulang pikiran yang selalu muncul (obsesif)

    -Takut terkontaminasi penyakit/kuman

    -Takut membahayakan orang lain

    -Takut salah

    -Takut dianggap tidak sopan

    -Perlu ketepatan atau simetri

    -Bingung atau keraguan yang berlebihan.

    -Mengulang berhitung berkali-kali (cemas akan kesalahan pada urutan bilangan)



    Jika 2/3 ciri itu kalian mengalaminya ada baiknya mulai aware kemungkinan pengidap OCD yaaaa

    saus dan sambel

  2. #2
    pelanggan setia ul.malik's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Location
    C.G.H City
    Posts
    2,594
    kalo emang positif OCD, efek negatifnya apa bun.?

  3. #3
    pelanggan tetap Serenade's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    943
    Hari ini di KM temanya soal gangguan kepribadian ya, Bun?

    ----------------------------------------------------

    Aku kenal satu orang yg selalu ke WC utk cuci tangan, tuh, Bun, org emang rada aneh

  4. #4
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    ada kerabat saya OCD, sangat berhati-hati, selalu cuci tangan,
    menumpukkan barang di rumahnya sehingga berantakan

    koleksi barang berlebih juga menunjukkan pola OCD

  5. #5
    pelanggan tetap waks!!'s Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,490
    kadang2 gw berkali2 ngecek pintu udah dikunci atau blm kLo kluar rumah.
    bahkan nelp tetangga buat minta tlg ngecek

    itu OCD?

  6. #6
    pelanggan setia choodee's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Posts
    2,988
    Lah anxiety disorder masuk kategori ocd?

    Setahu gw ocd itu udah obsesif yg ke taraf ga manusiawi lagi. Misal kesal kalo susunan barangnya geser 1 cm.

    Gw pernah baca ttg orang yg ocd, katanya kalo dia ga ngelakukan aktivitas obsesifnya itu, seperti ada suara di kepalanya yg terus ngingatin, dan ga bakal hilang sebelum ntu orang melakukan aktivitasnya kembali.

  7. #7
    pelanggan setia Fere's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Depan RSJ-KM
    Posts
    6,120
    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    Jika 2/3 ciri itu kalian mengalaminya ada baiknya mulai aware kemungkinan pengidap OCD yaaaa
    wooh.. berarti gw OCD..

    oh iya David Beckham itu juga pengidap OCD, tapi dia keren2 aja tuh..

  8. #8
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    gwe kan bikin thread tandingan...kalo ada yg merasa spesial karena dia INDIGO ato STARSEED, merasalah kalian spesial karena OCD

    btw, OCD kalo akut bisa bikin sekitarnya ga nyaman lho

  9. #9
    pelanggan tetap Serenade's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    943
    Bun, inget ga thread bikinan Raymona yg mengkritisi para ababil yg bangga kena OCD?
    Nanti dikatain sama Raymona tuh kalo ngebanggain diri yg OCD

  10. #10
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    heheheheh...Mona kan selalu mempertanyakan hal2 yang unik, siapa tau sesungguhnya dia INDIGO

  11. #11
    pelanggan
    Join Date
    Aug 2012
    Posts
    269
    Perilaku OCD bisa disebabkan karena sejak kecil dituntut harus sempurna seperti harus selalu menjadi juara, menang lomba ini itu, berprestasi ini itu, dan bahkan semua tindakan juga dituntut sempurna seperti tidak boleh memegang benda yang kotor, tidak boleh berantakan, tidak boleh berkata ini itu, dsb. Pada saat anak tidak sanggup memenuhi tuntutan itu maka jadi stres dan frustasi, lama2 bisa depresi; atau bisa jadi setelah besar anak akan tumbuh menjadi seniman atau ilmuwan tapi sering terkucil dari pergaulan masyarakat.

  12. #12
    pelanggan setia serendipity's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    4,769
    Quote Originally Posted by waks!! View Post
    kadang2 gw berkali2 ngecek pintu udah dikunci atau blm kLo kluar rumah.
    bahkan nelp tetangga buat minta tlg ngecek

    itu OCD?
    kayanya itu cuma kuatir yg berlebihan aja, nyokap gw juga kaya gitu.. malah pernah udah nyampe tempat ibadah gw disuruh pulang buat ngecek apa kompor di rumah udah mati apa belom

    Eh tapi gw gak terlalu ngerti istilah2 ini, dengan sifat yg kuatir berlebihan kaya gini even dalam hal2 kecil.. pasti akan berdampak ke hal2 besar juga. Kata dokter syaraf orang2 dengan kekuatiran besar kaya gini cendrung lebih gampang kena stroke.. jaga2 aja supaya tenang pikirannya

  13. #13
    pelanggan setia Yuki's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Buitenzorg
    Posts
    6,366
    .....saya kayanya penderita OCD deh....

    setelah membaca postingan TS, nyaris lebih dari 65% benar-benar saya lakukan
    CURE SUNSHINE WA KAKKOSUGIRU.

  14. #14
    pelanggan setia Porcelain Doll's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    6,347
    koleksi berlebihan
    memeriksa/mengecek
    menyusun....

    *ngeliatin tumpukan komik yg menggunung dan tersusun rapi*

    Popo Nest

  15. #15
    pelanggan setia beastmen85's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    The Dreamcloud
    Posts
    3,046
    untung gw bkn OCD.
    cuman kadang gw habis masak selalu ngecek apakah kompor udh dimatikan?
    tp bkn ocd sualnya ga pernah ngulang2 ngecek lebih dr 3x
    because, imagination is a part of reality-

  16. #16
    pelanggan
    Join Date
    Mar 2012
    Posts
    70
    Quote Originally Posted by milnalev View Post
    Perilaku OCD bisa disebabkan karena sejak kecil dituntut harus sempurna seperti harus selalu menjadi juara, menang lomba ini itu, berprestasi ini itu, dan bahkan semua tindakan juga dituntut sempurna seperti tidak boleh memegang benda yang kotor, tidak boleh berantakan, tidak boleh berkata ini itu, dsb. Pada saat anak tidak sanggup memenuhi tuntutan itu maka jadi stres dan frustasi, lama2 bisa depresi; atau bisa jadi setelah besar anak akan tumbuh menjadi seniman atau ilmuwan tapi sering terkucil dari pergaulan masyarakat.
    Ini lebih tepat disebut perfeksionis. Baca lagi dong bagian paling atas.

  17. #17
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    Apa bedanya OCD sama perfeksionis ya, milna?

  18. #18
    pelanggan setia Yuki's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Buitenzorg
    Posts
    6,366
    contoh menyusun komik

    perfeksionis: mutlak harus menyusun berurut, setelah disusun dia akan periksa susunannya urut atau tidak, setelah itu selesai

    OCD: setelah selesai menyusun dia masih merasa kalau-kalau ada susunan yg salah, lalu dia periksa lagi berulang-ulang, terus selama dia masih belum yakin dia akan terus melakukannya berulang-ulang, padahal urutannya sudah benar
    CURE SUNSHINE WA KAKKOSUGIRU.

  19. #19
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    Nah berarti OCD mempunyai kecemasan berlebihan ya? Lebih ke gangguan syaraf, sedang perfeksionis ke perilaku yang berkembang dari pola asuh dan proses adaptasi hidup seseorang ya?

  20. #20
    pelanggan setia ul.malik's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Location
    C.G.H City
    Posts
    2,594
    kira" ada self therapy buat OCD ga.?

    saya suka ngerasa was" kalo kemana", ngerasa ada yang ketinggalan, jadi pasti double check ampe triple check buat hal" penting kayak dompet, kunci, henpon, kacamata.
    kalo dandan mau pergi juga, pasti 2-3 kali bercermin padahal mau ke warung aja.
    kalo cuci tangan juga ga bisa kalo ga pake sabun.

    tapi ga merepotkan buat orang lain kok jadi gapapa kayaknya.

    awareness yang berlebihan juga termasuk OCD bukan yah.
    misal ada rame" orang di depan rumah.
    detak jantung saya langsung meningkat, ngerasa kalo lagi ada tawuran, langsung bangkit ngintip, dan ternyata cuma rombongan remaja lagi lewat.

    terus yang lagi rutin sekarang, suara pesawat, suara pesawatnya kenceng banget, dan emang terbang rendah gitu.
    dalam hati saya ngerasa kalo ada pesawat jatuh, detak jantung langsung meningkat, badan gemetar, dan sakit banget di dada.
    sekarang sih udah lumayan terbiasa.

    saya mikirnya sih trauma, tapi dipikir" saya trauma apa yah.?

Page 1 of 3 123 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •