pada saat bekerja, mutlak tsu harus memosisikan diri sebagai supervisor, bukan teman, harus itu
setelah bubaran kantor, silahkan "menjadi" teman kembali
pada saat bekerja, mutlak tsu harus memosisikan diri sebagai supervisor, bukan teman, harus itu
setelah bubaran kantor, silahkan "menjadi" teman kembali
CURE SUNSHINE WA KAKKOSUGIRU.
Sekedar sharing aja buat tsu, pernah suatu ketika atasan gw (manajer) marah dan kecewa dengan performa anak2 buah di bawah gw yang ogah2an dan males2an kerjanya. Faktor pemicu utama yang membuat mereka menjadi demikian adalah karena...
Spoiler for confidential:
Gw yang merupkan bagian dari manajemen perusahaan harus membela bos gw dong. Apalagi atasan gw itu emang beneran BOS dan bukan LEADERdia gak terima alasan apapun kecuali anak2 buah gw harus bisa bekerja dengan baik dan benar gak peduli sikon perusahaan seburuk apapun. Ketika di kantor, sebagai atasan mereka gw ingatkan tentang kewajiban-kewajiban mereka sebagai pekerja, meskipun di batin gw saat itu lebih menuntut akan perlakuan yang adil yakni kewajiban perusahaan untuk memenuhi hak-hak para pekerja. Barulah ketika jam istirahat, gw ajak makan bareng anak-anak buah gw itu dan melepaskan posisi gw sebagai atasan mereka. Kami berbicara dengan bebas layaknya temen akrab seperti biasanya. Disitulah gw berusaha memberikan pengertian kepada mereka secara lebih personal dan proporsional.
Gw kurang setuju dengan pendapat lu ini. Jangan pernah stuck lu yang menilai diri lu, plegmatis, koleris, melankolis, sangunis, hedonis, nudis or whatever... karena somehow a truly leader harus bisa siap, standby beradaptasi pada sikon apapun yang senantiasa berubah. Seringkali keputusan-keputusan krusial dibuat gak peduli dalam keadaan siap dan gak siap. Karakter manusia yang lu sebutin itu somehow punya kelebihan dan kekurangannya masing2 bro. Gw sangunis, bahkan kadang2 suka melankolis juga. Apakah lantas gw gak bisa jadi LEADER? wrong! semua orang bisa jadi leader. Tinggal sehebat apa softskills yang dia punya, kalo hard skills mah bisa dicopas aja, iya kan?Originally Posted by tsu
Gw pernah tanya sama mentor gw di kantor, beliau adalah manajer training and development. Gw harus menjadi leader yang seperti apa? dan beliau menjawab, "JUST BE YOURSELF, THAT WHAT MAKES YOU SPECIAL AND DIFFERENT TO OTHER LEADER". Lu boleh meniru gaya "dahsyat" nya Tung Desem Waringin, "Super" nya Mario Teguh, tapi leader yang sejati adalah yang lu bangun dalam diri lu sendiriOriginally Posted by tsu
Semoga berguna ya brodah![]()
Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi
Impossible is nothing!