Results 1 to 20 of 27

Thread: Dulu teman sekarang anak buah

Hybrid View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1
    pelanggan setia Yuki's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Buitenzorg
    Posts
    6,366
    pada saat bekerja, mutlak tsu harus memosisikan diri sebagai supervisor, bukan teman, harus itu

    setelah bubaran kantor, silahkan "menjadi" teman kembali
    CURE SUNSHINE WA KAKKOSUGIRU.

  2. #2
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    15,933
    Quote Originally Posted by Yuki View Post
    pada saat bekerja, mutlak tsu harus memosisikan diri sebagai supervisor, bukan teman, harus itu

    setelah bubaran kantor, silahkan "menjadi" teman kembali
    Sekedar sharing aja buat tsu, pernah suatu ketika atasan gw (manajer) marah dan kecewa dengan performa anak2 buah di bawah gw yang ogah2an dan males2an kerjanya. Faktor pemicu utama yang membuat mereka menjadi demikian adalah karena...

    Spoiler for confidential:
    Gaji terlambat dan bahkan dicicil


    Gw yang merupkan bagian dari manajemen perusahaan harus membela bos gw dong. Apalagi atasan gw itu emang beneran BOS dan bukan LEADER dia gak terima alasan apapun kecuali anak2 buah gw harus bisa bekerja dengan baik dan benar gak peduli sikon perusahaan seburuk apapun. Ketika di kantor, sebagai atasan mereka gw ingatkan tentang kewajiban-kewajiban mereka sebagai pekerja, meskipun di batin gw saat itu lebih menuntut akan perlakuan yang adil yakni kewajiban perusahaan untuk memenuhi hak-hak para pekerja. Barulah ketika jam istirahat, gw ajak makan bareng anak-anak buah gw itu dan melepaskan posisi gw sebagai atasan mereka. Kami berbicara dengan bebas layaknya temen akrab seperti biasanya. Disitulah gw berusaha memberikan pengertian kepada mereka secara lebih personal dan proporsional.


    Quote Originally Posted by tsu
    @ndableg, yeah, i'll do that, lebih banyak diskusi, secara saya ini harmonis/ plegmatis
    Gw kurang setuju dengan pendapat lu ini. Jangan pernah stuck lu yang menilai diri lu, plegmatis, koleris, melankolis, sangunis, hedonis, nudis or whatever... karena somehow a truly leader harus bisa siap, standby beradaptasi pada sikon apapun yang senantiasa berubah. Seringkali keputusan-keputusan krusial dibuat gak peduli dalam keadaan siap dan gak siap. Karakter manusia yang lu sebutin itu somehow punya kelebihan dan kekurangannya masing2 bro. Gw sangunis, bahkan kadang2 suka melankolis juga. Apakah lantas gw gak bisa jadi LEADER? wrong! semua orang bisa jadi leader. Tinggal sehebat apa softskills yang dia punya, kalo hard skills mah bisa dicopas aja, iya kan?


    Quote Originally Posted by tsu
    @gg, banyak yang bilang, dari ketiga supervisor terdahulu (yang pernah saya alamin) ambil aja sifat baik dari masing2, dan buang yang jelek2
    Gw pernah tanya sama mentor gw di kantor, beliau adalah manajer training and development. Gw harus menjadi leader yang seperti apa? dan beliau menjawab, "JUST BE YOURSELF, THAT WHAT MAKES YOU SPECIAL AND DIFFERENT TO OTHER LEADER". Lu boleh meniru gaya "dahsyat" nya Tung Desem Waringin, "Super" nya Mario Teguh, tapi leader yang sejati adalah yang lu bangun dalam diri lu sendiri


    Semoga berguna ya brodah
    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •