Quote Originally Posted by opera View Post
modal dari hutang apakah tidak beresiko jika usahanya belum berkembang atau sampai macet dan tidak bisa melunasi hutangnya sampe jatuh tempo?
nah itulah kenapa saya bilang, kok segitunya
soalnya modal itu juga faktor buffer, untuk penahan keuangan, alias duid cadangan

Quote Originally Posted by BundaNa View Post
@tsu: buat anak2 sekolah...kemaren ditawarin AXA buat ikut reksadana apa ya, keuntungannya lebih gede dibanding tabungan pendidikan soalnya...sempet tergiur, tapi blum berani melangkah. Jadi masih konvensional, bukan tabungan junior dulu buat Naomi belajar kenal Bank
kalau tujuannya mendidik (dulu) memang disarankan tabungan
kalau saya selalu berpikir safety first, apalagi klo berhubungan dengan duid
so... kalau pengetahuan dan mental belum cukup, saya sarankan untuk tidak bermain di pasar uang (incl reksadana)

Quote Originally Posted by AsLan View Post
kan sudah gw bilang bahwa hutang ke bank untuk bisnis itu harus dengan jaminan asset yg kita miliki, jadi sebetulnya kita sedang memutar harta milik kita sendiri didalam bisnis, kalo bisnisnya bagus ya hasilnya besar, kalo bangkrut yg hilang semua.

jadi pada dasarnya bukannya bank yg ngasi kita modal, tapi itu hanya bagaimana "menguangkan" asset2 kita lalu kita putar semua kedalam bisnis.

dalam judi itu istilahnya "selon" pasang semua yg kita punya, kalo menang ya menang besar kalo kalah ya habis.
kalau judi saya nggak tau

tapi betul sekali, memang itulah kenapa saya menulis diatas penguasaan asset produktif itu sangat penting, bisa "sekolah" ke bank
daripada tuh duit nganggur jadi aset, kan bisa diputer

eh btw.... sekarang ada option asuransi sih, seperti kredit usaha rakyat yang agunannya rendah banget, sisanya di cover ama asuransi

---------- Post Merged at 11:30 AM ----------

Quote Originally Posted by BundaNa View Post
@tsu: iya tapi laku, padahal bayarnya ada yang harian ada yang mingguan...gwe sebenernya etrtarik sih, tapi masih ngeri antara riba ato enggak...temen2 gwe kaya dari sistem kayak begini
kalau ragu soal halal.... mending coba di syariah bun, sistem nisbah nya jelas