Justru itu,
menurutku dengan mengangkat sebuah epik wayang,
malah jadinya ambisius, tidak realistis, tidak marketable atawa lebih susah dipasarkan, dan tidak komersial.
Kecuali kalau epik tersebut dipotong2 dahulu jadi karya-karya kecil yang independent.
Misalnya, tentang Narasoma, atau tentang Dewabrata atau tentang Kumbayana.
Istilahnya buat menguji pasar.
Narasoma itu ceritanya bagus lho, itu subcerita dari Mahabharata. Isinya sarat tentang rasisme. RA Kosasih juga sempat membuat cerita sempalan ini jadi komik tersendiri walaupun di Mahabharata-nya sendiri, seingatku cerita ini juga ada.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)





Reply With Quote