Bleg,
gue udah baca RA Kosasih sebelum gue baca komik Spiderman, sebelum gue nonton Knight Rider dan MacGyver.
Dan sekedar memberitahumu:
1. Mahabharata dan Bharatayuda-nya RA Kosasih justru mengambil versi India, bukan versi Indonesia
2. RA Kosasih memang maestro, paling produktif tetapi bukan satu-satunya yang bikin komik wayang, masih ada Teguh Santosa dan Oerip (gue paling suka Oerip).
Dan seperti yang gue bilang,
kalaupun mau ambil cerita wayang, mending yang asli Indonesia,
dalam hal ini cerita Wayang sebelum Ramayana seperti kelahiran Rahwana dan Anoman.
Ya, benar, gue juga baca komik RA Kosasih yang itu. Komik gue dulu lengkap. Sekarang tinggal beberapa.
Dan komik Indonesia gak cuma komik Wayang.
Sampai sekarang pun, sampai punya buntut, gue masih suka melirik-lirik komik Indonesia.
Makanya, gue sempat menyebut judul-judul seperti 'Ophir' atau 'Katalis'. Percayalah, dua komik tahun 90-an akhir itu keren.
Terus masih ada komik seperti Alakazam.
Kalau superhero semacam 'Gunturgen', entah kenapa menurut gue masih gak sreg.
Btw,
ini adalah salah satu adaptasi komik Indonesia ke TV:
Dulu gue pernah baca komik mereka, Dua Warna, dan kemudian Vienetta dan Stupid Aliens.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)




Reply With Quote