waduhh.... gw orangnya ga bisa cerita runtut kaya redhair.

Coba deh cerita dikit. Jadi gini, seabis makan kita kebingungan cari tempat yang oke bwt disambangin. Si ul juga ga bawa helm, jadi ga bisa pergi terlalu jauh. Tercetuslah ide bwt menyambangi sebuah pasar yang sering dibilang pasar maling (sebut saja pasar klithikan pakuncen). Kebetulan juga si ulmalik pengen beli cermin, jadilah kita ke tempat tersebut yang hanya berjarak, klo kata orang jawa sak plinthengan.

Disana saya yang menjadi pemandu, meskipun udah lupa2 ingat denahnya. Kita punya misi masing2 dalam memasuki dunia perklithikan: Cudi cari sarung hape, ulmalik mencari cermin, dan saya mencari sepatu. Jadilah kita berkeliling bersama demi terselesaikannya misi. Tapi karena datengnya sudah terlampau malam, banyak kios yang tutup. Lagian saya juga mencari sepatu yang aneh2 (kayak di link ini http://www.pedroshoes.com/men/lace-u...04--brown.html ), ya jelas ga ada di klithikan.

o ya mungkin teman2 pada heran mengapa disebut thief market alias sarling alias pasar maling? Konon barang2 yang dijual disana itu barang2 hasil curian. Pernah denger cerita temen yang kehilangan helm, trus dia ga sengaja nemu helmnya pas jalan2 kesana. Tentunya dengan keadaan polosan, stiker dilepas, dan lebih kinclong abis dipoles Dia mengenali helmnya tersebut dari goresan khas di helmnya yang ga kehapus pas dipoles