a decent remake.
OK lah, tapi masih bagusan yang dulu dari segi visual dan esensi. Tapi buat efectnya bagusan yang sekarang, karena kemajuan teknologi.
Pro:
- Masih berusaha menyampaikan kritikan pedas terhadap media, seperti film aslinya dulu. Bahwa media seringkali menyesatkan, tapi dianggap mutlak benar. Film yang dulu menyindir media dan advertising.
- Karakter istri dan anak diberi peran lebih untuk menunjukkan dan membangkitkan sisi humanis Murphy, sementara partnernya dibikin jadi cowok tapi diisi dengan ras yang berbeda, jadi nggak all white heroes.
- Mampu memasukkan kemajuan teknologi dengan baik, aplikasi pratis teknologi jaman sekarangnya kerasa banget.
con:
- Esensi film gak se-deep yang dulu. Film aslinya itu bahkan memuat simbolisasi Robocop bagaikan Jesus, yang dianiaya, mati lalu dibangkitkan kembali, bahkan ada adegan dia jalan diatas air. Keren sekali film yang aslinya.. sayang disini nggak se-deep itu, lebih ditekankan sisi komersilnya.
- Robocopnya, meskipun ditunjang dengan teknologi super canggih, tapi masih berasa kurang robot dibanding yang dulu. Robocopnya Peter Weller itu didukung skill mime nya dia sehingga body gesture-nya tanpa didukung teknologi apapun mampu menipu kita seolah olah dia itu robot betulan, belum lagi suara roboticnya itu. Dia juga lebih dingin dan pas topengnya dibuka, ngeliat muka yang pinggirannya dijait ke helm itu luar biasa.. very inhuman. Robocop yang sekarang masih berasa orang pake kostum robocop.
- They don't make us hate the enemy. Not even close. Biasa aja. Bahkan ngeliat ED-209 aja gak kerasa ngeri sama sekali. Dulu ngeliat ED itu seremnya bukan main, meskipun ujung ujungnya kepeleset tangga.
Overall, it's decent.. sayang gak bisa menyaingi film aslinya.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)



Reply With Quote


