-

ini cerita unik, dua orang menulis satu story...memang tetap pake 2 side story, tapi tetep nyambung dan tidak kelihatan patahan cerita dari 2 karakter penulis yang biasanya cukup kentara. Hilman Hariwijaya (penulis serial Lupus yang legendaris) dan Zaza Zetirra Zr (penulis novel Jejak-Jejak Jejaka dan Mimi Elektrik, semua di era 80an) pernah memulainya pada novel yang berjudul "Rasta dan Bella". Tetapi Kalau novel jaman baheula itu bersettingkan remaja kaya di metropolitan, anak SMA jaman dahulu tahun 80an udah punya BMW, warna ungu pula
Sedang Flying To The Sky berlatar belakang orang2 pekerja dan karirnya relatif mapan cuma sial mulu untuk urusan percintaan.
Endingnya, ketika kita baca bab2 awal lumayan gak kebaca, secara ada dua tokoh cowok yang cukup mendominasi di hati Edyta. Yang Radyt the real favorite man in the world! Charming, senyumnya bikin meleleh. Sedang Ardian adalah tipe cowok prefeksionis mengidap Obsessive-Compulsive Disorde. Dan Edyta adalah cewek tipe sloopy dan diproteksi oleh seluruh keluarga dan sahabat.
Sederhana, tapi kompleks karena Edyta harus bertarung dengan banyak hal demi menemukan cinta sejatinya. Berwarna karena disuguhi oleh banyak istilah2 penerbangan dan perbankan dengan gaya bahasa yang mudah dicerna.
Cuma sayang, ada beberapa redaksional yang agak mengganggu
Ardian sebelumnya biasa ke CandraKirana 5 kali sebulan sebelum ketemu Edyta dan setelah ketemu Edyta lebih sering, 5 kali sebulan...kalimat yang rancu? Bedanya apa untuk menggambarkan intensitas yang lebih sering?
Juga ketika terjadi pembajakan pesawat...kenapa di pikiran Ardian selalu STD? Bahwa pembajak itu jihadis? Kog menggiring opini yang mengarah ke segmen tertentu?
Overall, cerita cintanya cukup membuat yang baca seperti naik jetcoaster
Posting Permissions
- You may not post new threads
- You may not post replies
- You may not post attachments
- You may not edit your posts
-
Forum Rules