Dog 1, human 0.

Nope... jangan sekali-kali meremehkan anjing. Tinggi saya 185 senti dengan bobot hampir 100 kilo dan anjing K9 terlatih bisa menjatuhkan saya dengan mudah. Ini kejadian waktu kita sedang ada sesi yang namanya "dog fighting" (tapi kali ini artinya rada harafiah) di sebuah polda.

If you think your biceps can outperform dogs, think again. Yang perlu diingat, Dog is a better grappler than a human world champion wrestler. Jangan pernah mau berguling di tanah melawan anjing, berikan lengan atau kaki untuk dia gigit, tapi tetaplah berdiri. Jangan sampai kena leher. Lengan dan kaki kita bisa patah oleh rahangnya (yes, dog does it), tapi itu lebih baik ketimbang leher kita dirobek.

Anjing adalah petarung yang menyerang dari samping, dia akan berkelit dan mencoba menghindar pertarungan dengan berhadapan langsung... trust me when I tell you this, they are damn agile.

Cara terbaik menghadapi anjing adalah:
  1. Hindari berurusan dengan mereka, khususnya K9 yang terlatih
  2. Tunjukkan otoritas. Teriak dengan tegas, misalnya "duduk!!" Seperti juga binatang buas lain, mereka mengenal konsep alpha male.
  3. Kabur ke tempat kita bisa berlindung, entah pagar tinggi, tembok atau sejenisnya. Tapi kalau tempat itu jaraknya terlalu jauh, sebaiknya jangan. Mereka larinya lebih cepat.
  4. Persenjatai diri. Manusia bertangan kosong kecil kemungkinan menang lawan mereka
  5. Jika bawa jaket, libatkan ke lengan untuk perlindungan. Usahakan bertarung dalam keadaan berdiri. Call for help.
  6. Kemungkinan menang melawan anjing meningkat bila kita bisa mengurangi kelincahan mereka. Misalnya, kita lari ke sungai (ini tip yang banyak diajarkan di perang dunia II).



Tentu saja kita bicara soal large dog. Bukan cihuahua