Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 20 of 29

Thread: Hotel Niagara - Lawang

  1. #1
    Barista lily's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Location
    a place called home
    Posts
    12,753

    Hotel Niagara - Lawang

    Di kota Lawang ada sebuah hotel tua berlantai lima yang dibangun pada 1918. Di kompleks hotel ada semacam prasasti beraksara Tiongkok yang menyatakan tahun pendirian hotel. Usia Hotel Niagara sudah 89 tahun. Arsiteknya Fritz Joseph Pinedo, pria berdarah Brasil yang hidup di Indonesia pada masa pendudukan Belanda.
    Hotel Niagara memang masih belum apa-apa. Dibandingkan dengan hotel-hotel modern (berbintang), standar pelayanan dan fasilitas di Di Hotel Niagara kita bisa menikmati sepuas-puasnya arsitektur tempo doeloe yang sangat menekankan pendekatan seni. Sebuah kombinasi gaya Brasil, Belanda, Tiongkok, dan Victoria yang menawan.
    Namun, hotel tua ini menawarkan keindahan, sensasi, tersendiri dari bentuk konstruksinya yang eksotik dan antik.

    Image yang berkembang kurang positif. Ada hantunya. Tempat orang bunuh diri. Kamar berdarah. Hingga tempat penimbunan senjata-senjata tradisional. Image ini makin kuat karena Hotel Niagara sempat mangkrak cukup lama. Kini pun dua lantai teratas (lantai 4 dan 5) selalu gelap karena belum dipakai.

    Tarif yang diberikan cukup murah untuk ukuran hotel yang boleh dibilang paling bersejarah di kawasan Malang Raya. Kamar mewah cukup Rp 90 ribu dan Rp 150 ribu. Khusus di lantai 3, yang kamar mandinya di luar, tarif semalam Rp 60 ribu. Padahal, di Kota Malang tarif hotel melati berfasilitas paling minim, kamar mandi luar, minimal Rp 80 ribu.

    Hotel Niagara awalnya dirancang sebagai vila pribadi milik keluarga Liem Sian Joe, pengusaha Tionghoa kaya pada era Hindia Belanda. Perlu kerja keras dan biaya besar untuk renovasi total.

    Gedung setinggi 35 meter ini dibangun arsitek Fritz Joseph Pinedo selama 15 tahun sejak 1918. Di masa itu Lawang dan sekitarnya memang masih merupakan daerah peristirahatan yang sejuk, nyaman, dan sepi. Jangan heran banyak vila cantik dibangun di kawasan itu.

    Pada 1920, Liem Sian Joe hijrah ke Negeri Belanda sehingga vilanya dipercayakan kepada ahli waris. Namun, karena jarang dipakai, vila itu kurang terurus. Kondisi ini berlangsung hingga masa kemerdekaan.

    Setelah masa revolusi, bangunan yang pernah disebut-sebut paling tinggi di Jawa Timur ini dijadikan rumah tinggal oleh beberapa keluarga. Tak jelas nama-nama penghuni vila, berikut bagaimana prosedur mereka mendapatkan hak pakai. Bisa ditebak, beberapa bagian bangunan menjadi kurang terawat. Mirip perilaku penghuni rumah susun di Tanah Air sekarang.

    Baru pada 1960 ahli waris Liem Sian Joe menjual bangunan itu kepada Ong Kie Tjay, pengusaha Tionghoa yang tinggal di Surabaya. Keluarga-keluarga yang menginap di rumah susun itu hengkang, dan mulailah Baba Ong membenahi bangunan tua itu.

    Empat tahun kemudian, 1964, fungsi bangunan bertingkat lima diubah dari vila menjadi hotel dengan nama Hotel Niagara. Ongko Budihartanto, general manager sekarang, tak lain merupakan anak sekaligus ahli waris Ong Kie Tjay.

    Tak mudah mengelola hotel sekaligus bangunan cagar budaya yang dilindungi undang-undang itu. Persoalan utama, seperti diceritakan di atas, adalah citra bangunan yang sempat diberitakan negatif di masyarakat. Misalnya, tuduhan sebagai rumah hantu hingga ajang bunuh diri. Itu semua hanya isu dan omong kosong," tegas Ongko Budihartanto.

    Selama 20 tahun lebih mengelola dan menetap di Hotel Niagara, Ongko mengaku belum pernah merasakan gangguan apa pun. Para tamu pun tak pernah mengeluhkan soal itu. Yang ada justru ungkapan-ungkapan positif tentang kehebatan serta keunikan Hotel Niagara. Kesan-kesan para tamu itu bisa terbaca di lorong-lorong hotel antara lantai satu dan dua, kemudian lantai dua dan tiga.

    Tak salah kalau para turis Belanda, yang datang untuk nostalgia itu, mengatakan Hotel Niagara ini unik dan antik. Sebab, menurut informasi dari beberapa sumber, keramik dinding dan bahan untuk lantai diimpor dari Belgia.

    Lift kuno merek ASEA merupakan produksi Swedia tahun 1900-an. Lantai terbuat dari teraso berwarna yang dicor di tempat, bahan baku impor. Bahan kayu untuk jendela, pintu, plafon, dan sebagainya terbuat dari kayu jati kelas satu.

    Persoalannya, seperti bangunan-bangunan tua lainnya, biaya perawatan tidak murah. Sementara jumlah kamar yang dioperasikan hanya 14 dari total 26 kamar alias hanya 50 persen. Bandingkan dengan hotel-hotel modern yang kamarnya berjumlah puluhan, bahkan ratusan.

    Bisa dibayangkan berapa pemasukan Hotel Niagara ini setiap bulannya. Namun, sebagai hotel tempo doeloe, antik, orisinil, Hotel Niagara punya nilai lebih yang jarang dimiliki hotel-hotel lain di Tanah Air.

    Ada baiknya pengelola Hotel Niagara mencamkan baik-baik pesan Henk Nos. Turis asal Belanda mengatakan, Hotel ini monumen, harus dijaga dengan baik. Perlu renovasi dengan arsitek yang benar-benar ahli. Kalau itu dilakukan, Hotel Niagara jadi bintang seperti Hotel Raffles di Singapura.








    Sisi misteri nya :

    pengalaman dari seorang warga Lawang :

    Di lantai 3 ada kamar yang memang sengaja tidak dibuka untuk umum. Konon kamar itu tempat noni belanda mati terbantai tentara jepang. Hotel Niagara itu di mancanegara terkenal dengan nama "Three Beautiful Ghost Hotel". Kebetulan aku pernah jadi guide untuk tourist dari Netherland menginap beberapa hari disana. Saat itu rencana menginap di hotel itu selama 5 hari, akhirnya hanya 2 malam dan mereka minta pindah. Itu terjadi sekitar tahun 1987. Di kamar tamu ada keranda mayat, saat di lihat management hotel, keranda itu tidak ada lagi. Cerita ini aku dapatkan dari para tamu yang aku temenin kesana. Percaya tidak percaya. Dan masih banyak lagi hal - hal yang ganjil tentang hotel itu. Hotel Niagara sekarang tidak seserem dulu saat belum di renovasi.



    pengalaman cece sepupu saya :

    Waktu itu dia ama temen temennya kesana untuk iseng - iseng menginap disana... Mereka masuk ke halaman. Di halaman banyak sprei putih dijemur. Trus mereka menuju resepsionis, mau booking kamar. Kata resepsionis, semua kamar udah penuh, tinggal 1 kamar aja. Mau ga mau mereka tidur di kamar itu. Sampe di kamar itu, mereka baru sadar kalo ga mungkin semua kamar penuh, karena di halaman hotel gak ada satupun mobil ato motor parkir, selain mobil temen cece sepupu saya. Akhirnya mereka memutuskan kabur dari sana, daripada terjadi sesuatu yang tidak diinginkan...


    Menurut saya pribadi, mungkin memang ada something disana, karena hotel itu udah ada sejak lama... Teman Mama saya pernah jadi pemilik hotel itu, sebelum akhirnya dijual ke pemilik yang sekarang. Mama saya sendiri ga berani masuk kesana, apalagi saya. Tapi banyak juga teman yang bilang hotel itu bagus dalamnya dan memang untuk tarif menginapnya, murah banget dan terjangkau... Jadi buat yang ada kunjungan kerja ke Lawang, bole dicoba menginap di hotel Niagara. Terus tolong diceritain ya pengalamannya
    Last edited by lily; 18-06-2012 at 05:49 PM.
    - I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -

  2. #2
    tsu's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Rainbow Trout
    Posts
    5,365
    wah, Lily sempet ke lawang yah ?

    saya dulu pernah sih disuruh nginep disana, dibayarin, tapi ogah lah
    dulu di radio EBS Surabaya pernah ada acara cermis, nah itu ada yang pernah telp dari kamar hotel itu, suaranya bergetar2 gitu, kayanya takut bener
    pas di telp di cerita klo lagi ngeliat semacam banquet gitu di lantai bawah, tapi yang hadir bule2, padahal hari itu cuman ada 2 mobil yang parkir dan itu pribumi semua.....

    terus pas acara hari pantja, dunia lain, klo nggak salah pas uji nyali di basement, terus lari2 nggak kuat, si penjaga nya juga ikutan lari

    tapi kayanya hal ini nggak terjadi sama semua orang de, soalnya ada beberapa wartawan yang nginep sana, malah enjoy2 aja tuh

  3. #3
    pelanggan setia Yuki's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Buitenzorg
    Posts
    6,366
    kok pada demen sih cerita-cerita kaya gini.....haduuuuh ini udah jam 7 malam~~
    CURE SUNSHINE WA KAKKOSUGIRU.

  4. #4
    cuma denger kabarnya aja, belum pernah kesana
    Four tines is a fork. Three tines is a trident. One is for eating, one is for ruling the seven seas.

  5. #5
    pelanggan tetap EpsilonX's Avatar
    Join Date
    Jan 2012
    Location
    @Home
    Posts
    566
    Thanx for this one...
    Mengingat gue rada "deket" ama "alam sebelah"...
    Kayanya boleh dicoba...
    Harganya itu edan banget...
    And I'm a sucker for classic ambiance...

  6. #6
    tsu's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Rainbow Trout
    Posts
    5,365
    benernya klo mo di daerah jawa timur banyak sih klo emang yakin sama "kedeketanya" mulai yang semi modern ala Niagara, sampe yang ala ala raja2 seperti pemandian jolotundo di mojokerto yang merupakan pemandian raja airlangga, itu tempat sering dijadikan lokasi nyepi.

    btw, kayanya klo ke niagara yang penting niatnya deh bro, soalnya ada beberapa yang kesana juga nggak ketemu apa2

  7. #7
    pelanggan tetap EpsilonX's Avatar
    Join Date
    Jan 2012
    Location
    @Home
    Posts
    566
    Quote Originally Posted by tsu View Post
    benernya klo mo di daerah jawa timur banyak sih klo emang yakin sama "kedeketanya" mulai yang semi modern ala Niagara, sampe yang ala ala raja2 seperti pemandian jolotundo di mojokerto yang merupakan pemandian raja airlangga, itu tempat sering dijadikan lokasi nyepi.

    btw, kayanya klo ke niagara yang penting niatnya deh bro, soalnya ada beberapa yang kesana juga nggak ketemu apa2
    So...
    Harus yang niat ngalemin baru ketemu..?
    Ato justru yang ga ngarep malah ketemu...?
    Soalnya kalo dari testi diatas, so far yang ga expect malah ketemu...
    Life is so unfair...

    And gue bukan ngincer horrornya...
    Sekalian aja jadi alternative penginapan kalo gue lagi kesana ato backpacking di Jawa...
    Kali aja dapet bonus pengalaman menarik...

  8. #8
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    ya ampun ada ya yang beginian...

    bagus deh, kalau acara ke sana, ga mau di hotel ini
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  9. #9
    opera's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    http://www.opera.com/
    Posts
    4,852
    keramat, masi dibuka hotel??

    ---------- Post Merged at 11:47 AM ----------

    keramat, masi dibuka hotel??

    ---------- Post Merged at 11:47 AM ----------

    keramat, masi dibuka hotel??

  10. #10
    tsu's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Rainbow Trout
    Posts
    5,365
    Quote Originally Posted by EpsilonX View Post
    So...
    Harus yang niat ngalemin baru ketemu..?
    Ato justru yang ga ngarep malah ketemu...?
    Soalnya kalo dari testi diatas, so far yang ga expect malah ketemu...
    Life is so unfair...

    And gue bukan ngincer horrornya...
    Sekalian aja jadi alternative penginapan kalo gue lagi kesana ato backpacking di Jawa...
    Kali aja dapet bonus pengalaman menarik...
    yaaaa.... namanya juga beda dunia, yang penting niatna ke Tuhan YME adalah untuk pengetahuan, bukan cari wangsit ato cari nomor togel
    itu aja sih yang saya percayai, soalnya nggak pernah ketemu dan nggak pengen ketemu

    soalnya banyak cerita disana kaya turis2 holland yang nginep disana nggak ketemu apa2, ada beberapa wartawan bahkan Rendra pun pernah nginep disana

    http://hurek.blogspot.com/2007/03/ho...di-malang.html

    ada testi nya juga

  11. #11
    Barista lily's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Location
    a place called home
    Posts
    12,753
    @tsu : saya sering sih Surabaya - Malang hehehehe , kalo mo ke Malang , selalu lewat sini... dari saya kecil , Mama selalu cerita soal this hotel... Saya ga pernah masuk , yang masuk Cici saya , harap maklum nyali saya ga gede

    kayanya sih kalo berani ga bakal diliatin kali ya... kalo ga berani , ya bakal diliatin kayanya...
    - I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -

  12. #12
    tsu's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Rainbow Trout
    Posts
    5,365
    ke malang ? pernah nginep hotel Tugu ? ato Splendid Inn ? sekali2 coba nginep deh, dua hotel ngetop itu mantap banget aura mistis nya

  13. #13
    Barista lily's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Location
    a place called home
    Posts
    12,753
    wedew... saya penakut banget tsu... prefer hotel baru aja deh tsu , di Malang banyak...

    temen baik saya , ortunya punya Hotel Trio , tapi saya juga ga pernah nginap , abis sepi


    ---------- Post Merged at 11:16 AM ----------

    huaaaaaaaaaaaa gimana ga serem ??? suasana hotel Tugu Malang begini



    - I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -

  14. #14
    tsu's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Rainbow Trout
    Posts
    5,365
    Di Hotel Tugu, Malang ada sebuah lukisan yang sangat menarik penghuni dan pengunjung hotel. Lukisan yang terletak di ruangan The Sugar Baron Room hotel ini adalah gambar seorang wanita cantik berambut panjang sedang berdiri di depan cermin. Selain karena tampilannya yang nggak biasa, yang bikin lukisan ini menarik adalah kisah wanita di dalamnya yang ternyata adalah Oei Hui Lan, putri pria terkaya di Asia Tenggara di abad 19, Oei Tiong Ham.

    Kisah hidup Oei Hui Lan ini lumayan fenomenal. Dia adalah putri kesayangan dari pengusaha gula ternama asal Semarang, Oei Tiong Ham yang kekayaannya terkenal di seluruh Asia hingga Eropa. Oei Hui Lan yang lahir di tahun 1889 ini sangat pintar. Dia sering mendampingi Ayahnya berdagang ke Cina, Amerika dan Eropa. Oei Hui Lan menikah dengan Wellington Koo, salah satu duta besar Cina dan bergaul akrab dengan keluarga bangsawan Eropa mulai dari Ratu Viktoria hingga Ratu Belgia. Bahkan, fotonya tercatat dalam musem kerajaan di Inggris.

    Oei Hui Lan meninggal dunia di tahun 1992 pada usia 93 tahun. Sebelum meninggal, Oei Hui Lan sempat menulis dan menerbitkan buku berjudul No feast last forever yang menceritakan perjalanan hidupnya yang luar biasa ini. Salah satu peninggalan Oei Hui Lan adalah lukisan dirinya yang terdapat di Hotel Tugu, Malang ini. Tidak ada yang tahu siapa pelukisnya, tapi yang jelas penampakan diri Oei Hui Lan di lukisan ini lumayan menyeramkan.

    Pasalnya, di lukisan itu terlihat bayangan Oei Hui Lan di cermin dengan rambut terurai panjang hampir mencapai lutut. Tatapan matanya pun menatap tajam sehingga banyak pengunjung yang merasa bahwa Oei Hui Lan terlihat hidup di lukisan itu. Selain tampak hidup, sering terasa aura dingin di sekitar lukisan itu. Beberapa pengunjung pun pernah mengaku didatangi Oei Hui Lan dalam mimpi mereka setelah melihat lukisan itu.
    lukisan itu IMHO menarik, karena bagian depan ama belakangnya IMHO nggak simetris, seolah yang dibelakang itu adalah orang lain......
    well that's scary

  15. #15
    Barista lily's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Location
    a place called home
    Posts
    12,753
    tsu... saya takut beberapa malem lo kepikiran yang di atas... saya sempat baca pengalaman mistis orang yang kesana juga soalnya
    - I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -

  16. #16
    Barista lily's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Location
    a place called home
    Posts
    12,753
    Akhirnya...

    Saya ke hotel Niagara 2 weeks ago.

    Parkiran ? Sepi ! Mobil saya doang yang parkir disono. Dan OMG satpamnya begitu detail dan rapi niupin peluit ama mengarahkan saya parkir mobil. Padahal pikir saya , sepi begini , saya doang yang parkir , kenapa harus rapi sih ?

    Jadi saya parkir mobil itu dibilang , kurang lurus , kurang kiri , kurang kanan. Ampun... Kiri kanan ga ada mobil...

    Selesai parkir , saya turun dan jalan menuju lobby , bersama anak saya.

    Melewati taman. Ada tukang kebun yang terus nunduk , kayanya sih dia mo noleh , tapi kayak takut - takut.

    Masuk lobby , disambut dengan ramah oleh receptionist.

    Saya tanya soal restoran , pengen coba lunch. Soalnya baca hasil googling , katanya bitterballen enak.

    Saya tanya , "Mbak , bitterballen ada ?"

    "Apa itu ? Disini cuma ada nasi goreng , indomie , cap cay."

    "Bisa liat menunya ?"

    "Aduh menunya di atas kayanya." - trus Mbak nya cari menu.

    Saya mo duduk di meja bulat dengan kursi rotan. Udah duduk , eh ternyata kursinya bolong

    Ga lama , Mbak nya datang dan membuka pintu di sebelah resto , trus ambil menu berupa kertas yang di print.

    Duh liat menu aja udah ga tertarik. Abis daftar makanan bener - bener ga ada yang special.

    Akhirnya saya pamit ke Mbak nya.

    Eh O malah bilang , "Mana setannya ? Kok ga ada ?"

    Saya ajak O keluar.

    Masuk mobil , kasi uang ke satpam , segera kabur naek mobil.

    Penilaian saya...

    Hotel ini kuno banget.

    Suasana horor terasa di parkiran , di taman , ama di ruang makan.

    Di ruang makan , ada 2 pintu di tembok samping. 2 pintu ini tinggi banget sampe atap. Dan gagang pintunya , gagang kuno , bukan modern kayak pintu jaman sekarang.

    Di ruang makan , ada aquarium isi ikan mas.

    Di taman depan , di samping , kayak ada pintu yang kayanya udah ga terpakai , ga tau menuju kemana.

    Dari taman , bisa liat ke atas , mungkin cuma sampe liat jendela lantai 3.

    Duh pokoknya horor deh buat saya.

    Saya tunggu report dari om [MENTION=395]tsu[/MENTION] ama [MENTION=658]EpsilonX[/MENTION] , kalo udah pada kesana.

    Itu kayanya pengalaman pertama dan terakhir saya kesana. Soalnya abis saya cerita ke keluarga di rumah , semua ngomel ke saya , kok bisa saya senekad itu

    Btw adik saya juga bilang kalo temennya kesana , trus naek dari lantai 1 sampe lantai 3 , sambil foto - foto.

    Pas pulang , foto diliat di laptop. Di jendela lantai 3 , ada penampakan.
    - I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -

  17. #17
    tsu's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Rainbow Trout
    Posts
    5,365
    WKWKWKWKWKWK [MENTION=854]lily[/MENTION] SAKTII !!!



    no, not even a single chance saya bakalan mau dipaksa nginep disana, saya punya saudara di atas pasar Lawang (sebelah Hotel Niagara) jadi ngapain nginep disitu wkwkw

    anw, dari beberapa review, memang yang diandalkan sama Niagara cuman aura nya doang, secara penampilannya dan kualitas nya........

  18. #18
    Barista lily's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Location
    a place called home
    Posts
    12,753
    Coba mampir kesono om , dijamin satpam yang markirin mobil detail banget. Sampe saya mikir emang kiri kanan ada mobil ya ?

    Kayak ada 50 mobil parkir disono , sampe saya parkir harus bener - bener pas.

    Trus pas turun , kayak orang berwajah polos , berlagak ga tau apa - apa soal hotel ini wuakakakaka... Padahal begitu masuk ruang makan , bulu saya kayak berdiri semua

    Berasa euy auranya. Cuma pikir saya , mbak receptionist aja berani kerja disitu , masa iya saya ga berani

    Jadi walopun jantung berdetak lebi kencang dari biasanya , bulu udah berdiri semua , wajah saya tetap polos kayak ga ngerti apa - apa

    Sampe O tanya , "Mommy mana setannya ?" - doeng bulu saya makin berdiri , dan cepet aja kabur hahahaha... Saya kan juga takut kalo tiba - tiba setannya datang , trus bilang , "Kenapa nyari - nyari ?" Hahahahaha...

    Btw saya harus ajak [MENTION=146]Yuki[/MENTION] laen kali pas kesini hahahahaha... Tapi sebelomnya [MENTION=146]Yuki[/MENTION] harus dipakein borgol ama pampers dulu hahahahaha...
    - I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -

  19. #19
    tsu's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Rainbow Trout
    Posts
    5,365
    wanjer, lily SM juga nih, maenannya borgol wkwkwkw, gutlak [MENTION=146]Yuki[/MENTION]

    anw, Ly sebetulnya penampakan itu hubungan simbiosis mutualisme, klo si "dia" tidak mau nampak, ya... ga nampak

  20. #20
    Barista lily's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Location
    a place called home
    Posts
    12,753
    So far sih saya ga bisa ngeliat begituan om.

    Entah saya ga peka ato emang ga bisa liat.

    Tapi saya kan takut juga om , kalo O disana terus ngomongin setannya , nyari setannya , pas nongol , bahaya dong

    Tapi temen adik saya foto kok dapet ya om di jendela lantai 3.

    Dan syukur , saya foto , saya teliti , ga ada penampakan. Besok saya upload disini , cuma ada 3 foto sih
    - I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -

Page 1 of 2 12 LastLast

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •