lah situ kan pemberani del.
kok malah nampakinnya ke lu del.?
![]()
lah situ kan pemberani del.
kok malah nampakinnya ke lu del.?
![]()
@choodee : ngeri...
Dopelganger apa ya ???
Berarti tiap tahun selalu ada korban ya ???
Dulu di skul jaman SMA , pas saya kelas 3 SMA , ada anak kelas 1 SMA meninggal karena bolos , trus keluar kota rame - rame ama teman - temannya , trus pas di jalan tol yang nyetir mobil ini ngebut dan ngerem mendadak. Si cewek yang duduk di kursi belakang bagian tengah , langsung terbang nembus kaca depan dan meninggal... Terus di meja tempat duduk dia selalu dikasi bunga. Dan katanya sih ada yang liat kadang - kadang tuh cewek belajar di kelas... Sampe sekarang yang nyetir mobil , stres nyaris gila...
Pas jaman kuliah , ada kakak kelas cewek dibunuh ama orang suruhan pacarnya di kamar mandi kampus. Trus sejak kejadian itu , dia sering muncul di kelasnya...
- I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -
Kalo kesurupan masal tiap tahun pasti ada dan selalu menjelang bazar ultah sma.
Dopelganger itu ada org yg mirip ama kita, dlm kasus ini setan nyamar, kek crita teman gw yg ngeliat dopelganger gw abis mandi di kamar.
omaigad lg baca tret ini tiba2 mati lampu.untung lg ada sepupu di rumah
---------- Post Merged at 08:15 PM ----------
omaigad lg baca tret ini tiba2 mati lampu.untung lg ada sepupu di rumah
^^
Hahahahaha
Tadi pas baca ceritanya choodee , ada telepon sampe kaget , udah gitu ditutup pula...
- I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -
Mantra pemanggil arwah penasaran "Anggelisamma were tehing gale" . Sehabis baca post ku ini jangan coba2 balik ke belakang, karena arwah penasarannya sdh dibelakangmu.
Nimbrung yak, kisah ini dialami oleh anakanak Kopimaya akhir Oktober 2010 lalu,
saya, fullmoonflower, Xvipeia, dan alistiq
@Magelang with Amazing Stories
Perjalanan dari dusun Treko masih ada dua tempat tujuan lagi yang harus kami sambangi.
Yaitu di sebuah rumah dan sebuah tempat di kawasan kota Magelang. Tempat siapakah gerangan?
Yang pasti di sini kami lagilagi mendapatkan pengalaman yang sangat berharga,
dari seseorang yang sudah sepuh namun masih tampak cantik, anggun dan ayu. Juga ada cerita misteri di sini
Malam itu kami sempat berputarputar kota Magelang untuk mencari alamat yang dituju. Kata teman saya yang di Magelang, tempat itu kini berubah menjadi kantor Notaris. Saya langsung cek PM di FB via hape, di sana mendapatkan nama Notarisnya. Jauh lebih mudah mencari plang Notaris tersebut ketimbang merunut nomer rumah satu persatu.
Mungkin kalian bertanyatanya, ke tempat siapakah? Adalah dahulu kala, ayahanda mba Kilat dilahirkan di Magelang. Dan tahun 2009 keluarga mba Kilat sempat ke Indonesia dan mengunjungi rumah tersebut di Magelang.
Ketika merapi menumpahkan isinya, keluarga mba Kilat rupanya merisau temanteman yang mereka kenal di Magelang. Meski saya mendapatkan informasi dari beberapa kawan yang tinggal di Magelang dan kondisi mereka baikbaik saja, namun untuk lebih menyakinkan lagi. Kami semua berniat mengunjungi dua tempat yang di kenal mba Kilat.
Rumah Keluarga Suprapto
Tiba di rumah itu tepat pukul 20.00, saya sempat berkata dalam hati, "Mengganggu ga ya? Sudah malam begini"
Lalu kami memarkirkan mobil di halaman dalam. Satu persatu turun dari mobil. Kami mengendap-endap ke teras lalu mengintip. Ah ya... kami melihat ada sosok bapak sepuh seperti bule/keturunan bule melakukan aktivitas di meja makan. lalu datanglah seorang perempuan muda membukakan pintu bagi kami.
"Siapa ya? Ada perlu apa?"
"Kami utusan dari tuan dV yang tahun lalu singgah ke sini."
"Oh.. silahkan masuk..."
Lalu kami dipersilahkan masuk di ruangan yang tertata rapih. Tampak banyak digantung fotofoto keluarga dan juga gambar ka'bah. Beberapa saat kami menunggu lalu tak lama muncul eyang putri dengan berbalutkan baju biru warna terang. Mirip warna baju yang kami lihat pada pakaian yang dikenakan kakek sepuh di meja makan. Beliau berjalan perlahan ke ruang tamu tempat di mana kami berada menggunakan alat bantu. Ketika beliau sudah duduk lalu kami saling berkenalan dan mengutarakan maksud kedatangan kami.
Kami banyak sekali mendapatkan pembelajaran dari eyang putri yang berusia 89 tahun itu. Eyang yang masih peka dengan kondisi sekeliling,
Beliau miris dengan apa yang terjadi dengan merapi,
lalu dia pertanya pada anaknya, "Apa ya yang bisa kita perbuat?"
Mereka lantas bergotong royong menyulap rumahnya untuk mengungsian. Tidak hanya itu saja, kami diingatkan untuk selalu harus menguasai bahasa daerah masingmasing. Bahkan beliau memiliki cara agar mereka mampu berbahasa daerah, cara yang beliau miliki diterapkan di lingkungan terkecil dulu, yaitu keluarga. Beliau meminta cucunya jika menelpon wajib menggunakan bahasa daerah. Krama Inggil.
"Salah ora opo-opo, mengko dibenerke nek salah," demikian ungkap beliau.
(terjemahan : Salah tidak apaapa, nanti akan dibetulkan kalau salah...)
Tidak hanya sampai di situ saja, beliau mewajibkan cucu-cucunya untuk berkirim surat dengannya menggunakan bahasa jawa alus.
*waw... salut akan semangat beliau, beliau melakukan aksi nyata bagaimana melestarikan bahasa daerah.
Untunglah saya dan mba FMF waktu itu langsung bercakapcakap dengan beliau menggunakan bahasa daerah,
dan itu yang membuat beliau sangat senang menerima kedatangan kami,
katanya, "Kok panjenengan sedaya taksih saget bahasa jawi alus tho?"
-kok kalian ini masih bisa berbahasa jawa halus?- red
Malam itu beliau juga bertutur banyak mengenai bagaimana dulu keluarga mba Kilat singgah ke rumahnya. Memfoto satu demi satu bagian rumah dengan detail. Memang tidak banyak perubahan di rumah itu. Rumah yang sengaja dibiarkan asli di jaman Belanda dulu. Saya tidak dapat membayangkan betapa kenangan ayahanda dari mba Kilat pasti berhamburan saat kembali ke rumah itu. Lalu keluarga mba Kilat memberikan fotofoto itu ke keluarga eyang putri Suprapto,
"Nah iki.. ternyata rumah kita indah juga.. kita baru menyadari setelah melihat gambarnya. Simpanlah.. ini bukti nyata kenangan tentang rumah kita..." kata eyang putri pada putraputrinya.
Kami berempat selama berada di sana, seperti tersihir mendengar penuturan beliau. Betapa cerdas, lancar, dan penuh semangat.. meski beliau bertutur kata sangat halus. Kami tidak dapat membayangkan pasti semasa mudanya beliau sangat cantik dan gesit. Rumah itu mereka beli seharga 100 rupiah, dan diperkenankan mencicil dari orang Belanda.
Oh ya, saya sempat iseng bertanya,
"Eyang, ketika bapak dV datang ke rumah ini, eyang bercakapcakap menggunakan bahasa apa?"
Beliau menjawab, "Bahasa Belanda.."
Whuaaaa mata kami langsung terbelalak dan pandanganku menyapu ke arah beberapa kawan, tampak mereka juga kagum atas ingatan beliau. Bahasa adalah sesuatu yang harus diasah terus menerus, namun beliau mampu berkomunikasi dengan orang tua mba Kilat menggunakan bahasa Belanda.
Selesai fotofoto lalu kami berpamitan, kami tak ingin lamalama di sana, mengingat beliau sudah sepuh tapi percakapan yang memakan waktu kurang dari satu jam itu sudah mampu menyihir kami dan mematri semua petuah beliau.
Oh No!!! Who is He?"
Di perjalanan pulang di dalam mobil, kami masih membahas tentang beliau. Betapa kami mengagumi tentang beliau. Lalu pembahasan menuju ke sosok sepuh tua yang kami lihat. Nah nah... tibatiba ada yang janggal di penglihatan kami. Yaitu pada saat kami mengintip di balik jendela pintu utama rumah. Kami berempat semuanya melihat kakek bule berbaju biru muda dengan melakukan aktivitas di meja makan.
Saya melihatnya beliau sedang makan malam. Apalagi kalau ingat eyang putri suprapto sempat mengatakan, "Nyuwun sewu radi dangu, kala wau saking nedha..." -Maaf agak lama, tadi sedang makan- red
Tapi mba FMF melihat sedang membaca koran, sedangkan Alistiq melihatnya sedang minum di cangkir. Kami bingung, apalagi di dalam rumah terlihat gambar ka'bah. Bisa diperkirakan keluarga eyang suprapto kemungkinan besar muslim. Lalu siapakah eyang sepuh kakung yang kami lihat?
Apakah suami dari eyang putri? ataukah siapa?
*kami semua tidak tahu...
bahkan kami sempat menduga.. janganjangan...
"HUAAAAAAAAAAAAAAAAAA," sontak saya sengaja menjerit dan Xvipeia langsung histeris.
Spoiler for ups:
Gak menampakkan dirinya ul, mereka cuma berani dengan gerak2in barang, bersuara, mindahin barang gw
---------- Post Merged at 06:35 AM ----------
Hahaha can't hardly wait to hear your story bro
Entah kenapa pas lu ngomong "kampung gw", kenapa gw jadi kenget kampung sumur batu di pilem "Jelangkung"nya Rizal Mantovani dimana ada adegan rumah kebakaran dan anak kecil dibunuh rame 2 yah![]()
Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi
Impossible is nothing!
Hmmm... kalo ini yang menjadi saksi adalah empat orang ya?Originally Posted by etca
Check this out
Tahun akhir tahun 1990-an di IPB kampus Baranangsiang (depan kebun raya Bogor) gw pernah diceritain kalo 1 kelas mahasiswa masih baru dan unyu2 jurusan apa gw lupa akan menghadiri kuliah perdana untuk matkul tertentu, sore hari. Mereka diajar di ruangan bawah tanah. Jadi si komti (ketua kelas) mendapat sms dari dosen matkul tersebut yang mewajibkan mereka dan para mahasiswa baru itu untuk menghadiri kuliah perdana di tempat dan waktu yang telah ditentukan. Sang komti pun jarkom ke semua mahasiswa baru dan perkuliahan pun berlangsung dari sore hingga menjelang magrib. Selesai kuliah para mahasiswa itu disapa oleh kakak kelas mereka yang bingung sekaligus curiga habis darimana mereka semua. And you know what he said...
Spoiler for nah lho...:
![]()
Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi
Impossible is nothing!
urban legend di kampus, copas dari blog-nya temen
Banyak yang suka belajar malam di Balairung. Beberapa alasan seperti disana asyik, lega, adem dan koneksi internet wireless yang yahud.
Itu yang rupanya dipikirkan sekelompok mahasiswa pada suatu malam. Mereka memarkirkan motor di dekat undakan tangga Bailairung lalu mulai menduduki salah satu meja yang ada di dekat pohon beringin di samping Arboretum.
Dibilang meja juga bukan meja beneran karena itu jenis meja kayak di resto trotoar dengan payung besar tertancap di tengah. Suasana malam sedang sepi tapi sekelompok anak muda ini tetap rame sambil tetap mengerjakan tugas mereka di laptop dibantu cahaya lampu pos yang kekuningan.
Biar begitu selama belajar mereka menyadari ada seorang bapak-bapak yang duduk di meja bundar juga beberapa meter dari meja mereka.
Beberapa saat kemudian, tujuan utama mengerjakan tugas terlupakan dengan kesibukan browsing dan bercanda seru. Bercanda mereka meliputi main lempar-lemparan pinsil. Dan dalam beberapa lemparan kemudian, jatuhlah pinsil ke dekat meja yang sedang ditempati Bapak setengah baya itu.
Salah seorang dari mereka kemudian ditunjuk untuk mengambil pinsil karena dia juga yang melemparnya.
Dia mengangguk ke si Bapak sebentar sebelum mengambil pinsilnya. Kepalanya langsung pusing karena kaki si bapak ngga ada. Badannya cuma dari pinggang ke atas.
Dengan kepala pusing dan badan gemetar hampir menangis, saksi mata ini kembali ke teman-temannya dan bercerita sambil bisik-bisik.
“Bapaknya melayang di kursi..”
Saat mereka dengan ketakutan luar biasa membereskan barang dan hendak kembali ke parkiran motor dan melewati si Bapak, beliau menyapa mereka dengan suara yang kini jadi kedengaran dingin dan seram.
“Mau kemana nak?”
“Mau pulang, Pak.”
“Kok pulang. Di sini aja sama Bapak.”
“Udah selesai Pak.”
“Udah selesai.. atau udah tau?”
...
hiiiiiiiiiiiiiii ya ampun... baca cerita cerita di atas merinding![]()
- I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -
err garagara thread misteri ini gw jadi merhatiin diri sendiri.
selama ini gw ga pernah bisa ngeliat, kalau emang bener di magelang dulu penampakan.. weiitsss... itu artinya gw pertama kali ngeliat.
selama ini gw ga pernah bisa mendengar2 banget, tapi waktu di jogja iya.. pernah denger bebunyian itu.
selama ini gw cuma bisa ngerasa ada yang 'datang'.
seumur2 baru bisa mendiskripsikan, memvisualisasikan pada saat duduk di sebelah Ismaya (anak KM)
dan ga mau lagi. egh pernah dink.. sekali lagi
pernah pas overtime di kantor ini mpe jam 22.00. sendirian di gedung lama, yang ada tinggal security itupun cowo di hall depan.
nah pas jam 19.00an lagi asik2nya kerja nama gw dipanggil ama cewe.
jelasss banget dia manggilnya.
sempat mikir siapa tuh cewe iseng banget manggil.
padahal ude sejak sore tadi office girl ude pamitan pulang. apalagi temen2 kantor yang cewe.
gw tahu arahnya di sana. di pojokan tempat administrasi divisi gw kerja.
gw bisa visualisasikan kirakira usianya segini .. masih muda.
besoknya gw tanya ama temen sekantor, dan ternyata bener.
di ruangan itu ada yang "nunggu", cewe masih muda usia kisaran 20an tahun.
dan seringnya di tempat administrasi gw duduk itu.
![]()
^^
Aduh semoga saya ga pernah ngalamin begituan... Ampun deh...![]()
- I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -
Wahahah heihaaaaaaaa tyt kita satu kampus dulu
Ini bapak2 pensil urban legend paling terkenal dgn berbagai macm versi, tergantung fakultas katanya. Kalo versi fakultas gw settingnya di perpus ugm (soalnya sampingan ama kampus) dan mahasiswanya ada 3 orang, nah yg dua pada ke toilet tinggal satu sendiri yg sialnya jatohin pensil
Tp ini urban legend termasuk baru keknya, soalnya heboh banged pas pertengahan semester gw kuliah waktu itu bukan ada sejak gw masuk.
kalo di kampus dosen saya juga pernah ngalamin.
jadi dosen saya ini lagi ngerjain tugas juga, sendirian ampe jam 10 malam di ruang instruktur.
petugas kebersihan ama dosen" lain udah pada pulang.
beberapa lama ngerjain, tiba" pointer" di laptop gerak sendiri buat ngeclose program" word yang lagi dikerjain.
kontan, dosen saya kaget langsung buru" matiin laptop dan ngacir pulang.
--------------
another story, di SMK saya juga pernah ada kasus kesurupan, padahal untuk angkatan" sebelumnya ga pernah ada.
anehnya si anak yang kesurupan cuma teriak" histeris kalo pas di sekolah di lab jurusan saya.
pas di tempat lain atau pas di rumah, biasa aja kayak siswa" normal biasanya.
padahal kalo pas sore" ampe malem saya sering mojok di lab jurusan malah ga ada apa".
pas salah satu guru meninggal juga masih ada murid" yang ngeliat guru ini mondar mandir di lab atau ikut senam rutin hari jumat ::hihi:;
Belom ada thread kisimis bun, ini adalah cikal bakalnya![]()
Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi
Impossible is nothing!
gw baru kali ni ketamuan makhluk gak jelas pas difoto.
ceritanya weekend yang lalu bareng temen2 nonton perdana pilem "Cita-cita setinggi tanah"
TKP di aula sekulah katolik Van Lith di Muntilan. Bangunan gedung belanda tua, tapi bersih terawat, cuman banyak spot2 yang gelap dan suram.
Filem mulai sekitar jam 2000. Bagus banget, alurnya kek anti-tesisnya filem Laskar Pelangi atau sejenisnya. Yang nonton sekitar 200-300an anak2 sekulah, warga sekitar, kru filem, dll. Nah selesai filem, gw foto2 ama pemeran utamanya.
2 shoots. Yang pertama pake blitz, ternyata kok gelap, ada bayangan hitam nutupin gw. Dikira normal, dishoot lagi. Dapet yang terang. 3 hari kemudian, di upload ke FB, ternyata ketawan ada kaki anak kecil nyelip di belakang. Foto langsung dicopot, till further notice. Ntah gimana ceritanya. 2 hari ini gw diikutin kucing hitam.selama di TKP, blas gak merinding, sekarang kok...yah gimana gitu.
![]()
Any views or opinions presented above are solely those of the author. Thus the author may disclaim accuracy on warranties and liabilities they may cause including loss of intellectual properties, economical benefit, and coordinated mental responses.
cerita temen
g tau napa temen terbangun dr tidurnya
seperti biasa dia klo bangun tidur masih engga fokus
dia ngeliat jendela dia yg terbuka d d situ dia ngelihat guling
dia bangun n coba ngeraih tu guling tp gulingnya malah menjauh
dia lalu k pintu buat ngejar gulingnya
tp pas dia buka pintu n liat arah jendela uda g ada gulingnya
abis nutup pintu dia bru nyadar 100%
n shock karena guling yg dia liat td ternyata pocong
g cuman sekali dia kek gt
pas d liatin dia cuma ngeliat ajah g panik sama sekali bru uda lama berselang bru panik
nb: deket rumah dia kuburanjadi y pas aja klo sering kejadian kek gt
Anugurihiitusomi