Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
sebenarnya sama saja...
faktanya:
Sang ghaib Maha Kuasa ini ngga bisa dibuktikan ke
beradaannya, dan juga tidak bisa dibuktikan ketidak
beradaannya.

"seperti" kucing schrodinger, loe ngga bisa buktikan
setelah loe buka tuh kotak (baca: mati dulu).

jadi yang beriman mbulet pada separuh kemungkinan
ada, dan yang atheist mbulet pada separuh kemungki
nan yang tidak ada...
Pertama, ateis menolak konsep tuhan karena konsep tsb penuh dengan kekacauan logika, paradoks, dan inkonsistensi. Antara pernyataan yg satu dgn yg lain bisa bertentangan, dst. Jika ditunjukkan semua kekacauan tsb, orang beriman akan menepisnya dgn mengatakan pengetahuan manusia terbatas, sementara tuhan tidak terbatas. Fuihh... itu logika mbulet...

Sekarang mengenai kucing Schroedinger. Yg jelas kucing tsb ada di dalam kotak tsb. Cuman yg jadi masalah, bagaimana keadaannya? Apakah hidup atau mati? Itu sangat berbeda dgn tuhan yg masalahnya justru pada ada atau tidaknya tuhan tsb. Kucing Schroedinger adalah masalah kuantum. Di situ perlu fungsi gelombang yg diasosiasikan dgn sesuatu yg sudah jelas keberadaaanya, bukan dgn sesuatu yg tidak jelas keberadaannya. Kecuali ente mau ngomongin apakah tuhan masih hidup atau sudah mati, bolehlah ente berdalih dgn kucing Schroedinger tsb.