Page 3 of 4 FirstFirst 1234 LastLast
Results 41 to 60 of 64

Thread: "Logika mbulet" dalam keimanan

  1. #41
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    ^
    ^

    argumen itu sudah sering digelar di sini, hayatzy (argumen gilasinting maksud gue)

  2. #42
    Chief Cook GiKu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    10,315
    TS-nya ud bejek gas
    tinggal asepnya doang yg diributin

  3. #43
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    waiting next episode

  4. #44
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    oo udah gak ada TS nya ya ?
    gak jadi komen deh


  5. #45
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by ishaputra View Post
    Menurut pendapat anda: Apakah "logika mbulet" kayak begitu merepresentasikan cara berpikir orang beriman?

    A. Jika YA, maka saya akan bertanya:

    ~ Apakah "logika mbulet" semacam itu merupakan suatu cara berpikir yang benar?

    B. Jika TIDAK, maka saya akan bertanya:

    ~ Bagaimanakah "orang beriman" mengklarifikasi "tudingan" dalam gambar diagram di atas?
    Posting di atas menunjukkan TS mau berdebat lebih jauh lagi, tapi beberapa posting balasan yg diterimanya malah tidak konstruktif dan menunjukkan belum paham apa itu logika mbulet.


  6. #46
    pelanggan tetap 234's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Posts
    737
    Quote Originally Posted by ishaputra View Post
    "Logika mbulet" dalam keimanan

    Yang ini "mbulet"...

    Quote Originally Posted by ishaputra View Post
    Fulan: Kitab suci ini adalah Firman Tuhan.

    Badu: Kok bisa lu tau bahwa kitab suci itu Firman Tuhan?

    Fulan: Ya, karena begitulah menurut yang dikatakan dalam kitab suci tersebut.

    Badu: Tapi, kenapa kita percaya pada kitab suci tersebut?

    Fulan: Karena kitab suci TIDAK PERNAH SALAH.

    Badu: Lho, gimana lu bisa yakin kalo kitab suci tidak pernah salah?

    Fulan: Karena itu FIRMAN TUHAN!

    Badu: Kok bisa lu tau bahwa kitab suci itu Firman Tuhan?

    Fulan: Ya, karena begitulah menurut yang dikatakan dalam kitab suci tersebut.

    Badu: Tapi, kenapa kita percaya pada kitab suci tersebut?

    Fulan: Karena kitab suci TIDAK PERNAH SALAH.

    Badu: Lho, gimana lu bisa yakin kalo kitab suci tidak pernah salah?

    Fulan: Karena itu FIRMAN TUHAN!

    Badu: Kok bisa lu tau bahwa kitab suci itu Firman Tuhan?

    Fulan: Ya, karena begitulah menurut yang dikatakan dalam kitab suci tersebut.

    Badu: Tapi, kenapa kita percaya pada kitab suci tersebut?

    Fulan: Karena kitab suci TIDAK PERNAH SALAH.

    Badu: Lho, gimana lu bisa yakin kalo kitab suci tidak pernah salah?

    Fulan: Karena itu FIRMAN TUHAN!

    Badu: Kok bisa lu tau bahwa kitab suci itu Firman Tuhan?

    Fulan: Ya, karena begitulah menurut yang dikatakan dalam kitab suci tersebut.

    Badu: Tapi, kenapa kita percaya pada kitab suci tersebut?

    Fulan: Karena kitab suci TIDAK PERNAH SALAH.

    Badu: Lho, gimana lu bisa yakin kalo kitab suci tidak pernah salah?

    Fulan: Karena itu FIRMAN TUHAN!

    Kalo yang ini si Badu yang kurang kerjaan...
    Udah tau si Fulan mbulet, eee...masih dikejar juga...
    Jadinya mbulet2...
    Gusti iku dumunung ing atine wong kang becik, mulo iku diarani Gusti... Bagusing Ati.

  7. #47
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Posting di atas menunjukkan TS mau berdebat lebih jauh lagi, tapi beberapa posting balasan yg diterimanya malah tidak konstruktif dan menunjukkan belum paham apa itu logika mbulet.

    Ehhhhh.... sebenernya gue malah mau nanya, apa yang namanya LOGIKA itu masih aplicable buat sesuatu yang bahkan di klaim sebagai beyond time and space ?
    A proud SpaceBattler now.

  8. #48
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by TheCursed View Post
    Ehhhhh.... sebenernya gue malah mau nanya, apa yang namanya LOGIKA itu masih aplicable buat sesuatu yang bahkan di klaim sebagai beyond time and space ?
    Sederhananya, logika adalah cara utk mendapatkan kesimpulan dari beberapa pernyataan yg ada. Karena itu logika tidak peduli space and time.


  9. #49
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Buset sudah 3 halaman masih semangat juga ngebahas beginian...

    gini deh gw kasi tau yang benernye...

    A. Orang beragama percaya kitab suci kitab suci itu benar
    B. Kitab suci mengatakan bahwa kitab suci benar

    secara logis, kalo kitab suci itu benar, maka A benar dan B benar.
    kalo kitab suci itu salah maka A salah dan B salah.

    Secara matematis begini :

    A=x
    B=x

    kalo 1 = benar dan 0 = salah maka x bisa 0 dan bisa 1.
    Kalau B=0 maka A juga 0, kalau B=1 maka A juga 1.

    kitab suci bisa benar dan bisa salah, iman seseorang bisa benar dan bisa salah. Tapi benar atau salahnya tidak bisa dibuktikan dari persamaan tersebut, harus ada persamaan lain untuk menverifikasi, misalnya ada persamaan x+2=3, dari situ maka kita bisa tahu apakah x itu 0 atau x itu 1.

    maka untuk menyerang orang beragama, cari saja kesalahan2 dalam kitab sucinya, misalnya kitab suci mengatakan bahwa manusia keturunan adam dan hawa, kalau ada bukti bahwa manusia adalah keturunan monyet berarti kitab suci itu salah dan orang yg beriman kepada kitab suci itu juga salah, simple.

  10. #50
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Karena itu logika tidak peduli space and time.
    Whoa.
    You lost me there, dude.
    Karena, buat gue, yang berkutat dengan angka, Ruang dan Waktu itu penting. Buat logika segala hal.

    Kasi gue contoh sebuah flow-chart penyelesaian masalah dimana sequence nggak penting sama sekali.
    Mungkin dengan begitu gue bisa ngerti.
    A proud SpaceBattler now.

  11. #51
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Yg di bawah ini aja gw tanggepin (yg lainnya ngaco):

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    maka untuk menyerang orang beragama, cari saja kesalahan2 dalam kitab sucinya, misalnya kitab suci mengatakan bahwa manusia keturunan adam dan hawa, kalau ada bukti bahwa manusia adalah keturunan monyet berarti kitab suci itu salah dan orang yg beriman kepada kitab suci itu juga salah, simple.
    Bagi ateis, kitab2 suci (Bible, Quran, dll) adalah kitab2 masa lalu. Setidaknya, kitab2 suci tsb menggambarkan bagaimana pemahaman manusia thd kehidupannya di masa lalu. Bisa jadi masih ada hal2 yg faktual, sedangkan sebagian besarnya malah sudah kadaluarsa.

    Bagi ateis, menunjukkan kesalahan2 kitab2 suci tsb pada orang beragama, sama saja dgn ngobrol dgn batu alias usaha yg sia2. Mengapa begitu? Karena orang beragama sudah mengimani kitab suci sbg kebenaran mutlak. Seamburadul apapun kitab sucinya, tetapi karena sudah diimani sbg kebenaran mutlak, maka orang beragama tidak akan pernah melihat secuil kesalahan pun di dalam kitab sucinya.

    Logika mbulet adalah konsekuensi dari keimanan orang beragama tsb. Karena apapun pertanyaan yg diajukan thd kitab suci tsb, jawabannya harus berujung pada kitab suci selalu benar.



    ---------- Post Merged at 02:53 AM ----------

    Quote Originally Posted by TheCursed View Post
    Whoa.
    You lost me there, dude.
    Karena, buat gue, yang berkutat dengan angka, Ruang dan Waktu itu penting. Buat logika segala hal.

    Kasi gue contoh sebuah flow-chart penyelesaian masalah dimana sequence nggak penting sama sekali.
    Mungkin dengan begitu gue bisa ngerti.
    Sorry, gw kagak ngatri apa yg lu omongin.

  12. #52
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Sorry, gw kagak ngatri apa yg lu omongin.
    Lo bilang: "Karena itu Logika tidak peduli Space and Time."

    Gue yang datangnya dari dunia eksakta, nggak ngerti: Logika macam apa yang bisa kayak gitu ?
    Karena di dunia gue, setiap logika, algoritma, selalu terkait dengan konsep ruang(himpunan, vektor, matrik, dst) dan/atau konsep waktu(detik, saat, ketika, pabila, dst).
    Bahkan saat bicara tentang kucing Schroedinger.

    Mungkin elo bisa kasi pencerahan dengan memberikan satu aja algoritma atau logika penyelesaian sebuah masalah yang sama sekali nggak terkait dengan kedua konsep ini ?
    A proud SpaceBattler now.

  13. #53
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Bagi ateis, kitab2 suci (Bible, Quran, dll) adalah kitab2 masa lalu. Setidaknya, kitab2 suci tsb menggambarkan bagaimana pemahaman manusia thd kehidupannya di masa lalu. Bisa jadi masih ada hal2 yg faktual, sedangkan sebagian besarnya malah sudah kadaluarsa.

    Bagi ateis, menunjukkan kesalahan2 kitab2 suci tsb pada orang beragama, sama saja dgn ngobrol dgn batu alias usaha yg sia2. Mengapa begitu? Karena orang beragama sudah mengimani kitab suci sbg kebenaran mutlak. Seamburadul apapun kitab sucinya, tetapi karena sudah diimani sbg kebenaran mutlak, maka orang beragama tidak akan pernah melihat secuil kesalahan pun di dalam kitab sucinya.

    Logika mbulet adalah konsekuensi dari keimanan orang beragama tsb. Karena apapun pertanyaan yg diajukan thd kitab suci tsb, jawabannya harus berujung pada kitab suci selalu benar.
    sebenarnya sama saja...
    faktanya:
    Sang ghaib Maha Kuasa ini ngga bisa dibuktikan ke
    beradaannya, dan juga tidak bisa dibuktikan ketidak
    beradaannya.

    "seperti" kucing schrodinger, loe ngga bisa buktikan
    setelah loe buka tuh kotak (baca: mati dulu).

    jadi yang beriman mbulet pada separuh kemungkinan
    ada, dan yang atheist mbulet pada separuh kemungki
    nan yang tidak ada...

  14. #54
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by TheCursed View Post
    Lo bilang: "Karena itu Logika tidak peduli Space and Time."

    Gue yang datangnya dari dunia eksakta, nggak ngerti: Logika macam apa yang bisa kayak gitu ?
    Karena di dunia gue, setiap logika, algoritma, selalu terkait dengan konsep ruang(himpunan, vektor, matrik, dst) dan/atau konsep waktu(detik, saat, ketika, pabila, dst).
    Bahkan saat bicara tentang kucing Schroedinger.

    Mungkin elo bisa kasi pencerahan dengan memberikan satu aja algoritma atau logika penyelesaian sebuah masalah yang sama sekali nggak terkait dengan kedua konsep ini ?
    Contohnya:

    Yg bisa ngomong akan lapar.
    Tuhan bisa ngomong.
    Berarti tuhan kelaparan.


  15. #55
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    sebenarnya sama saja...
    faktanya:
    Sang ghaib Maha Kuasa ini ngga bisa dibuktikan ke
    beradaannya, dan juga tidak bisa dibuktikan ketidak
    beradaannya.

    "seperti" kucing schrodinger, loe ngga bisa buktikan
    setelah loe buka tuh kotak (baca: mati dulu).

    jadi yang beriman mbulet pada separuh kemungkinan
    ada, dan yang atheist mbulet pada separuh kemungki
    nan yang tidak ada...
    Pertama, ateis menolak konsep tuhan karena konsep tsb penuh dengan kekacauan logika, paradoks, dan inkonsistensi. Antara pernyataan yg satu dgn yg lain bisa bertentangan, dst. Jika ditunjukkan semua kekacauan tsb, orang beriman akan menepisnya dgn mengatakan pengetahuan manusia terbatas, sementara tuhan tidak terbatas. Fuihh... itu logika mbulet...

    Sekarang mengenai kucing Schroedinger. Yg jelas kucing tsb ada di dalam kotak tsb. Cuman yg jadi masalah, bagaimana keadaannya? Apakah hidup atau mati? Itu sangat berbeda dgn tuhan yg masalahnya justru pada ada atau tidaknya tuhan tsb. Kucing Schroedinger adalah masalah kuantum. Di situ perlu fungsi gelombang yg diasosiasikan dgn sesuatu yg sudah jelas keberadaaanya, bukan dgn sesuatu yg tidak jelas keberadaannya. Kecuali ente mau ngomongin apakah tuhan masih hidup atau sudah mati, bolehlah ente berdalih dgn kucing Schroedinger tsb.


  16. #56
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Pertama, ateis menolak konsep tuhan karena konsep tsb penuh dengan kekacauan logika, paradoks, dan inkonsistensi. Antara pernyataan yg satu dgn yg lain bisa bertentangan, dst. Jika ditunjukkan semua kekacauan tsb, orang beriman akan menepisnya dgn mengatakan pengetahuan manusia terbatas, sementara tuhan tidak terbatas. Fuihh... itu logika mbulet...
    kekeke...
    itu sih konsep tentang tuhan... bukan fakta ten
    tang eksistensi Tuhan...

    jadi baik atheist maupun imanist, sama-sama cuma
    ribut akan sesuatu yang tidak diketahuinya 100%

    Sekarang mengenai kucing Schroedinger. Yg jelas kucing tsb ada di dalam kotak tsb. Cuman yg jadi masalah, bagaimana keadaannya? Apakah hidup atau mati? Itu sangat berbeda dgn tuhan yg masalahnya justru pada ada atau tidaknya tuhan tsb. Kucing Schroedinger adalah masalah kuantum. Di situ perlu fungsi gelombang yg diasosiasikan dgn sesuatu yg sudah jelas keberadaaanya, bukan dgn sesuatu yg tidak jelas keberadaannya. Kecuali ente mau ngomongin apakah tuhan masih hidup atau sudah mati, bolehlah ente berdalih dgn kucing Schroedinger tsb.
    makanya gw nulisnya "mirip" (pake tanda petik)
    ada tidak ada, yang loe pegang cuma hampiran,
    tidak ada yang pegang fakta 100% benar.

  17. #57
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    kekeke...
    itu sih konsep tentang tuhan... bukan fakta ten
    tang eksistensi Tuhan...
    Fakta? Kalo fakta malah ateis bener 100%, sampe sekarang faktanya tuhan tidak ada.

    Kalo konsep, justru orang beriman masih punya tempat utk membela keyakinannya ttg tuhan, masih bisa bilang 50:50lah pada orang ateis.

    jadi baik atheist maupun imanist, sama-sama cuma
    ribut akan sesuatu yang tidak diketahuinya 100%
    Alasan 50:50 selalu diajukan oleh orang beriman utk menghibur diri bahwa ateis pun tidak lebih baik dari pada mereka. Sebagai ateis, ane bisa memaklumi hal tsb karena orang beriman hidup dalam ancaman neraka.


  18. #58
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Fakta? Kalo fakta malah ateis bener 100%, sampe sekarang faktanya tuhan tidak ada.

    Kalo konsep, justru orang beriman masih punya tempat utk membela keyakinannya ttg tuhan, masih bisa bilang 50:50lah pada orang ateis.
    emang loe sudah pegang bukti/fakta ke-tidak-ada-
    an Tuhan?

    emangnya loe udah ngecek kemana saja?


    Alasan 50:50 selalu diajukan oleh orang beriman utk menghibur diri bahwa ateis pun tidak lebih baik dari pada mereka. Sebagai ateis, ane bisa memaklumi hal tsb karena orang beriman hidup dalam ancaman neraka.
    hahaha...
    orang beriman tidak diajarkan untuk menganggap
    status (iman) mereka sebagai indikator lebih baik
    atau lebih buruk dari status yang lain

    atheis saja kali yang paranoid

  19. #59
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Contohnya:

    Yg bisa ngomong akan lapar.
    Tuhan bisa ngomong.
    Berarti tuhan kelaparan.
    masih ada kata akan. 'If Then'. Masih ada konsep waktu di situ.
    Kalo gue jadiin program, yang ini masih punya sequence. Kalo ada sequence, bisa gue kasi clock(sekian MHz). Kalo gue kasi clock berarti bisa di kalkulasi waktunya....
    Gue minta algoritma/logika yang tanpa sequence.

    Gue minta algoritma/logika dimana nggak ada konsep sekarang, nanti, dulu, berikutnya, dst.
    Bebas sama sekali dari konsep Ruang ataupun Waktu, seperti kata loe.

    Sebuah logika/algoritma, dimana semua parameter input dan output-nya terjadi di masa lalu, sekarang, akan datang, dan tidak pernah, secara bersamaan. Dan di saat itu pula semua paramater input dan outputnya harus ada di semua tempat, di satu titik, dan tidak di manapun di saat bersamaan. Berada dalam ruang himpunan Possible, impossible, probable dan improbable di saat bersamaan. Ada nggak ?

    Dan ngomongin kucing Schroedinger yang ada dalam kotak; maka yang gue minta adalah kucing yang ngga jelas hidup-matinya dan, paling nggak, di saat bersamaan kotaknya juga harus ada dan nggak ada. dan, oh, kucingnya sendiri juga harus real dan imajiner di saat yang sama.
    Last edited by TheCursed; 29-06-2012 at 07:59 PM.
    A proud SpaceBattler now.

  20. #60
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by TheCursed View Post
    masih ada kata akan. 'If Then'. Masih ada konsep waktu di situ.
    Kalo gue jadiin program, yang ini masih punya sequence. Kalo ada sequence, bisa gue kasi clock(sekian MHz). Kalo gue kasi clock berarti bisa di kalkulasi waktunya....
    Gue minta algoritma/logika yang tanpa sequence.

    Gue minta algoritma/logika dimana nggak ada konsep sekarang, nanti, dulu, berikutnya, dst.
    Bebas sama sekali dari konsep Ruang ataupun Waktu, seperti kata loe.

    Sebuah logika/algoritma, dimana semua parameter input dan output-nya terjadi di masa lalu, sekarang, akan datang, dan tidak pernah, secara bersamaan. Dan di saat itu pula semua paramater input dan outputnya harus ada di semua tempat, di satu titik, dan tidak di manapun di saat bersamaan. Berada dalam ruang himpunan Possible, impossible, probable dan improbable di saat bersamaan. Ada nggak ?

    Dan ngomongin kucing Schroedinger yang ada dalam kotak; maka yang gue minta adalah kucing yang ngga jelas hidup-matinya dan, paling nggak, di saat bersamaan kotaknya juga harus ada dan nggak ada. dan, oh, kucingnya sendiri juga harus real dan imajiner di saat yang sama.
    Lu ngomongin apa sih? Gw gak ngerti... Lu sendiri, ngerti gak apa yg lu omongin?

Page 3 of 4 FirstFirst 1234 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •