Yg di bawah ini aja gw tanggepin (yg lainnya ngaco):
Bagi ateis, kitab2 suci (Bible, Quran, dll) adalah kitab2 masa lalu. Setidaknya, kitab2 suci tsb menggambarkan bagaimana pemahaman manusia thd kehidupannya di masa lalu. Bisa jadi masih ada hal2 yg faktual, sedangkan sebagian besarnya malah sudah kadaluarsa.
Bagi ateis, menunjukkan kesalahan2 kitab2 suci tsb pada orang beragama, sama saja dgn ngobrol dgn batu alias usaha yg sia2. Mengapa begitu? Karena orang beragama sudah mengimani kitab suci sbg kebenaran mutlak. Seamburadul apapun kitab sucinya, tetapi karena sudah diimani sbg kebenaran mutlak, maka orang beragama tidak akan pernah melihat secuil kesalahan pun di dalam kitab sucinya.
Logika mbulet adalah konsekuensi dari keimanan orang beragama tsb. Karena apapun pertanyaan yg diajukan thd kitab suci tsb, jawabannya harus berujung pada kitab suci selalu benar.
---------- Post Merged at 02:53 AM ----------
Sorry, gw kagak ngatri apa yg lu omongin.![]()
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)






Reply With Quote