Yg di bawah ini aja gw tanggepin (yg lainnya ngaco):

Quote Originally Posted by AsLan View Post
maka untuk menyerang orang beragama, cari saja kesalahan2 dalam kitab sucinya, misalnya kitab suci mengatakan bahwa manusia keturunan adam dan hawa, kalau ada bukti bahwa manusia adalah keturunan monyet berarti kitab suci itu salah dan orang yg beriman kepada kitab suci itu juga salah, simple.
Bagi ateis, kitab2 suci (Bible, Quran, dll) adalah kitab2 masa lalu. Setidaknya, kitab2 suci tsb menggambarkan bagaimana pemahaman manusia thd kehidupannya di masa lalu. Bisa jadi masih ada hal2 yg faktual, sedangkan sebagian besarnya malah sudah kadaluarsa.

Bagi ateis, menunjukkan kesalahan2 kitab2 suci tsb pada orang beragama, sama saja dgn ngobrol dgn batu alias usaha yg sia2. Mengapa begitu? Karena orang beragama sudah mengimani kitab suci sbg kebenaran mutlak. Seamburadul apapun kitab sucinya, tetapi karena sudah diimani sbg kebenaran mutlak, maka orang beragama tidak akan pernah melihat secuil kesalahan pun di dalam kitab sucinya.

Logika mbulet adalah konsekuensi dari keimanan orang beragama tsb. Karena apapun pertanyaan yg diajukan thd kitab suci tsb, jawabannya harus berujung pada kitab suci selalu benar.



---------- Post Merged at 02:53 AM ----------

Quote Originally Posted by TheCursed View Post
Whoa.
You lost me there, dude.
Karena, buat gue, yang berkutat dengan angka, Ruang dan Waktu itu penting. Buat logika segala hal.

Kasi gue contoh sebuah flow-chart penyelesaian masalah dimana sequence nggak penting sama sekali.
Mungkin dengan begitu gue bisa ngerti.
Sorry, gw kagak ngatri apa yg lu omongin.