Results 1 to 20 of 64

Thread: "Logika mbulet" dalam keimanan

Hybrid View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Posting di atas menunjukkan TS mau berdebat lebih jauh lagi, tapi beberapa posting balasan yg diterimanya malah tidak konstruktif dan menunjukkan belum paham apa itu logika mbulet.

    Ehhhhh.... sebenernya gue malah mau nanya, apa yang namanya LOGIKA itu masih aplicable buat sesuatu yang bahkan di klaim sebagai beyond time and space ?
    A proud SpaceBattler now.

  2. #2
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by TheCursed View Post
    Ehhhhh.... sebenernya gue malah mau nanya, apa yang namanya LOGIKA itu masih aplicable buat sesuatu yang bahkan di klaim sebagai beyond time and space ?
    Sederhananya, logika adalah cara utk mendapatkan kesimpulan dari beberapa pernyataan yg ada. Karena itu logika tidak peduli space and time.


  3. #3
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Karena itu logika tidak peduli space and time.
    Whoa.
    You lost me there, dude.
    Karena, buat gue, yang berkutat dengan angka, Ruang dan Waktu itu penting. Buat logika segala hal.

    Kasi gue contoh sebuah flow-chart penyelesaian masalah dimana sequence nggak penting sama sekali.
    Mungkin dengan begitu gue bisa ngerti.
    A proud SpaceBattler now.

  4. #4
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Yg di bawah ini aja gw tanggepin (yg lainnya ngaco):

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    maka untuk menyerang orang beragama, cari saja kesalahan2 dalam kitab sucinya, misalnya kitab suci mengatakan bahwa manusia keturunan adam dan hawa, kalau ada bukti bahwa manusia adalah keturunan monyet berarti kitab suci itu salah dan orang yg beriman kepada kitab suci itu juga salah, simple.
    Bagi ateis, kitab2 suci (Bible, Quran, dll) adalah kitab2 masa lalu. Setidaknya, kitab2 suci tsb menggambarkan bagaimana pemahaman manusia thd kehidupannya di masa lalu. Bisa jadi masih ada hal2 yg faktual, sedangkan sebagian besarnya malah sudah kadaluarsa.

    Bagi ateis, menunjukkan kesalahan2 kitab2 suci tsb pada orang beragama, sama saja dgn ngobrol dgn batu alias usaha yg sia2. Mengapa begitu? Karena orang beragama sudah mengimani kitab suci sbg kebenaran mutlak. Seamburadul apapun kitab sucinya, tetapi karena sudah diimani sbg kebenaran mutlak, maka orang beragama tidak akan pernah melihat secuil kesalahan pun di dalam kitab sucinya.

    Logika mbulet adalah konsekuensi dari keimanan orang beragama tsb. Karena apapun pertanyaan yg diajukan thd kitab suci tsb, jawabannya harus berujung pada kitab suci selalu benar.



    ---------- Post Merged at 02:53 AM ----------

    Quote Originally Posted by TheCursed View Post
    Whoa.
    You lost me there, dude.
    Karena, buat gue, yang berkutat dengan angka, Ruang dan Waktu itu penting. Buat logika segala hal.

    Kasi gue contoh sebuah flow-chart penyelesaian masalah dimana sequence nggak penting sama sekali.
    Mungkin dengan begitu gue bisa ngerti.
    Sorry, gw kagak ngatri apa yg lu omongin.

  5. #5
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Sorry, gw kagak ngatri apa yg lu omongin.
    Lo bilang: "Karena itu Logika tidak peduli Space and Time."

    Gue yang datangnya dari dunia eksakta, nggak ngerti: Logika macam apa yang bisa kayak gitu ?
    Karena di dunia gue, setiap logika, algoritma, selalu terkait dengan konsep ruang(himpunan, vektor, matrik, dst) dan/atau konsep waktu(detik, saat, ketika, pabila, dst).
    Bahkan saat bicara tentang kucing Schroedinger.

    Mungkin elo bisa kasi pencerahan dengan memberikan satu aja algoritma atau logika penyelesaian sebuah masalah yang sama sekali nggak terkait dengan kedua konsep ini ?
    A proud SpaceBattler now.

  6. #6
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by TheCursed View Post
    Lo bilang: "Karena itu Logika tidak peduli Space and Time."

    Gue yang datangnya dari dunia eksakta, nggak ngerti: Logika macam apa yang bisa kayak gitu ?
    Karena di dunia gue, setiap logika, algoritma, selalu terkait dengan konsep ruang(himpunan, vektor, matrik, dst) dan/atau konsep waktu(detik, saat, ketika, pabila, dst).
    Bahkan saat bicara tentang kucing Schroedinger.

    Mungkin elo bisa kasi pencerahan dengan memberikan satu aja algoritma atau logika penyelesaian sebuah masalah yang sama sekali nggak terkait dengan kedua konsep ini ?
    Contohnya:

    Yg bisa ngomong akan lapar.
    Tuhan bisa ngomong.
    Berarti tuhan kelaparan.


  7. #7
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Contohnya:

    Yg bisa ngomong akan lapar.
    Tuhan bisa ngomong.
    Berarti tuhan kelaparan.
    masih ada kata akan. 'If Then'. Masih ada konsep waktu di situ.
    Kalo gue jadiin program, yang ini masih punya sequence. Kalo ada sequence, bisa gue kasi clock(sekian MHz). Kalo gue kasi clock berarti bisa di kalkulasi waktunya....
    Gue minta algoritma/logika yang tanpa sequence.

    Gue minta algoritma/logika dimana nggak ada konsep sekarang, nanti, dulu, berikutnya, dst.
    Bebas sama sekali dari konsep Ruang ataupun Waktu, seperti kata loe.

    Sebuah logika/algoritma, dimana semua parameter input dan output-nya terjadi di masa lalu, sekarang, akan datang, dan tidak pernah, secara bersamaan. Dan di saat itu pula semua paramater input dan outputnya harus ada di semua tempat, di satu titik, dan tidak di manapun di saat bersamaan. Berada dalam ruang himpunan Possible, impossible, probable dan improbable di saat bersamaan. Ada nggak ?

    Dan ngomongin kucing Schroedinger yang ada dalam kotak; maka yang gue minta adalah kucing yang ngga jelas hidup-matinya dan, paling nggak, di saat bersamaan kotaknya juga harus ada dan nggak ada. dan, oh, kucingnya sendiri juga harus real dan imajiner di saat yang sama.
    Last edited by TheCursed; 29-06-2012 at 07:59 PM.
    A proud SpaceBattler now.

  8. #8
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Bagi ateis, kitab2 suci (Bible, Quran, dll) adalah kitab2 masa lalu. Setidaknya, kitab2 suci tsb menggambarkan bagaimana pemahaman manusia thd kehidupannya di masa lalu. Bisa jadi masih ada hal2 yg faktual, sedangkan sebagian besarnya malah sudah kadaluarsa.

    Bagi ateis, menunjukkan kesalahan2 kitab2 suci tsb pada orang beragama, sama saja dgn ngobrol dgn batu alias usaha yg sia2. Mengapa begitu? Karena orang beragama sudah mengimani kitab suci sbg kebenaran mutlak. Seamburadul apapun kitab sucinya, tetapi karena sudah diimani sbg kebenaran mutlak, maka orang beragama tidak akan pernah melihat secuil kesalahan pun di dalam kitab sucinya.

    Logika mbulet adalah konsekuensi dari keimanan orang beragama tsb. Karena apapun pertanyaan yg diajukan thd kitab suci tsb, jawabannya harus berujung pada kitab suci selalu benar.
    sebenarnya sama saja...
    faktanya:
    Sang ghaib Maha Kuasa ini ngga bisa dibuktikan ke
    beradaannya, dan juga tidak bisa dibuktikan ketidak
    beradaannya.

    "seperti" kucing schrodinger, loe ngga bisa buktikan
    setelah loe buka tuh kotak (baca: mati dulu).

    jadi yang beriman mbulet pada separuh kemungkinan
    ada, dan yang atheist mbulet pada separuh kemungki
    nan yang tidak ada...

  9. #9
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    sebenarnya sama saja...
    faktanya:
    Sang ghaib Maha Kuasa ini ngga bisa dibuktikan ke
    beradaannya, dan juga tidak bisa dibuktikan ketidak
    beradaannya.

    "seperti" kucing schrodinger, loe ngga bisa buktikan
    setelah loe buka tuh kotak (baca: mati dulu).

    jadi yang beriman mbulet pada separuh kemungkinan
    ada, dan yang atheist mbulet pada separuh kemungki
    nan yang tidak ada...
    Pertama, ateis menolak konsep tuhan karena konsep tsb penuh dengan kekacauan logika, paradoks, dan inkonsistensi. Antara pernyataan yg satu dgn yg lain bisa bertentangan, dst. Jika ditunjukkan semua kekacauan tsb, orang beriman akan menepisnya dgn mengatakan pengetahuan manusia terbatas, sementara tuhan tidak terbatas. Fuihh... itu logika mbulet...

    Sekarang mengenai kucing Schroedinger. Yg jelas kucing tsb ada di dalam kotak tsb. Cuman yg jadi masalah, bagaimana keadaannya? Apakah hidup atau mati? Itu sangat berbeda dgn tuhan yg masalahnya justru pada ada atau tidaknya tuhan tsb. Kucing Schroedinger adalah masalah kuantum. Di situ perlu fungsi gelombang yg diasosiasikan dgn sesuatu yg sudah jelas keberadaaanya, bukan dgn sesuatu yg tidak jelas keberadaannya. Kecuali ente mau ngomongin apakah tuhan masih hidup atau sudah mati, bolehlah ente berdalih dgn kucing Schroedinger tsb.


  10. #10
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Pertama, ateis menolak konsep tuhan karena konsep tsb penuh dengan kekacauan logika, paradoks, dan inkonsistensi. Antara pernyataan yg satu dgn yg lain bisa bertentangan, dst. Jika ditunjukkan semua kekacauan tsb, orang beriman akan menepisnya dgn mengatakan pengetahuan manusia terbatas, sementara tuhan tidak terbatas. Fuihh... itu logika mbulet...
    kekeke...
    itu sih konsep tentang tuhan... bukan fakta ten
    tang eksistensi Tuhan...

    jadi baik atheist maupun imanist, sama-sama cuma
    ribut akan sesuatu yang tidak diketahuinya 100%

    Sekarang mengenai kucing Schroedinger. Yg jelas kucing tsb ada di dalam kotak tsb. Cuman yg jadi masalah, bagaimana keadaannya? Apakah hidup atau mati? Itu sangat berbeda dgn tuhan yg masalahnya justru pada ada atau tidaknya tuhan tsb. Kucing Schroedinger adalah masalah kuantum. Di situ perlu fungsi gelombang yg diasosiasikan dgn sesuatu yg sudah jelas keberadaaanya, bukan dgn sesuatu yg tidak jelas keberadaannya. Kecuali ente mau ngomongin apakah tuhan masih hidup atau sudah mati, bolehlah ente berdalih dgn kucing Schroedinger tsb.
    makanya gw nulisnya "mirip" (pake tanda petik)
    ada tidak ada, yang loe pegang cuma hampiran,
    tidak ada yang pegang fakta 100% benar.

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •