Quote Originally Posted by purba View Post
Bagi ateis, kitab2 suci (Bible, Quran, dll) adalah kitab2 masa lalu. Setidaknya, kitab2 suci tsb menggambarkan bagaimana pemahaman manusia thd kehidupannya di masa lalu. Bisa jadi masih ada hal2 yg faktual, sedangkan sebagian besarnya malah sudah kadaluarsa.

Bagi ateis, menunjukkan kesalahan2 kitab2 suci tsb pada orang beragama, sama saja dgn ngobrol dgn batu alias usaha yg sia2. Mengapa begitu? Karena orang beragama sudah mengimani kitab suci sbg kebenaran mutlak. Seamburadul apapun kitab sucinya, tetapi karena sudah diimani sbg kebenaran mutlak, maka orang beragama tidak akan pernah melihat secuil kesalahan pun di dalam kitab sucinya.

Logika mbulet adalah konsekuensi dari keimanan orang beragama tsb. Karena apapun pertanyaan yg diajukan thd kitab suci tsb, jawabannya harus berujung pada kitab suci selalu benar.
sebenarnya sama saja...
faktanya:
Sang ghaib Maha Kuasa ini ngga bisa dibuktikan ke
beradaannya, dan juga tidak bisa dibuktikan ketidak
beradaannya.

"seperti" kucing schrodinger, loe ngga bisa buktikan
setelah loe buka tuh kotak (baca: mati dulu).

jadi yang beriman mbulet pada separuh kemungkinan
ada, dan yang atheist mbulet pada separuh kemungki
nan yang tidak ada...