Results 1 to 20 of 31

Thread: Semua ras berasal dari kulit hitam yang berasal dari Africa ( Out of Africa Theory)

Hybrid View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1
    setahu saya, dalam teori 'Out of Africa' tidak pernah digunakan kata "all"/"semua" seperti yg digunakan di judul tred ini

    Dalam sains, tak ada yg 100% sempurna dan akurat, apalagi mengenai ilmu penyelidikan dunia purba seperti ini yg sangat tergantung kepada fakta-fakta baru yg mungkin belum ditemukan semuanya. Meski teori 'out of africa' menjadi pendapat mayoritas dalam ranah keilmuan, tapi bukan satu-satunya teori. ada teori lain seperti teori multiregional.
    you can also find me here

  2. #2
    pelanggan tetap Parameswara Li's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    天京
    Posts
    1,093

    Cool

    Quote Originally Posted by daylight View Post
    Oh begitu ya, tambah lagi pengetahuan, mohon dicatat dulu

    - - - Updated - - -

    Kira2 menurut bro Parameswara, adakah kemungkinan terjadinya mutasi genetik dari satu ras ke ras lain yang berbeda seperti kasus di atas ? Ini anak bukan Albino lo, dari hasil testnya.
    Ya bisa saja. Mutasi genetik itu selalu terjadi. Hanya saja biasanya tidak besar. Mutasi ini biasanya akan hilang sendirinya ketika berada dalam populasi yang besar. Hilang karena kecil kemungkinan sifat-sifat tersebut akan diturunkan ke beberapa generasi berikutnya. Maksud saya begini. Ketika anak yang bermutasi tadi dewasa dan kemudian menikah dengan orang-orang yang tidak mempunyai mutasi yang sama maka kemungkinan anaknya akan mewarisi mutasi itu tidak terlalu besar. Dan seandainyapun sang anak tersebut mewarisi mutasi yang sama dan kemudian menikah dengan orang yang tidak bermutasi maka kemungkinan generasi berikutnya lebih kecil lagi kemungkinannya mewarisi mutasi tersebut. Namun jika kemudian anak-anak yang mempunyai mutasi sepeti ini berkumpul menjadi satu dan hanya menikah dengan sesama mereka maka besar kemungkinan mutasi ini bertahan.

    Contoh yang paling kongkret adalah anak campuran Eropa dengan Asia di Indonesia. Biasanya penampilan Eropa mereka masih jelas. Namun anak-anak mereka kelak sudah tidak jelas lagi penampilan Eropanya kecuali jika mereka hanya menikah dengan sesama anak campuran.

    Jadi maksud saya, pembentukan masyarakat dengan penampilan yang agak berbeda dari pendahulunya biasanya pasti diawali dengan mutasi. Mutasi ini bisa survive dalam isolasi dan populasi yang kecil. Jadi kalau anda sekeluarga terdampar di sebuah pulau terpencil dan tidak bisa berkomunikasi sama sekali maka kedua unsur tersebut terpenuhi. Jika selama 1000 tahun keturunan anda terperangkap di pulau itu maka bentuk fisik keturunan anda bisa berbeda dari bentuk fisik anda.

    Di Asia, sekelompok kecil ras kuning yang memisahkan diri dari rombongan besarnya dan pergi ke utara kemudian bisa mempunyai keturunan yang mempunyai penampilan fisik yang berbeda dari keturunan saudara-saudaranya di selatan. Orang-orang Mongoloid utara di Asia mempunyai kulit lebih terang, badan lebih tinggi, bulu lebih banyak, mata lebih sipit, dan hidung lebih mancung dari orang-orang Mongoloid selatan di Asia. (Orang Melayu adalah bagian dari keluarga besar Mongoloid selatan).

    - - - Updated - - -

    Quote Originally Posted by Δx Δp ≥ ½ ħ View Post
    setahu saya, dalam teori 'Out of Africa' tidak pernah digunakan kata "all"/"semua" seperti yg digunakan di judul tred ini

    Dalam sains, tak ada yg 100% sempurna dan akurat, apalagi mengenai ilmu penyelidikan dunia purba seperti ini yg sangat tergantung kepada fakta-fakta baru yg mungkin belum ditemukan semuanya. Meski teori 'out of africa' menjadi pendapat mayoritas dalam ranah keilmuan, tapi bukan satu-satunya teori. ada teori lain seperti teori multiregional.
    Ya tentu saja anda benar tentang selalu munculnya fakta-fakta baru. Sehingga kesimpulan-kesimpulan baru akan selalu bermunculan. Tapi setidaknya, sampai saat ini, Teori Out of Africa masih lebih didukung dari teori multiregional. Penemuan tentang DNA memperkuat hal itu. Kecepatan mutasi kan bisa diperkirakan. Dari semua DNA manusia yang ada sekarang (Tentu tidak benar-benar semua DNA, tapi hanya sample dari semua populasi) tidak ada yang sama dengan DNA Neandertal. Semua DNA ini menunjukan bahwa manusia modern keturunan dari sekelompok kecil Homo Sapiens yang survive setelah bencana besar sekitar 70ribuan tahun yang lalu. Para ahli memperkirakan jumlah yang survive sekitar 2000-10000 orang saja. Ini tidak berarti bahwa sebelum waktu itu tidak ada hominid yang lain yang hidup di luar Afrika, hanya saja mereka semua kemudian punah karena tidak punya keturunan. Penelitian Arkeologi menunjukan bahwa Neandertal survive sampai dengan 20ribuan tahun yang lalu. Beberapa ahli membuat hipotesis tentang kemungkinan terjadi kawin campur antara Neandertal dengan Homo Sapiens untuk menjelaskan fenomena rambut merah di sebagian kecil orang Eropa modern. Namun riset DNA sejauh ini tidak mendukung hal tersebut.

    Teori Out Africa sendiri juga berlapis. Maksudnya gelombang keluarnya Hominid dari Africa itu terjadi berkali-kali. Yang paling akhir keluar (sebelum Homo Sapiens) adalah Neandertal. Jadi sebenarnya Multiregionalism juga berbasis pada Out of Africa, hanya saja keluarnya sebelum 100 ribu tahun yang lalu.
    Last edited by Parameswara Li; 16-06-2012 at 05:40 PM.

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •