Muslim yang berjuang atas nama (murni) kemanusiaan, biasanya nggak bawa-bawa "Islam". Begitu bawa-bawa "Islam", nggak berjuang atas nama kemanusiaan, tapi atas nama "saudara seiman". Kayak yang suka demo membela Palestina itu.
Bahkan Usman Hamid ketua Kontras pun muslim, tapi apa dia bawa-bawa "Islam" dalam perjuangannya? Enggak.
Banyak muslim ikut Greenpeace, apa bawa-bawa Islam di situ? Enggak.
Anggota komnas HAM banyak yang muslim, apa mereka bawa-bawa atau mengatasnamakan "Islam" di situ? Enggak.
Amrozy CS ngebom bali, apa bawa Islam? Iya. Pake dalil ayat lagi.
Koruptor banyak yang muslim, apa koruptor mengatasnamakan Islam saat korupsi? ENGGAK. Dan makanya nggak ada yang mengidentikkan Islam dengan korupsi, karena orang-orang Islam yang korupsi itu nggak mengatasnamakan agama saat korupsi. Beda dengan terorisme.
Oh, enggak. Saya malah ikut aksi #beda.is.me minggu kemaren di depan Istana Merdeka, di mana para hadirin, orator dan pencetusnya sebagian besar (kecuali jemaat gereja yang ikut demo) adalah muslim juga. Tapi, apakah kelompok-kelompok muslim yang menolak radikalisme di-notice sebagai muslim? Enggak. Malah umumnya mereka dicatat sebagai "orang sekuler".
"Radikal" itu kategorisasinya bagaimana? Kalau yang "radikal" sekategori dengan Abu Bakar Baasyir cs, itu sedikit. Tapi kalo yang sekategori dengan orang yang doyan melarang gereja seperti gambar di atas, lebih banyak lagi. Mereka nggak setuju teror bom atas nama Islam, tapi mereka juga "risih" melihat ada gereja di lingkungan mereka.
Anda sendiri sebagai muslim bagaimana, setuju dengan isi/himbauan dalam spanduk di atas yang melarang gereja?
Teorinya memang begitu.
Berarti anda mengakui bahwa spanduk di atas adalah sebuah kesalahan?Islam akan terus besar dengan terpaan sarkasme, sinisme, kedengkian dari mereka yang cuma puas cari kesalahan muslim (bukan Islam).
Kalau dibahas latar belakang kejadiannya, berarti ngamuknya muslim itu bisa dibenarkan, begitu?
Pada kasus "muslim dibantai", apa anda pernah memperhatikan "latar belakang kejadiannya" sebagaimana anda pertanyakan di atas?
Sikap kayak anda juga biasa, tukang cari pembenaran.
Berarti JIL juga bisa besar dong yah, meski dihujat, dimaki, dihina dan dilecehkan atas nama "akidah".
Kelihatannya anda memang nggak mampu debat. Lha saya perhatikan postingan anda di setiap thread juga datar-datar ajah.
- - - Updated - - -
Baca dong komentar saya di atasnya. Soal tuduhan "generalisasi" sudah saya terangkan.
- - - Updated - - -
Orang kayak BundaNa ini kan aneh. Muslim, tapi nggak punya positioning yang tegas soal ini.
- Kalo Muslim dituduh radikal, intoleran, dsb, dia tidak suka dan membela diri. Katanya nggak semua muslim kayak begitu. Katanya, banyak juga muslim yang mengutuk kekerasan yang dilakukan oleh radikal. Dan katanya juga, muslim yang mengutuk radikalisme "diabaikan".
(Siapa yang "mengabaikan?" Saya pernah berada di tengah-tengah muslim yang demo mengutuk radikalisme. BundaNa sebagai muslim yang tidak setuju radikalisme, apa pernah?)
- Melihat ada muslim yang mengutuk keras intoleransi dan radikalisme dalam berislam, BundaNa sepertinya juga bukan bagian dari mereka. Malah boleh jadi nggak setuju dengan mereka.
- BundaNa sebagai muslim, apa pernah mengkritik intoleransi umat Islam? Bikin thread soal ini pun, setahu saya belum pernah. Tapi begitu ada orang kafir yang menghujat intoleransi umat Islam, dia melakukan pembelaan diri dengan mengatakan "nggak semua muslim kayak begitu kok".
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)





Reply With Quote
