Cerminnya udah pecah semua![]()
Dalam konteks quote tersebut, saya cuma mengkritik BundaNa apakah dia pernah mengecam keras kebringasan ormas radikal? Sebab saya nilai, BundaNa terutama dalam issue ini, tidak jelas di mana positioningnya.
Mendukung ormas radikal, enggak. Tapi kecaman dan kritikannya/sikap menentangnya nggak kelihatan selama di thread diskusi di KM ini.
Begitu ada orang kafir yang mengutuk-ngutuki ormas Islam radikal, baru membela diri "nggak semua muslim begitu kok, jangan menggeneralisir lah".
Sepertinya, posisinya itu posisi "wagu" (canggung). Mau bela ormas radikal gimana, mau mengecam ya gimana.
Setuju ormas radikal, enggak. Mau mengecam ormas radikal, nggak tega. Tapi denger orang kafir mengecam keras ormas radikal, ngelesnya cari aman.
Last edited by ishaputra; 17-06-2012 at 02:42 PM.
Twitter: @tingnongtingcer
Blog: http://ishaputra.wordpress.com/
lha gara2 bercermin itu, kacanya jadi pecah saking gantengnya![]()
Sekarang gini saja: Lihat kembali foto di awal thread. Jika anda muslim, silakan urai opini/posisi diri anda (sebagai muslim) menghadapi foto spanduk pelarangan gereja tersebut. Apakah setuju atau tidak, apakah itu termasuk pelarangan HAM atau bukan, dst.
Jadi saya, dan siapapun di sini bisa tahu posisi para muslim di sini: Apakah sehaluan atau berseberangan.
Kalau anda, para muslim, menuduh saya menggeneralisir, ya buktikan bahwa tidak semua muslim seperti itu dan tunjukkan bahwa "saya buktinya" (dengan statement posisi yang jelas dan itulah gunanya thread diskusi).
Lha ini, mengecam intoleransi atas nama Islam nggak kedengeran suaranya, begitu di-"generalisir" nggak mau. Itu namanya POSISI WAGU/CANGGUNG.
Twitter: @tingnongtingcer
Blog: http://ishaputra.wordpress.com/
gini ya Ish, tiap orang punya cara beda menanggapi kekerasan yang dilakukan oleh kaum seagamanya.
Mengecam itu ga menyelesaikan persoalan. Gw Muslim. Gw punya banyak temen dari beberapa lapisan. Ada yang Kristen, Katolik, Hindu, bahkan gw juga berteman baik ama temen gw yang gay dan lesbian. Cara gw: gw memulai dari diri gw sendiri, dari yang remeh temeh such as diskusi, meskipun kalo udah menyangkut akidah itu udah ga bisa cawe2.
Saran gw: lo banyakin deh berteman ama orang lain golongan
- - - Updated - - -
"nggak kedengeran suaranya" ama "ga tau" itu dua hal yang berbeda![]()
Kenapa tiap ishaputra bikin thread beginian reaksi orang ga membahas isi diskusi tapi ngetroll semua?
Karena sudah pada tau gelagatnya kemana.
Di AK saya pernah meladeni dgn baik postingan si isha, tapi ujung2nya seragam, ga pernah mau terima klarifikasi selama "bersebrangan" dgn ishaputra.
Jadi disini, siapa yg gak mau diskusi dgn baik?
Anda setuju dengan ormas-ormas Islam radikal yang belakangan seperti "menguasai NKRI?"
Anda setuju dengan penyerbuan diskusi buku Irshad Manji di Salihara dan LKIS Jogja? Dan berbagai kasus lain yang melibatkan ormas Islam radikal?
Sebab saya melihat, ada muslim yang sepertinya "ragu" untuk mengecam dengan tegas, karena setengahnya mereka simpatik juga. Tapi untuk mendukung, mereka nggak punya argumen, sementara untuk menentang mereka juga sungkan.
Masalah "mengecam tidak menyelesaikan persoalan", memang betul. Tapi kecaman dalam forum umum (mis. forum diskusi di KM ini, atau di FB/Twitter misalnya), sekurangnya menjadi TEGURAN dan PERINGATAN bagi para muslim yang doyan kekerasan (baik yang tergabung dalam ormas maupun tidak) untuk SADAR bahwa perilaku mereka dikecam oleh saudara seimannya. Dan menyatakan sikap mengecam merupakan langkah awal yang sangat baik. Sekurang-kurangnya, dalam forum diskusi anda memiliki posisi yang jelas, tidak wagu.
Setuju sama ormas radikal enggak, tapi begitu ada kafir yang menghujat-hujat ormas radikal, baru bilang "nggak semua muslim kayak begitu kok" dan malah fokus mengkritik si kafir yang menghujat/mengecam ormas radikal itu.
Sudah. Memang anda pikir saya kuper apah?
Salah satu tipe muslim yang pernah saya jumpai: Mengecam ormas radikal enggak, tapi dituduh setuju juga sungkan. Giliran mengecam JIL, semangat.
Itu yang saya sebut "posisi wagu".
- - - Updated - - -
Klarifikasi apa? Lha wong karakter anda saja dalam thread ini kelihatannya "posisi wagu".
Twitter: @tingnongtingcer
Blog: http://ishaputra.wordpress.com/
Wa iki.......... kompornya mulai. Sabar sabar
karena di forum bisanya cuma pake kata2 bukan tindakan, ok gw kasi tau. Gw ga setuju agama gw ditunggangi kepentingan duniawi apapun yang negatif. Gw ga setuju JIL, ga setuju FPI, dan apapun yang melegalkan tindak kekerasan.
Case closed.
Menguasai NKRI ish? Kalo rusuh sih iye. Menguasai NKRI? Sebesar apa sih pengaruhnya ormas2 radikal itu? Yg gw liat sih mereka mampu bikin rusuh, tapi menguasai?
Berkuasa mana sama orang2 kaya di indonesia? Berkuasa mana sama tni?
Mendukung saya rasa enggak, cuman merasa percuma utk membahasnya, karena:Sebab saya melihat, ada muslim yang sepertinya "ragu" untuk mengecam dengan tegas, karena setengahnya mereka simpatik juga. Tapi untuk mendukung, mereka nggak punya argumen, sementara untuk menentang mereka juga sungkan.
pertama, yg mereka usung itu isi agama yg membawa nilai2 kebenaran. Jadi ga bisa menentang sebab2 terjadinya.
kedua, kejadian selalu ga jelas, karena bisa saja kejadian yg dibesar2kan atau pelaku kekerasan adalah oknum atau diprovokasi orang luar yg menginginkan kerusuhan.
ketiga, dari kejadian rusuh2 siapa lagi coba yg dirugikan dgn adanya kerusuhan bawa2 agama selain korban kerusuhan?
Kalo sodara elu bikin rusuh ato berkelakuan memalukan, terus orang dateng ke elu dan menyerang (dgn bumbu2 mengejek) elu, apa yg lu lakukan?Masalah "mengecam tidak menyelesaikan persoalan", memang betul. Tapi kecaman dalam forum umum (mis. forum diskusi di KM ini, atau di FB/Twitter misalnya), sekurangnya menjadi TEGURAN dan PERINGATAN bagi para muslim yang doyan kekerasan (baik yang tergabung dalam ormas maupun tidak) untuk SADAR bahwa perilaku mereka dikecam oleh saudara seimannya. Dan menyatakan sikap mengecam merupakan langkah awal yang sangat baik. Sekurang-kurangnya, dalam forum diskusi anda memiliki posisi yang jelas, tidak wagu.
Macam2.. ada yg malah tersinggung dan balik maki2 atau pun ikut mengecam dan menyerang sodara sendiri.
Tapi yg banyak dilakukan orang2 adalah diam, tidak minta maaf karena tdk yakin saudara muslim melakukan hal2 spt itu, atau tidak ikut2an marah karena belum tentu yg dituduhkan itu benar.
Selanjutnya mereka akan menanyakan apakah hal tsb benar thd yg bersangkutan (klarifikasi). Dan tentunya memberi teguran kalau memang dia bersalah..
Ga gaya jingkrakan macam lu gitu.
Karena situ gayanya kaya tukang ngetrol, kayak provokator. Berapi2 ingin menimbulkan amarah entah dari pihak yg pro ataupun yg anti. Pokoknya muslim fundamentalis yg salah.Setuju sama ormas radikal enggak, tapi begitu ada kafir yang menghujat-hujat ormas radikal, baru bilang "nggak semua muslim kayak begitu kok" dan malah fokus mengkritik si kafir yang menghujat/mengecam ormas radikal itu.
Ada tempat2nya sendiri dimana netter2nya kayak kebun binatang macam FFI, pasti ikut2an nguik2 sama isha, kalo di KM itu kebanyakan elegan, berusaha memberikan argumen dgn sopan, bahkan membiarkan anda berjingkrakan menyalah2kan keadaan sana sini.
Gw kan ud berkali2 memberikan argumen, bahwa ini akibat dari DEMOCRAZY ala bos nya ishaputra. Coba ish, jaman suharto ada gak gini2?
Last edited by ndableg; 17-06-2012 at 03:32 PM.
Twitter: @tingnongtingcer
Blog: http://ishaputra.wordpress.com/
Tidak semua berita bisa dicover oleh muslim. DIBACA atau DIKETAHUI.
Ketika awal2 FPI ribut pun banyaaaaak muslim rame, gerah sama kelakuan mereka. Amar ma'ruf sih boleh, tapi ga anarkhis. Bahkan banyak muslim juga menuntut pembubaran FPI, tapi selama aparat diem aja, mau gimana? Kekerasan dilawan kekerasan kapan selesainya? Udah dikecam tapi jalan terus, sudah diingatkan ngeyel, ya itu urusannya sudah sama hukum Indonesia dan penegak hukum.
Ketika gw bilang ga semua muslim kayak gitu dan kekerasan ormas2 tersebut ga bisa dikatakan mewakili semua muslim Indonesia, dibilang posisi saya wagu. Jaman gw kuliah yg namanya mengecam kayak gini udah sering, hasilnya? Ga ada selain gwe kering kepanasan
Saya rassa muslim pun lewat tulisan2nya di media massa juga banyak yg mengecam. Tercover sama ishaputra gak?
Walau sejujurnya, kalo mau tuntas ga terus2an bikin aksi anarkhis, harus diusut tuntas ke akar2nya, supaya jelas dan beres, ada pagar hukum yg jelas supaya ga terulang2. Istilahnya, orang juga punya urusan lain selain mengecam2 aksi gajebo gitu. Misalnya, kasih makan anak dan pengasuhan supaya ga anarkhis dan ga memprovokasi orangn jadi harmony sosial itu tercipta. Nuntut orang sesuai standart sendiri juga sikap mau menang sendiri, baik pihak yg dikecam isha dan isha sendiri.
Ketika muslim mengecam, emang situ reaksinya gimana?
Tapi kalo ga ada yg ngecam, situ langsung reaksioner
Adilnya sebelah mana?
Ketika
Ada yg dgn bijak urusan JIL itu intern muslim, eh lu nyolot juga. Padahal itu rumah tangga orang islam.
Ada muslim yg berbuat baik, dibilang "itu nukan karena dia islam."
Ada non muslim yg membantai dibilang, "itu bukan karena ideologinyam."
Emang polpot membantai berdasarkan apa? Emang tentara thailand bantai muslim thailand, berdasar apa?
Absurd![]()
Ya tetap saja lo dah bersalah nge PA orang.
Soal konteksnya (atau excusenya) hanya bisa
memperingan saja.
Seperti yang lo bilang juga bahwa apapun alasannya
salah melarang orang beribadah. Jadi apapun alasannya
(konteksnya) ya salah juga nge PA orang lain dunk.
---------------------------------------------------
Soal topik, rasanya memang keterlaluan tuh yang nulis.
Sayang negara (entah kenapa) selalu absen soal beginian.
Tapi kalo di bilang tidak ada suara, rasanya suara NU
sudah cukup keras soal mengutuk yang beginian.![]()
nah ini...... Bacanya yang tuntas mas, jangan sepotong sepotong. Gw bilang kan gw ga setuju agama gw ditunggangi ama kepentingan duniawi yang negatif.
Ini pasti abis gw posting lo bakal nanya "Negatifnya JIL apa?"
nambahin, gw setuju ama postingannya Bundana
Tidak semua berita bisa dicover oleh muslim. DIBACA atau DIKETAHUI.
ish ... ish
gaya ente dari dolo tetep aja begitu2 (baca gak ada inovasi babar blas)
demen menghakimi, berlagak paling intelek n serba sok tahu.
intinya, ente menuntut sikap netter muslim di KM ini responsif n atraktif
sesuai harapan ente dlm menanggapi kritik ttg kelakuan umat islam
yng melenceng/radikal, betul gak?
nah, jika ente menuntut orang lain untuk berlaku spt harapan ente itu
persoalannya, apakah ente juga sudah melakukan hal yng sama thd
persoalan internal agama ente?
salah satu contoh:
Kasus Buddha Bar di Menteng
FABB (Forum Anti Buddha Bar) mendemo pemakaian nama "BUDDHA" untuk bar
bahkan dlm demo tsb terjadi perusakan (baca anarkisme).
Pertanyaannya, bgmn sikap/positioning ente thd perilaku kelompok FABB tsb?
coba buat threadnya n tunjukkan sikap ente. Mengutuk lewat media, mendiamkan
atau memaklumkan?
hati-hatilah klo mengarahkan telunjuk ke orang![]()
mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito
Membaca
Tanpa mengamati
Itu cuma tahu "seharusnya"
Mengamati
Tanpa bersikap arif
Itu jadi hanya "memaksakan kehendak"
Bersikap arif
Tanpa mau turun ke jalan
Jadinya hanya "kata-kata kosong"
Turun ke jalan
Tanpa mau membuka mata
Hanya akan dapat "kegelapan"
Membuka mata
Tanpa mau membaca
Menjadikannya "tidak tahu"
Tinggal kita mau jadi apa...
*gara2 Danalingga neh, blame him![]()
^ nah bun.
terkadang orang masih mencari2
because, imagination is a part of reality-
Kepercayaan dan ketidakpercayaan adalah akar dari fanatis dan histeris
*kutipan siapa ya, Graham Greene kalo gak salah![]()
you can also find me here
bukankah masalah mendirikan rumah ibadah itu sudah jelas peraturannya.. harus ada persetujuan dari warga sekitar.. nah kalo gak ada persetujuan kenapa harus maksain.. dan pada saat mereka maksain ya mereka harus siap menerima reaksi penolakan keras dari masyarakat sekitar.. dan itu juga berlaku bagi umat islam yang ingin membangun rumah ibadah di daerah yang mereka minoritas kok.... dasar mereka aja suka mancing2 biar dapat simpati gitu kali ceritanye ya....![]()