Results 1 to 20 of 201

Thread: Filem Indonesia GaJe : hosted by Rumus

Threaded View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #11
    Quote Originally Posted by ul.malik View Post
    ada beberapa poin penting di film ini.

    1. Hantu Nessa yang entah ngapain mondar mandir di dalam rumah keluar masuk kamar mandi.

    2. Ruben yang perokok berat yang ngakunya udh ngerokok sejak SD. cara dia Isep-Rokok-tiap-detik nya perlu diacungi jempol.

    3. Hantu Pocong. ga ada yang ngira kan di film ini bakal ada hantu pocong.

    4. Kuntilanak. Kuntilanaknya manaaa.????
    @ul: di film setannya Nayato mah, udah biasa setan salah tempat. di Film Pocong Jalan Blora malah kebalik, gak ada pocongnya, tapi banyak kuntinya.

    Saya udah muak dengan film-film Nayato karena kemonotonannya seperti kita dipaksa screensaver Windows XP yg tulisan kelap-kelip dan bergerak-gerak di layar dg background item itu selama 2 jam. Pertama kali kita liat screensaver itu, kita pasti takjub, apalagi kalo liatnya pas pertama kali liat komputer pas masih SMP. Tapi 2 menit kemudian kita bosan. Nayato dengan lebih dari 36 film horor (dan akan terus bertambah) dari total 50an filmnya, membuat "film"-nya dengan formula yg sama, terus berulang-ulang kali. Kita tidak akan pernah dibuat ketakutan. Kita tidak akan mati karena seram, kita akan mati karena bosan.

    Biasanya, gaya sinematografi dari Nayato (ya ampun, "sinematografi"... kata ini terlalu mewah utk seorang Nayato) sangat tipikal dan berulang. Pola-pola ini selalu sama. Dari sekitar 56-an film Nayato, lebih dr 50 udah sy tonton sampai eneg. Muka saya pas nontonnya udah kayak batu bata. Cuma beberapa saja yg belum ditonton karena kelewat di bioskop dan belum ada bajakannya

    untuk film-film drama, akan selalu seperti ini:
    - hujan plus kaca berembun,
    - semua pemainnya mangambil karakter anak Jakarta yg high-end, tapi katroknya gak ketulungan, sok-sokan minum bir/wiski mahal tapi yg diminum kek air es limun gopean di pinggir jalan.
    - kamar gelap-gelapan yg membuat kita harus menyorotkan senter ke layar monitor saat menontonnya,
    - fast motion yg annoying yg sepertinya disyut dg kamera dibawa lari tukang copet,
    - blower dimana-mana sampai rambut para pemainnya bertiup2 kemana-mana,
    - adegan duduk-duduk di taman/padang ilalang,
    - flashback berulang-ulang yg jika dihilangkan maka durasi film berkurang setengahnya,
    - adegan berpapasan/bertubrukan antara tokoh diiringi lagu india yg membuat kamu berpikir bahwa dunia selebar daun kolor eh kelor,
    - lampu kelap-kelip di tengah temaram senja yg bikin mata perih,
    - settingannya cuma di 3 tempat: kamar kost-kostan/kampus/rumah sakit
    - high angle camera, kamera disyut dari atas kepala pemain sampe-sampe kita bisa melihat ketombe yg nemplok di kepala pemainnya, atau membuat kita berpikir bahwa tokoh utama di filmnya adalah "LANTAI".
    - diskotek! wajib banget ada adegan joget2 dan mabok2

    Formula ini selalu sama di setiap filmnya, baik drama maupun horor, untuk film horor, dia punya formula tambahan:
    - wajib ada poltergeist (benda melayang2 karena setan), kursi/meja/ampe tabung ijo gas elpiji pernah melayang di filmnya Nayato. Saya benar-benar berharap tabung itu bener2 meledak agar filmnya langsung tamat.
    - setan yg selalu muncul di kamar mandi (coba hitung adegan setan nongol di kamar mandi, kamu rasanya perlu menggunakan kalkulator grafik yg dilengkapi dg menu limit/diferensial/integral untuk menghitung adegan ini saking banyaknya adegan ini), mulai dr pemainnya lagi mandi, cuci muka, hingga boker akan selalu ada adegan ini. Di film "Pocong Ngesot", sampai ada adegan Azis Gagap lagi boker, ditakutin setan lalu lari keluar tanpa celana dan tanpa cebok. Mimpi buruk macam apa ini?
    - adegan setan yg suka muncul mendadak lalu menghilang saat si aktor nengok. setannya bisa nongol di bawah kasur (gak elit banget), kaca buram, atau di belakang pundak.
    - adegan ada tangan yg mau menyentuh pundak org yg ketakutan, tapi pas tangannya nyampe dan orang itu menjerit, ternyata itu bukan setan tapi temennya yg mau nanya. Di salah satu filmnya, yg nanya itu ternyata tukang ojek yg nyasar
    - yg jadi setannya SELALU cewek. Motifnya seragam: diperkosa lalu balas dendam. Jika semua orang yg diperkosa lalu jadi setan yg membunuh pelakunya, kenapa angka kriminal pelecehan seksual masih sangat tinggi?
    - muka setannya jelek seperti abis ditemplokin bubur basi, nongol tiba-tiba
    - suara mendesis-desis kalau setan mau mucul seperti "aaaaaaahhhhhhh" tertahan. gimana kita mau kaget jika setiap penampakan ada "kode" dan "sinyal" terlebih dahulu?
    - setan demen muncul di toilet, meski itu toilet publik seperti toilet kampus dan rumah sakit. Dan gak ada satupun toilet di kampus dan rumah sakit yg mengenal kata "hiegenis". selalu toiletnya kotor, berlumpur, dan kacanya burem. Buset, kampus/rumah sakit macam apa itu. Toiletnya juga gak pernah dipasangin lampu meski cuma bohlam 5 watt
    - selalu terjadi pembunuhan, tapi tak pernah ada yg berniat melaporkan ke polsek, polda, komnas ham, YLKI, atau Kak Seto
    - saya mengerti jika si pocong/kunti ternyata awalnya adalah seorang PEREMPUAN yg meninggal diperkosa Yang saya gak mengerti adalah, kenapa pas penampakan, pocong/kunti yg nongol SELALU LAKI-LAKI yah? Jelaskan Nayato! Jelaskan! Jelaskan! *mata melotot ala sinetron dg backsound petir menggelegar* JELASKAN!!!
    - dll. dll. dll. dll. dll. dll.

    Jelaskan, Amirah, kenapa kamu tega melukai hati Tuan Prabu yang bela-belain membiayai sekolah dan kuliah kamu, tapi kamu malah menikahi si Paijo anaknya tukang kebun keluarga kita! Jelaskan Amirah! Jelaskan! *eh?

    Ah, saya udah mulai lebay. Okay. Stop!
    Last edited by E = mc²; 17-06-2012 at 06:48 PM.

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •