oya, saya persembahkan film maha ajaib ini buat penggemar slasher macam si choodee



Film ini dirilis beberapa minggu setelah kasus Ryan dari Jombang yg ngebantai banyak orang. Meski filmmakernya gak ngaku film ini jiplak kisah nyata dan mengerikan itu, anak autis aja tau kalo film ini diangkat dr kisah psikopat itu. Apalagi nama tokohnya adalah "Rien".

Filmnya? Lupakan, film ini adalah versi extended dari cuplikan "dibuang sayang" sinetron Amirah-Tuan Prabu. SEmua elemen di film ini adalah sebuah kegagalan total. Hanya mengandalkan booming kasus kriminal nyatanya, tanpa berniat bikin film serius. Meski tokoh utama film ini (dan nama di bagian credit) ditulis RIEN, semua orang di film ini keceplosan manggil si psikopat dalam film ini sebagai RYAN. Kacau total, apalagi pendekatan kamera goyangnya mirip video orkes dangdut yg diaplot di yutup pake kamera HP yg masih VGA.

Semua akting pemain di film ini bener2 kaku dg ekspresi muka bak batang pisang yg disuruh teriak. Gak ada ekspresinya sama sekali. Pas mau dibacok si Rien, si korban cuma teriak sesukanya. Kayaknya, pas sutradara bilang "yak adegan teriak, action!" si pemain loding dulu otaknya selama 3 abad, lalu menjerit sesuka hati. Ancur. Segalanya. Satu-satunya yg bekerja efektif di film ini cuma adegan cowok-cowok yg saling ciuman. Mereka tampaknya menikmati sekali adegan ini

terus kenapa poster filmnya seperti iklan obat panu kalpanax? I don't know... oh i don't know... *George Harrison mode: on*