^
Waduh, Eyang Purba baru sholat tahajud nih, postingnya malem banget...
Tapi saya sendiri merasa ini poin yang bagus. Beauty is in the eye of the beholder...
Yang dilakukan oleh Rasulullah sebelum terjadi perang besar semacam Badar memang bisa dikategorikan perampokan... meski merupakan taktik dari perang gerilya, dilakukan di bawah aturan tertentu yang sudah dipahami dan dipatuhi oleh sekalian bangsa Arab, dan sudah menjadi bagian dari budaya kaum nomad pada masa itu (tidak hanya di Arab, di Mongol dan Rusia hal ini juga merupakan tradisi), tapi tetap secara definisi adalah perampokan. Buat saya sih sebutan itu samasekali bukan hujatan dan tidak perlu acara bakar buku segala.
Makanya politik/hukum blasphemy itu mestinya sudah kita tinggalkan... majukan dialog antar pemahaman. Toh, blasphemysm akhirnya cuma ditentukan oleh siapa yang sedang bawa pedang.![]()
"Mille millions de mille milliards de mille sabords!"
^
Kalo muslim Indonesia kayak mbah Alip semua, kan enak, bisa memilah mana yg keyakinan, mana yg historis.
Juga terlihat bahwa merampok pun bagi masyarakat tertentu pada suatu tempat dan masa tertentu pula bukanlah sebuah perbuatan yg dinilai salah. Sama juga dgn perbudakan atau perdagangan orang, dulu dan sekarang punya nilai yg bertolak belakang. Nilai2 itu berevolusi.
Mungkin perlu topik baru membahas ttg penghinaan. Apa kriteria suatu tulisan, lisan, atau tindakan digolongkan sbg penghinaan. Inilah pentingnya filsafat.
KUALA LUMPUR, KOMPAS.com--Buku karangan Irshad Manji yang berjudul "Allah, Kebebasan dan Cinta" dilarang beredar di Malaysia berdasar keputusan Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM), karena dinilai bertentangan dengan ajaran Islam.
Wakil Menteri pada kantor Perdana Menteri Datuk Dr Mashitah Ibrahim mengatakan keputusan itu diambil setelah kajian mendapati bahwa buku tersebut mengandung ajaran liberalisme yang bisa menimbulkan kesalahpahaman di kalangan umat Islam.
"Penelitian JAKIM juga mendapati Irshad mencoba mempengaruhi pembaca supaya menggunakan akal secara bebas dalam menafsir ajaran agama," katanya seperti dikutip harian Berita Harian, Kamis.
Sementara itu Sekjen Kementerian Dalam Negeri (KDN) Datuk Abdul Rahim Mohd Radzi mengatakan telah menerima hasil kajian JAKIM dan tengah menelitinya kembali.
Ada beberapa proses perlu dibuat tetapi tindakan akan diambil secepat mungkin, ujarnya. "Berdasarkan prosedur, KDN memastikan buku yang diharamkan tidak lagi dijual dan kedai buku lazimnya bertanggung jawab," katanya.
Buku karya pengarang warga Kanada kelahiran Uganda tersebut diterjemahkan dari bahasa Inggris dan diluncurkan di Kuala Lumpur sejak Sabtu (19/5) lalu.
Sebelumnya, Jabatan Agama Islam Selangor (JAIS) melarang ceramah dan forum Irshad di negara bagian itu, termasuk acaranya di Universitas Monash dan Universitas Islam Antarbangsa Malaysia.
Pada Rabu (23/5) malam, Jabatan Agama Islam Wilayah Persekutuan (JAWI) mulai menggelar operasi dan menyita beberapa buku Irshad versi bahasa Inggris maupun bahasa Melayu.
Diperkirakan ada sekitar 500 buku terjemahan yang sudah dicetak.
http://oase.kompas.com/read/2012/05/...ng.di.Malaysia
http://id.berita.yahoo.com/buku-irsh...014307694.html
-----------------------------------
err..wait..ini bukan ngomongin buka Irshad Mandji yaa
ya dah numpang posting aja..
Alhamdulillah bgt tuh buku sesat dilarang juga di negeri tetangga.
suram deh...........
Alhamdulillah juga umat islam di indonesia spt apa adanya skrg, bukan spt yg diharapkan purba (supaya kayak si Alip)
jadi org2 kayak Purba semakin terpinggirkan.
love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours
owalaaaahhh... kasus gramedia mbakar buku ternyata ini tho ?
soalnya sering mbaca headlinenya aja, tapi gak liat isinya.
Cuma sekilas berprasangka aja, mungkin buku yg dibakar itu adalah buku2 yang nggak laku setelah diskon.
Maklum kena efek acara diskon gede2 an gramed di depan kantor
![]()
Marketing gramedia emang top dah.. bisa adopt situasi politik dalam strategi marketing.