Page 3 of 3 FirstFirst 123
Results 41 to 44 of 44

Thread: Kisah Menara Babel

  1. #41
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Btw, mengenai ramalan Daniel tentang bangsa2 dan Uni Eropa dll, gw pribadi gak terlalu percaya tafsiran itu.

    Gw cantumin di atas cuma karena menarik aja dan banyak dipercaya oleh orang2 Kristen yang suka dengan kisah2 spektakuler, tapi itu semua bukan pandangan resmi dari ke kristenan.

    Kitab Suci memang berisi banyak Prophecy, tapi ramalan itu bukan untuk meramal masa depan melainkan hanya untuk membuktikan bahwa Kitab Suci merupakan Word of God.

    Yesaya 46:9-10

    Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku,

    yang memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana, yang berkata: Keputusan-Ku akan sampai, dan segala kehendak-Ku akan Kulaksanakan,
    Banyak Prophecy yang tidak bisa dipahami oleh manusia meskipun sudah tertulis secara jelas, Prophecy ini baru bisa dipahami setelah terpenuhi.

    Contohnya, Kitab Zakharia menulis sebuah Prophecy di tahun 520 sebelum Masehi
    Lalu aku berkata kepada mereka: "Jika itu kamu anggap baik, berikanlah upahku, dan jika tidak, biarkanlah!" Maka mereka membayar upahku dengan menimbang tiga puluh uang perak.
    Ramalan ini baru dipahami orang setelah tahun 31 Masehi saat Yesus dijual sebesar 30 uang perak.


    Raja Daud juga pernah menulis Prophecy

    Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku.
    Tidak ada orang yg paham Prophecy ini sebelum peristiwa penyaliban Yesus.

    Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian--dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja.

    Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain: "Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya." Demikianlah hendaknya supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: "Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka dan mereka membuang undi atas jubah-Ku." Hal itu telah dilakukan prajurit-prajurit itu.
    - - - Updated - - -

    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    @glass: Gue cenderung percaya bahwa sebelum masa penjajahan, aturan-aturan itu sudah ada. Tapi sebagai seorang skeptis dan juga seorang non-kristen / non-katolik, gue cenderung terbuka menerima kemungkinan bahwa ada perubahan di masa itu. Sekali lagi, sebenarnya sudah di luar topik. Intinya sih, gue cenderung menganggap bagian menara Babel itu sebagai komentar sosial politik, tidak secara harfiah.

    @Aslan: artikel menarik.
    Ngomong2, dulu waktu di Amerika, gue sempat melihat ada majalah arkeologi, tetapi redaksinya itu dari kelompok Kristen. Jadi semacam majalah 'perlawanan'. Kalau di Indonesia, ada majalah-majalah seperti itu gak? Atau artikelnya tersebar di antara majalah-majalah Kristen seperti Bahana?
    Sebetulnya ilmu arkeologi sangat bertentangan dengan Bible sebelum tahun 1900an, saat itu banyak arkeolog yang meremehkan Bible karena buku ini menulis banyak kota2 hilang dan bangsa2 punah yang tidak ada buktinya (saat itu).

    Namun sejalan dengan waktu satu per satu kota2 dan bangsa2 hilang mulai ditemukan sehingga tidak banyak lagi pertentangan antara Bible dengan Arkeologi.

    Mengenai "Christianity dan Archeology" silahkan di google aja deh, ada banyak kayaknya.

  2. #42
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Ndableg ngambil Menara Babel yg bundar, padahal yg versi kotak juga ada (lihat wiki). Kalo yg blog, Menara Babel diartikan sbg simbol perlawanan thd tuhan, sehingga gedung bundar EU juga simbol perlawanan thd tuhan.
    E bussee.. dia tuduh gw yg ngambil babel bundar. Gw kan cuman bilang cocok antara komentar kandalf dgn foto tsb. Foto itu dimana2 kok di internet.
    Mending lu tanya dulu tukang ingsinyurnya.. design niru menara babel versi yg mana..
    Gw mah cuman copy paste duang.. jangan dituduh dong..

    aya2 waeeee...

  3. #43
    Salam

    Manusia di beri bekal yang paling pertama adalah "Mampu memberi NAMA kepada sesuatu" sebagai fokus atas SESUATU

    hal tersebut tertanam sudah di otak mereka, seperti sekumpulan algoritma pemrograman yang kompleks

    sekumpulan nama nama tersebut jika di gabung maka terbetuk sesuatu yang mempunyai NAMA...

    getaran yang di tangkap telinga lalu di beri nama BUNYI, maka SEKUMPULAN NAMA yang BERBUNYI di NAMA kan UCAPAN

    sedangkan SESUATU di atas SESUATU yang lain yang di terima mata dan di olah oleh otak di beri NAMA, maka SEKUMPULAN NAMA yang di terima mata di beri NAMA TULISAN

    lalu PENYAMPAIAN FOKUS pribadi kepada yang di luar PRIBADI dan terjadi INTERAKSI maka itulah yang di NAMA kan BAHASA

    maka bahasa itu sebenarna tidak ada...yang ada adalah SEKUMPULAN NAMA-NAMA SAJA...

    perhatikan....baik TULISAN, atau UCAPAN, atau GERAKAN, BENTUK, ataupun YANG DI LUAR atau YANG DIDALAM kita itu adalah

    KITA SENDIRI yang memberi NAMA lalu disampaikan kepada person yang di luar kita atau kepada diri sendiri untuk memberitahukan atas FOKUS pribadi,

    baik itu gambar, suara, bentuk ataupun SESUATU yagn di luar kita atau di dalam kita

    maka sebenarnya BAHASA itu ADALAH SATU

    dasar dari BAHASA adalah NAMA

    lalu nikmat Tuhan yang mana yang kamu ingkari..??
    Sombong Itu Selendang Allah

  4. #44
    pelanggan
    Join Date
    Mar 2012
    Posts
    70
    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    @glass: Gue cenderung percaya bahwa sebelum masa penjajahan, aturan-aturan itu sudah ada. Tapi sebagai seorang skeptis dan juga seorang non-kristen / non-katolik, gue cenderung terbuka menerima kemungkinan bahwa ada perubahan di masa itu. Sekali lagi, sebenarnya sudah di luar topik. Intinya sih, gue cenderung menganggap bagian menara Babel itu sebagai komentar sosial politik, tidak secara harfiah.
    Aku ga ngerasa ini di luar topik

    Karena anda mengatakan Menara Babel adalah kisah yg ditulis berdasarkan kondisi sosial politik neo Babilonia itu yg ingin aku bawa sbg diskusi.
    Benarkah ditulis atau sebenarnya adalah disalin.

Page 3 of 3 FirstFirst 123

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •