Quote Originally Posted by Alip View Post
Mungkin saja diantara percik-percik listrik di dalam prosesor komputer saat ini sudah berkembang bayang-bayang kesadaran, rasa ke-"aku"-an. Siapa tahu...

Pertanyaannya, praktis-kah robot seperti itu? Toh kita masih bisa selalu memproduksi manusia, yang sampai saat ini kemampuan pikir dan belajarnya masih belum tertandingi... kenapa kita butuh spesies pintar baru untuk membuat hidup kita lebih baik, yang untuk memproduksinya mungkin butuh sumberdaya yang tidak sedikit... begitu pula untuk pemeliharaannya. Lebih baik membangun sistem untuk bisa memberdayakan manusia yang terus menerus bertambah jumlahnya ini...

... pandangan orang sosial melihat kemajuan teknologi
robot punya beberapa kelebihan dari manusia, misalnya bisa bekerja terus tanpa capek seperti robot2 di pabrik perakitan mobil.
Bisa bekerja dengan sangat presisi seperti robot di pabrik mikro chip.
Tidak takut bahaya seperti robot peneliti gunung berapi.

Jepang sudah mulai menggunakan robot di rumah sakit, robot2 ini dikendalikan dokter untuk berkunjung ke kamar2 pasien dan berkomunikasi, dokter bisa bekerja di rumah atau sambil berlibur namun tetap memperoleh data dari pasiennya.

Back to AI...

Mungkin AI bisa di program agar tidak membahayakan si penciptanya, tapi...
Bisa diprogram untuk membahayakan orang lain, bisa saja ada robot yg diprogram untuk membasmi manusia lalu di drop di negara musuh, robot ini bisa membasmi manusia tanpa banyak merusak infrastruktur, kalo manusianya sudah dibasmi kan negaranya tinggal di ambil