Di meja seorang rekan, menemukan buku self-help ttg manajemen pengendalian emosi. hasil skimming sekilas menyatakan inti bukunya adalah pengendalian emosi melalui hati/qalbu, jangan menuruti pikiran otak. istilah singkatnya, "kepala boleh panas, hati harus tetap dingin".
Sebenarnya, secara teknis, bukankah perasaan (feel) dan emosi merupakan hasil proses otak? Secara biologis, tidak dikenal "perasaan yang dipendam hati", "emosi yang disembunyikan di lubuk hati". Hati apa yang dimaksud? hati (liver) sbg organ penetral racun kah? atau jantung (heart) sbg organ pemompa darah? Bukan kah kedua organ ini tak memiliki kaitan apapun dg penampakan ekspresi emosi/perasaan. Feeling dan emosi semata-mata hasil kerja otak (dan sistem hormonal), gak ada kaitan apapun dg hati (liver) dan jantung (heart).
Di kebudayaan populer (dan bahkan agama), kenapa emosi dan perasaan selalu diekspresikan sbg sesuatu yg ada di dalam dada bukan di dalam otak? tak ada satupun organ di dalam dada yg bertanggung jawab terhadap ekspresi perasaan/emosi. jadi, kata yg tepat bukanlah "jagalah hati", tapi "jagalah otak"...![]()
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)



Reply With Quote









