-
Jaman terus semakin maju dan akan terus muncul penemuan-penemuan yang bertujuan untuk mendukung dan membantu aktivitas manusia. Dengan adanya kemajuan jaman sangat susah bagi budaya untuk tetap stagnan.
Misalnya : untuk acara resepsi / pesta sekarang sudah cenderung model prasmanan daripada dihidang karena alasan kepraktisan demikian pula hiburan sudah banyak yang memakai organ tunggal daripada harus menyiapkan seperangkat musik gamelan (di jawa). Dulu ada kesenian keliling semacam wayang orang ataupun ketoprak namun sekarang kesenian keliling tersebut hampir tidak nampak lagi. Orang cenderung lebih suka nonton tv dengan alasan kepraktisan. Memang kemajuan jaman sangat memanjakan individu manusia sehingga muncul budaya instan dan individual. Dulu dikala belum ada listrik dan kotak ajaib yang bernama tv, tiap bulan purnama tiap keluarga akan ramai kumpul di halaman saling menyapa, berinteraksi sambil menyaksikan anak-anak bermain petak umpet, jamuran , betengan, cangklok, dan permainan tradisional lainnya. Kalau kita tanya orang tua kita pasti tau / kenal nama nama orang satu desa ataupun komplek.
Sekarang tiap malam orang lebih nyaman tinggal di rumah menimmati segala macam hiburan dari kotak ajaib tadi, berinteraksi seperlunya bahkan tetangga satu RT pun banyak yang tidak kenal. Kegiatan yang bisa mendukung interaksi semacam ronda malam pun kalau perlu diwakilkan ke sopir atau satpam rumah. Ada sebagian yang tidak rela hal-hal semacam ini tercabut dari kehidupan sehari-hari. Tapi apa mau dikata? Sihir kemajuan teknologi mempengaruhi siapa saja tanpa disadari. Infiltrasi budaya pop mulai masuk perlahan lahan tanpa bisa dibendung karena budaya pop memang 'sangat mengerti' apa yang dimaui oleh sebagian besar orang. Dulu di tempat-tempat umum sambil menunggu bus, kereta , antrian orang biasa saling menyapa untuk teman bicara. Sekarang kita temui orang-orang 'autis' dengan gadget mereka.
Akhirnya adalah hal biasa kalau kemudian timbul resistensi atas perubahan budaya tersebut. Bagi generasi lama memandang generasi sekarang adalah generasi manja, tidak tahan banting, tidak suka bekerja keras dan sederet tuduhan lainnya yang memang masih bisa diperdebatkan. Mencangkul di sawah sehari penuh dibandingkan 'nyekrip' (membuat bahasa pemrograman) sehari penuh, berjalan kaki atau bersepeda berpuluh-puluh km dengan naik mobil atau pesawat beratus atau beribu km. Uang jajan 100 rupiah dengan uang jajan 10.000 rupiah (sekarang). Main gundu atau main video game, dsb.
Resistensi akan selalu ada. Sekarang pilihan ada di kita mengikuti arus, menolak arus atau membuat filter mana yang mau diikuti mana yang tidak.
Posting Permissions
- You may not post new threads
- You may not post replies
- You may not post attachments
- You may not edit your posts
-
Forum Rules