sekian taon yang lalu saya pernah menemukan artikel mengenai etika saat job interview yang mengajurkan supaya berjabat tangan lah yang tegas supaya memberikan kesan baik pada interviewer. tidak perlu sampe memelintir tangan si lawan, tapi just firm enough. karena kadang ada orang yang justru tersinggung jika kita kurang 'serius' dalam berjabat tangan. hanya kupikir, saran itu tidak harus untuk saat job interview aja, kupikir itu saran yang bagus untuk pergaulan sehari2 juga.

now, semua orang pasti pernah berjabat tangan. dan kurasa semua orang juga pasti pernah mengalami pengalaman berjabat tangan dengan tangan yang lunglai. seakan2 ragu untuk berjabat tangan, tidak tegas dan tidak ada tenaga saat menggenggam, yang lalu berakhir dengan keadaan posisi tangannya seperti daun layu yang lagi rontok. herannya orang yang bertangan lunglai itu sangat banyak ditemukan di antara orang asia. ntah karena malu2 ato tangannya yang lagi sakit ato apa. masalahnya, saat berjabat tangan dengan tangan lawan yang demikian, kadang membuat kita jadi bertanya2 apakah nih orang keberatan berjabat tangan, yang lalu berakibatkan kita ikut2an ragu karena kekuatiran akan keberatannya, sehingga tangan kita ikut2an melemah.

apakah berjabat tangan itu sesuatu yang harus diajari?