gara2 kelas kuliah pengenalan filosofi yang saya denger baru2 ini dari hasil download-an audio lectures di itunes univ membuat saya tumben rajin nge-google tentang kehidupan socratesSocrates also questioned the Sophistic doctrine that arete (virtue) can be taught. He liked to observe that successful fathers (such as the prominent military general Pericles) did not produce sons of their own quality. Socrates argued that moral excellence was more a matter of divine bequest than parental nurture.
http://en.wikipedia.org/wiki/Socratesdan di wiki, saya ketemu quote bagian ini. i'm not sure if i should be, but i was surprised to come across this. karena persis bagian ini yang sudah lama saya renungkan
![]()
apakah virtue sesuatu yang bisa diajarkan? i think in a major way, it can. dan kupikir mayoritas orang2 pun rata2 berpendapat demikian. kalo begini, maka sophistic doctrine itu ada benarnya.
tapi, kalo ngeliat realitanya, saya kadang meragukan apakah virtue itu murni bisa diajarkan secara 100%. sepertinya minda manusia jauh lebih kompleks dari itu. bahkan sejak dari kecil pun. ada kasus yang saya perhatikan, dua anak dari ortu yang sama tetapi mempunyai virtue yang sangat berbeda. padahal didikannya sama. latar belakangnya sama. bahkan virtue si ortu dan si anak pun berbeda, brarti faktor eksternal seperti didikan ortu sepertinya belum tentu berpengaruh. jadi apakah socrates ada benarnya?
atau, mungkinkah sekian persen adalah divine bequest dan sekian persen adalah parental nurture?i've been pondering about it for a long while, tapi masih blom mempunyai gambaran. and honestly, im not even sure if the answer can ever be found.
but i will give it a shot anyway
perjalanan hidup masih panjang![]()
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)



dan di wiki, saya ketemu quote bagian ini. i'm not sure if i should be, but i was surprised to come across this. karena persis bagian ini yang sudah lama saya renungkan

Reply With Quote