-
kehidupan manusia terdiri dari banyak keputusan yang diambil sepanjang hidupnya, baik keputusan kecil maupun keputusan besar. bagaimana keadaan hidupnya di masa sekarang, atau persepsi hidupnya, maupun situasi hidupnya, semua itu dipengaruhi dan dibentuk oleh pelajaran2 hidup dan keputusan2 yang diambilnya di masa lalu.
kurasa kebanyakan orang pasti pernah mempertanyakan keputusan hidupnya di suatu saat. apakah itu keputusan yang bener ato salah kalau dilihat dari masa depan setelah tau hasilnya? apakah dia akan merubah keputusannya kalo seandainya diberi kesempatan lagi? ato, andai pun dia tidak menyesal dan masih tetep akan memilih keputusan yang sama di kesempatan yang sama, bukan berarti dia tidak pernah terpikir akan bagaimana kemungkinan keadaan hidupnya seandainya dia memilih keputusan yang satunya. harus digaris bawahi, ini tidak sama dengan menyesal, tapi sekedar toying with the idea dengan kehidupan dengan possibility laen.
satu hal yang kupelajari dari hidup adalah, di saat lagi berada di persimpangan hidup yang memerlukan keputusan besar, pikirkanlah baik2, dan setelah keputusan diambil, jangan melihat kebelakang lagi. saya memang hampir tidak pernah merasa menyesal dengan keputusan yang kuambil, terutama saat diambil dengan sangat sadar. dan biarpun keputusan itu ternyata bukan keputusan yang terbaik, tetep no regrets. i take that as learning experience. bukankah pengalaman hidup adalah guru terbaik? dan tentu, kalo seandainya saya diberi kesempatan lagi untuk mengambil keputusan laen yang lebih baik, i should learn from the experience dan memilih keputusan yang mempunyai hasil lebih baik itu. i just don't dwell on what's been decided.
keadaan kehidupanku sekarang juga hasil keputusanku. dan tidak ada rasa penyesalan berarti selama ini. tapi bukan brarti saya tidak pernah terpikirkan how would my life be kalo seandainya saya memilih keputusan laen? seperti kehidupan alternate laen, ato kehidupan paralel, ato kehidupan dengan possibilities laen (or not), kalo seandainya hidupku bisa dipecah2kan di setiap titik keputusan baru diambil.
i would like to think kebanyakan orang yang hidup merantau pasti akan pernah terpikirkan bagaimana seandainya dia memilih untuk hidup tetep di daerah yang dia familiar. pertanyaan itu sudah sangat sering terlintas di kepalaku sejak pertama kali memutuskan hidup keluar rumah. semakin jauh jaraknya semakin kentara pula perbedaannya. di beberapa kesempatan saat berada di pantai lautan pasifik setelah sekian lama tidak pulang, saya sempat berpikir "aha. ini titik terdekat ke rumah setelah sekian lama. just across the ocean is home. cuman seberang aja". sejenak kita bayangkan jarak "cuman seberang" itu seperti jarak nyebrang jalan raya aja. dan sejenak kita lupakan seberapa besar lautan can be. di saat demikian juga, you can't help to think "what-if" dengan keputusan laen itu. mungkin hidup bisa lebih simpel, lebih lambat, lebih praktis, dengan its own set of problems. mungkin? sejak terakhir pulang rumah waktu itu, saya seperti menyicip kembali rasa kehidupan masa lalu yang sudah hampir saya lupakan. ternyata the familiarity akan gaya hidup itu, maupun hidup di antara orang2 yang mirip denganku, can be quite comforting. taste dan possibility itu jadi kembali melekat erat lagi di pikiran.
"how would my life turn out to be?"
I am not changing my decision, definitely not in the near future. Tapi kurasa pertanyaan ini akan nempel di kepalaku seumur hidup, karena apapun keputusanku, saya akan selalu bertanya2 dengan kemungkinan kehidupan yang satunya lagi.
Posting Permissions
- You may not post new threads
- You may not post replies
- You may not post attachments
- You may not edit your posts
-
Forum Rules