-
mau share pengalaman tentang hubungan profesionalitas dengan penampilan di mata Bangsa Melayu Singapore
tahun 2007 saya pernah iseng-iseng pulang kerja langsung ke Singapore.. mau jalan-jalan saja..
sampai di Singapore, dari bandara saya langsung ke rumah kakak sepupu saya dengan menggunakan kereta listrik menuju rumah kakak sepupu yang jaraknya cuma 500 meter dari Eunos Subway Station..
karena biasa backpacker-an, maka saya kesana pun dengan santainya, dengan blus dan celana panjang yang menurut saya cukup nyaman, dan hanya menjinjing ransel berisi 2 stel pakaian (karena cuma mau bermalam 1 malam saja), dan tentu saja laptop..
besoknya saya diajak jalan-jalan ke Mal Mustafa..
ketika saya melihat-lihat tas-tas koper yang bagus-bagus, tiba-tiba suami kakak sepupu bilang : "Belilah satu Dik, untuk kamu jalan-jalan ke overseas, supaya kamu tampak profesional!"
what??????? 
profesional????? 
tapi saya seorang profesional..!! (kata saya dalam hati)
saya kesini kan hanya berniat jalan-jalan iseng saja, bukan dalam perjalanan bisnis atau memang niat belanja... pikir saya...
tapi kemudian saya baru paham bahwa ternyata orang Melayu Singapore masih menilai keprofesionalan seseorang dari cara berpakaian..
buktinya, suatu ketika pacar saya (sekarang sudah putus), yang seorang wartawan Al-Jazeera berkebangsaan Singapore sedang berkunjung ke Indonesia..
saya menemuinya sepulang kerja hanya dengan baju santai : T-Shirt lengan panjang, dan celana panjang, dan tentu saja menenteng ransel... dengan alasan karena mobil saya sedang di bengkel, maka saya menemuinya dengan naik taxi.. kalau saya bawa tas kerja yang ribet, semua barang saya nggak bisa masuk, dan pasti akan ribet sekali disana nanti.. akhirnya saya putuskan untuk memakai ransel saja, sehingga laptop, dan berkas bisa masuk sekaligus..
dan karena sudah malam, saya pun ganti baju dulu di kantor, karena saya pikir sudah di luar jam kerja, ya nyantai saja aaah.. 
begitu saya bertemu dia, apa komentarnya? "Aduh, sayang.. kamu ini kenapa seperti anak sekolahan? kenapa pakai backpack? tidak kelihatan profesional..!" ..
padahal dia sendiri menemui saya di lobby hotel hanya dengan kaos polo, celana piyama, dan sandal hotel.. gubrak!! 
agak tersinggung waktu itu.. tapi saya pikir ada benarnya juga saran-saran mereka..
sehingga nggak ada salahnya mulai sekarang kita memperhatikan penampilan kita sebagai seorang profesional jika ingin bertemu dengan orang asing, meskipun dalam suasana santai..
CAPPUCCINO AND TIRAMISU LOVER 
Posting Permissions
- You may not post new threads
- You may not post replies
- You may not post attachments
- You may not edit your posts
-
Forum Rules