Page 1 of 4 123 ... LastLast
Results 1 to 20 of 70

Thread: Penampilan di Kantor? Pentingkah?

  1. #1
    Barista fullmoonflower's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    antara maya dan nyata
    Posts
    739

    Penampilan di Kantor? Pentingkah?

    Saya menemukan sebuah artikel lama :

    Penampilan adalah bagian dari gambaran atau cermin dari kepribadian seseorang. Maka ketika seseorang berpenampilan rapi dalam berpakaian, hal tersebut menunjukkan bahwa orang tersebut menaruh perhatian dengan dirinya.
    “Sementara itu berpakaian dalam penampilan bekerja tidaklah harus mewah atau berlebihan. Namun, disesuaikan dengan kondisi ruang kerja dan lingkungan dia bekerja,” ujar Adelina Situmorang, HRD Manager Panbil Industrial Estate.

    Di dunia hiburan sendiri, menurutnya, kebanyakan orang berpakaian kerja di dalam kantornya dengan tidak terlalu mengikuti aturan atau cara berpakaian kerja pada umumnya. Namun, mereka lebih ke fashionable atau mengikuti mode yang sedang in karena memang seperti itulah ritme dunianya.
    Sementara itu bagi karyawan atau karyawati dengan jabatan di perusahaan terutama yang selalu berhadapan dengan customer atau pelanggan, tentu sangat mengutamakan penampilan. Misalnya saja profesi seperti customer service, teller, kasir untuk di bank. Lain halnya jika bekerja di bidang developer dan properti, penampilan yang harus diperhatikan adalah bagian sales dan marketing serta public relations.

    Berbeda lagi di perhotelan, yang perlu diperhatikan adalah pada bagian receptionist, food and beverage, bartender, house keeper dan bahkan chef sekalipun yang terkadang keluar dari ruang kerjanya yaitu dapur dan akan terlihat langsung oleh tamu.

    “Pada beberapa jabatan di back office meskipun tidak langsung terkait dan tidak terlalu sering berhadapan dengan orang namun perlu juga dijaga penampilan atau cara berpakaian yang rapi. Seperti para executive dan manager di accounting, finance, atau bagian SDM. Karena sewaktu-waktu, mereka akan bertemu dengan relasi,” terang Adel.

    Jadi pada prinsipnya sebenarnya dalam profesi apapun sebenarnya penampilan perlu diperhatikan menurut kepentingan pekerjaannya. Misalnya, seorang chef yang berpakaiannya agak kurang rapi, tentu tamu-tamu hotel akan mengimaginasikan bahwa makanan yang dimasaknya pun kurang terjamin kebersihannya.
    Kemudian seorang karyawan atau bahkan pimpinan yang kurang rapi secara tidak langsung mencerminkan image atau gambaran keadaan perusahaan tersebut. Oleh karena itu pada perusahaan-perusahaan besar untuk membentuk image yang positif pada perusahaan tersebut, maka diberikan seragam pakaian kerja untuk karyawan supaya terjadi keseragaman antar karyawan. Hal ini juga untuk menghindari adanya perbedaan / status sosial.

    “Namun demikian tidaklah dapat dikatakan bahwa penampilan di kantor berpengaruh langsung kepada karir. Karena, yang berpengaruh langsung terhadap karir lebih berkaitan dengan performance kerja dan adanya kesempatan,” lanjut Adel.

    Kecuali di dunia hiburan, seorang entertaint tentu harus terus memperhatikan penampilannya di atas pentas dan di hadapan public karena ia menjadi public figure. Hal ini yang mungkin bisa dikatakan ada kaitannya dengan karir entertaint tersebut. Walaupun, tidak sepenuhnya demikian.

    Hindari Baju yang Menyolok
    Kesan pertama saat melamar kerja biasanya berpengaruh terhadap kelanjutan si pelamar, apakah selanjutnya ia akan diterima ataukah tidak. Bisa jadi meskipun kualitas si pelamar memenuhi syarat, akan tetapi karena adanya penampilan yang dirasa kurang, maka ia pun bisa tergeser oleh orang lain yang dianggap lebih sempurna.

    Untuk itu ada baiknya, perhatikan juga cara berpakaian ketika sedang melamar pekerjaan dan interview di perkantoran. Saran dari adel, cara berpakaian yang harus diperhatikan adalah kenakan pakaian yang membuat kita nyaman.
    Sebaiknya, kenakan juga busana yang berkerah dan pilihan warna-warna cerah namun soft atau netral dengan warna yang tidak menyolok. Usahakan juga tidak bermotif kembang-kembang dalam ukuran besar.
    Selain itu, sebaiknya cari model baju yang tidak ribet atau tidak terlalu banyak model. Hindari baju yang berenda-renda atau berlipit-lipit sehingga tidak berkesan penuh karena juga akan mempersulit gerak atau langkah kita.
    "Cari motif yang polos atau motif garis-garis halus juga bisa digunakan. Jangan terlalu banyak aksesoris dan pakailah sepatu dengan hak yang tidak terlalu tinggi,” saran dari Adel.

    Untuk pelamar pria sama halnya dengan wanita, pilihlah kemeja warna-warna cerah yang soft atau netral dan bisa saja dengan motif garis-garis tipis. Sebaiknya gunakan lengan panjang agak tampak rapi dan celana hitam yang netral. Kenakan sepatu untuk bekerja atau resmi dan bukan sepatu kets atau sportif . Pilihlah warna hitam yang netral untuk semua baju.
    “Jika ingin menggunakan celana warna coklat atau krem juga boleh. Yang penting disesuaikan dengan warna kemejanya supaya senada dan tidak mencolok. Dengan penampilan yang good looking kita sudah satu langkah memberikan kesan yang impresif bagi yang menginterview kita,” ujar Adel.

    Kiat menjaga penampilan di pekerjaan ala Adel:
    -Rencanakan pakaian yang akan kita kenakan pada hari kita akan bekerja, setrika dengan rapi atau tidak terburu-buru memilih pada hari itu. Karena jika kita mengenakan pakaian seadanya, asal-asalan, dan tidak dipersiapkan sebelumnya akan berkesan tidak ada kesiapan untuk bekerja atau tidak sungguh-sungguh.
    -Usahakan pakaian yang kita kenakan tidak dipakai lebih dari 1 kali dalam seminggu karena mungkin akan kotor, berbau, dan kurang sedap dipandang jika mengenakan pakaian yang sama terus menerus.
    -Rencanakan budget untuk membeli pakaian kerja sedikitnya sebulan sekali sehingga kita tampak fresh dan memengaruhi semangat dalam bekerja.
    -Kenakan pakaian kerja baik dari segi motif, corak, warna, dan model.
    -Sebaiknya cuci pakaian kerja kita setiap kali setelah dipakai sehingga selalu tampak bersih dan wangi.
    -Gunangan parfum atau pewangi dengan aroma yang tidak menyolok
    -Dandan yang soft atau untuk siang hari agar penampilan berkesan lebih cerah.
    Dulu saya sangat peduli dengan penampilan karena pekerjaan yang menuntut saya harus menjaga penampilan karena sering bertemu dengan orang banyak.
    Sekarang jadi agak santai. Seakan-akan ingin membuat trade mark sendiri, bahwa "Inilah saya!"

    Kadang-kadang ingin kembali mengulang masa lalu, dimana saya begitu memperhatikan pakaian, bahkan jadwal pemakaian baju (setiap hari harus berbeda, dan untuk satu baju bisa 2-3 bulan sekali baru dipakai ulang, sehingga setiap hari seperti memakai baju baru ).. tapi kok males ya..
    Sekarang saya lebih suka santai, berpakaian yang penting nyaman, rapi, dan tidak belel banget.. dan yang lebih penting, trade-mark saya, bahwa orang bisa mengenal saya dari cara berpakaian saya..

    Bagaimana dengan anda?

    CAPPUCCINO AND TIRAMISU LOVER

  2. #2
    pelanggan setia gembel's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    perbatasan
    Posts
    2,068
    di tempat saya tidak terlalu menjadi hal yang utama, karena lebih berorientasi ke hasil. Keceuali ketika saat harus ketemu klien, memang harus rapi.

    Berangkat menggunakan sepatu, ketika di kantor menggunakan sandal
    belajar nge-blog di ferylife.blogspot.com

  3. #3
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    wah, koleksi baju fullmoon pasti banyak donk, baru dirotasi setelah bbrp bulan..
    koleksi bajuku cuman bisa tahan 2 minggu kali (asumsi tiap hari ganti), jadi tiap minggu harus cuci, kalo ga besok2nya ga da baju yang bisa dipake

    sama dengan gembel..
    tshirt dan jeans itu seragam kantoran saya, dan brangkat pake sepatu olahraga, tapi dalem kantor pake sandal, kadang kaos kaki aja..

  4. #4
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    pake kaos ajah...kecuali buat presentasi hehehehe

  5. #5
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    iya, canggih euy bu pulmun, aku tertolong baju seragam kantor, senin dan rabu pake seragam, lumayan ga mikir2 pake baju apa.
    paling pusing aku besok mau pake baju apa, bajuku juga dikit, jadi tiap minggu itu2 aja (dan ga peduli hihihi)

    pingin beli2, suka males juga, ga pinter milih2
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  6. #6
    Chief Cook GiKu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    10,315
    artikel di atas kesannya sinetron sekaleee
    ekekekeke.....

    di tempat kerja yg sekarang, gw cuma pake sendal jepit
    sepatu dipake waktu berangkat ama pulang aja

    koleksi pakaian gw sedikit, keluyuran ama kerja sama aja
    n tiap minggu kudu nyuci

  7. #7
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,168
    cuma celana kain dan kemeja, hukumnya wajib.
    Jumat bole pake jeans ma tshirt,
    tapi ga pernah gw terapin.
    Berasa aneh aja,
    kecuali kalo sbtu masuk, baru d pake jeans.
    Sepatu males salin sendal. Sualnya sering ktemu vendor.
    Baju yang sering dpake ya ini2 aja.
    Sualna ga gerah d angkot.
    Gw termasuk cuek ma penampilan.
    Malah dulu sering pake kemeja lengan panjang trus dgulung siku.
    Sampe dulu ada orang personalia group nyangka gw lulusan IKJ alias institut kesenian jakarta

    sekarang masi mendinglah baju kemejanya pola kembang2 girly. Hihi

  8. #8
    saya biasanya pakai kemeja. kalau hari sabtu, agak santai karna hari olah raga. walau hari sabtu gak ikut olah raga, tapi saya ikutan makai kaos ber krah. ^_^

    Tapi... ada trade mark saya.
    Saya selalu pakai sweather atau jaket lengan panjang.
    Kalau gak pakai lengan panjang, rasanya gimanaaaaaaaaaaaa... gitu.
    sedemikian hingga, temen2 di kampus heran. orang ini katanya pernah di negara dingin, tapi di sini koq pakai sweather / jaket terus.
    hahahaha

  9. #9
    pelanggan bonny gooner's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Bandung
    Posts
    152
    pake seragam.
    mau nulis apaan lagi coba?

  10. #10
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    ya buat sekretaris GM ato marketing ato PR...kalau cuek sama penampilan, apa etis ya?

  11. #11
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,168
    Quote Originally Posted by bonny gooner View Post
    pake seragam.
    mau nulis apaan lagi coba?
    itu seragam atasannya doank atau gimana?
    pustink dunk seragamnya...

    oia, dulu tempat gw juga pake seragam,
    tapi sekarang yang orang office pada 'nakal'2 ga pake seragam

  12. #12
    pelanggan bonny gooner's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Bandung
    Posts
    152
    di foto dulu, gitu? hahahaha...

    senin, pake putih bawahan gelap. biasanya celana item. tadinya putihnya bebas, sekarang dapet jatah 2 buah. minta yang 1 nggak pake logo, terus yang berlogo nggak pernah dipake, keberatan logonya.
    selasa-rabu-kamis, bebas atau seragam biru. ceritanya samaan ama yang putih tadi. milih pake seragam biru di selasa.
    rabunya pake seragam jadul, kemeja kotak2 biru muda salur putih.
    kamis bebas, jum'at pake batik.

    udah deh...

    o iya, samaan ama gembel tuh, sepatu dipake dari rumah-kantor dan kantor-rumah atau pas lagi ada tamu. selebihnya berjepit ria dan kadang nyeker karena ruanganku beralas karpet empuk. bahkan kalo lagi sableng dan nggak ada bigboss suka tidur2an di karpet...

  13. #13
    pelanggan setia eve's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    4,120
    paling membosankan adalah penampilanku... Harus senantiasa dituntut rapi... Berangkat pakai sepatu, harus rajin pakai sepatu di kantor kalau ketemu ama tamu gak sopan kalau nyandal, nyandal kalau mau tobat doank... Pakaian harus kain, celana atau rok kain, tidak bermotif, kemeja atau blus dan jilbab.. *benar2 penampilan ibu ibu....

  14. #14
    pelanggan tetap ga_genah's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,661
    setaip hari selalu sama
    kaos, jins dan sandal gunung
    7 hari dalam seminggu seperti itu dah hehehe...
    tiap 2 minggu harus nyuci, klo ga stoknya abis
    pake kemeja klo presentasi resmi aja...

  15. #15
    Barista fullmoonflower's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    antara maya dan nyata
    Posts
    739
    Quote Originally Posted by cha_n View Post
    iya, canggih euy bu pulmun, aku tertolong baju seragam kantor, senin dan rabu pake seragam, lumayan ga mikir2 pake baju apa.
    paling pusing aku besok mau pake baju apa, bajuku juga dikit, jadi tiap minggu itu2 aja (dan ga peduli hihihi)

    pingin beli2, suka males juga, ga pinter milih2

    itu duluuuuuu....

    sekarang sih cuek... yang penting nyaman...

    CAPPUCCINO AND TIRAMISU LOVER

  16. #16
    Barista fullmoonflower's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    antara maya dan nyata
    Posts
    739
    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    ya buat sekretaris GM ato marketing ato PR...kalau cuek sama penampilan, apa etis ya?
    saya pernah ngerasain satu tahun jadi sekretaris Kepala Kantor.. memang dituntut harus selalu tampil rapi, dan berdandan... (padahal saya nggak terlalu suka berdandan)

    untung dibantu dengan berlangganan majalah Femina, waktu itu.. jadi bisa membantu saya untuk memperbaiki penampilan...

    CAPPUCCINO AND TIRAMISU LOVER

  17. #17
    Barista fullmoonflower's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    antara maya dan nyata
    Posts
    739
    mau share pengalaman tentang hubungan profesionalitas dengan penampilan di mata Bangsa Melayu Singapore

    tahun 2007 saya pernah iseng-iseng pulang kerja langsung ke Singapore.. mau jalan-jalan saja..
    sampai di Singapore, dari bandara saya langsung ke rumah kakak sepupu saya dengan menggunakan kereta listrik menuju rumah kakak sepupu yang jaraknya cuma 500 meter dari Eunos Subway Station..

    karena biasa backpacker-an, maka saya kesana pun dengan santainya, dengan blus dan celana panjang yang menurut saya cukup nyaman, dan hanya menjinjing ransel berisi 2 stel pakaian (karena cuma mau bermalam 1 malam saja), dan tentu saja laptop..

    besoknya saya diajak jalan-jalan ke Mal Mustafa..
    ketika saya melihat-lihat tas-tas koper yang bagus-bagus, tiba-tiba suami kakak sepupu bilang : "Belilah satu Dik, untuk kamu jalan-jalan ke overseas, supaya kamu tampak profesional!"

    what???????
    profesional?????
    tapi saya seorang profesional..!! (kata saya dalam hati)
    saya kesini kan hanya berniat jalan-jalan iseng saja, bukan dalam perjalanan bisnis atau memang niat belanja... pikir saya...

    tapi kemudian saya baru paham bahwa ternyata orang Melayu Singapore masih menilai keprofesionalan seseorang dari cara berpakaian..

    buktinya, suatu ketika pacar saya (sekarang sudah putus), yang seorang wartawan Al-Jazeera berkebangsaan Singapore sedang berkunjung ke Indonesia..
    saya menemuinya sepulang kerja hanya dengan baju santai : T-Shirt lengan panjang, dan celana panjang, dan tentu saja menenteng ransel... dengan alasan karena mobil saya sedang di bengkel, maka saya menemuinya dengan naik taxi.. kalau saya bawa tas kerja yang ribet, semua barang saya nggak bisa masuk, dan pasti akan ribet sekali disana nanti.. akhirnya saya putuskan untuk memakai ransel saja, sehingga laptop, dan berkas bisa masuk sekaligus..
    dan karena sudah malam, saya pun ganti baju dulu di kantor, karena saya pikir sudah di luar jam kerja, ya nyantai saja aaah..

    begitu saya bertemu dia, apa komentarnya? "Aduh, sayang.. kamu ini kenapa seperti anak sekolahan? kenapa pakai backpack? tidak kelihatan profesional..!" ..
    padahal dia sendiri menemui saya di lobby hotel hanya dengan kaos polo, celana piyama, dan sandal hotel.. gubrak!!

    agak tersinggung waktu itu.. tapi saya pikir ada benarnya juga saran-saran mereka..
    sehingga nggak ada salahnya mulai sekarang kita memperhatikan penampilan kita sebagai seorang profesional jika ingin bertemu dengan orang asing, meskipun dalam suasana santai..

    CAPPUCCINO AND TIRAMISU LOVER

  18. #18
    pelanggan setia eve's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    4,120
    aku sedih banget... Malu deng lebih tepatnya...
    Tadi pas lunch di kantin, tadinya ama rombongan ibu2 sebidang, kebetulan aku paling yerakhir nimbrung di meja mereka, kemudian saat mereka udah selesai, aku belum, jadinya aku duduk di meja makan sendirian,,,
    terus tiba2, ada rombongan penerimaan pegawai baru (sekitar 5orang, 1 cow) datang mau makan... Lumayan agak deket, mereka say hello biasa... Terus mereka duduk di mejaku...
    Plashh!!! Gw mati kutu....
    Umur sih boleh sebaya, tapi penampilanku jauh banget!!! Berasa aku udah tuir banget.. Pakai baju kantor yang ibu2 banget... sedangkan mereka pakaiannya trendi banget, kea karyawan2 di wisma bni atau jakarta pada umumnya... jadi sedih...
    Kalau disandingin jadi malu banget, maklum sih mereka anak2 borju... Iye aku juga tahu, jangan lihat penampilan... Tapi tetep aja... Aku baru 25th!
    bukan 35 th..
    Habis itu waktu aku masuk ke bidangku, tyt ibu2 lg ngomongin rombongan tadi, biasa mencerca penampilan merekz yang mode keliatan pantatnya lah, rebondingnya, gespernya... Dll...
    Arrghh bingung... Mkira2, mode pakaian yang aman kea gemana ya?maksudnya, gak lebay tapi juga gak kalah ama yang modis2...
    hai hai hai......

  19. #19
    Quote Originally Posted by eve View Post
    aku sedih banget... Malu deng lebih tepatnya...
    Tadi pas lunch di kantin, tadinya ama rombongan ibu2 sebidang, kebetulan aku paling yerakhir nimbrung di meja mereka, kemudian saat mereka udah selesai, aku belum, jadinya aku duduk di meja makan sendirian,,,
    terus tiba2, ada rombongan penerimaan pegawai baru (sekitar 5orang, 1 cow) datang mau makan... Lumayan agak deket, mereka say hello biasa... Terus mereka duduk di mejaku...
    Plashh!!! Gw mati kutu....
    Umur sih boleh sebaya, tapi penampilanku jauh banget!!! Berasa aku udah tuir banget.. Pakai baju kantor yang ibu2 banget... sedangkan mereka pakaiannya trendi banget, kea karyawan2 di wisma bni atau jakarta pada umumnya... jadi sedih...
    Kalau disandingin jadi malu banget, maklum sih mereka anak2 borju... Iye aku juga tahu, jangan lihat penampilan... Tapi tetep aja... Aku baru 25th!
    bukan 35 th..
    Habis itu waktu aku masuk ke bidangku, tyt ibu2 lg ngomongin rombongan tadi, biasa mencerca penampilan merekz yang mode keliatan pantatnya lah, rebondingnya, gespernya... Dll...
    Arrghh bingung... Mkira2, mode pakaian yang aman kea gemana ya?maksudnya, gak lebay tapi juga gak kalah ama yang modis2...

    Berarti Mbak Eve pakai seragam kantor?
    Berarti gak ada pilihan kan ?
    ´There are two ways to conquer and enslave a nation. One is by the sword. The other is by debt´
    -John Adams-

  20. #20
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    Banyak yang pakai seragam ke kantor ya? Di kantor gw sih bebas yang penting rapi. Kalau gw suka pakai pakaian formal; kemeja lengan panjang dan celana bahan. Hari Jumat bebas, gw biasanya pakai jeans + kemeja + sepatu kets/kulit yg casual bebas sementara yang lain pakai batik. Jadi hari Jumat penampilan gw sering beda sendiri, kadang diledekin anak mahasiswa sama yang lain :p

Page 1 of 4 123 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •